Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Air Fryer Sering Menghasilkan Makanan yang Gak Renyah?

ilustrasi air fryer (freeoik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freeoik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Kadar air pada bahan makanan terlalu tinggi
  • Terlalu banyak makanan dalam satu kali masak
  • Suhu dan waktu gak sesuai karakter makanan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Air fryer sering dipromosikan sebagai solusi praktis untuk menikmati makanan gorengan tanpa minyak berlebih. Kamu mungkin membelinya dengan harapan kentang goreng, ayam, atau camilan lain bisa tetap renyah seperti digoreng biasa. Namun kenyataannya, hasil makanan dari air fryer sering terasa lembek atau kurang kriuk. Padahal waktu dan suhu sudah diatur sesuai petunjuk. Kondisi ini membuat kamu bertanya-tanya, apakah air fryernya kurang bagus atau cara pakainya yang keliru.

Masalah makanan gak renyah dari air fryer sebenarnya cukup umum terjadi. Banyak pengguna baru merasa kecewa karena ekspektasi gak sesuai realita. Padahal, air fryer bekerja dengan prinsip yang berbeda dari penggorengan konvensional. Udara panas bertekanan tinggi punya keterbatasan tertentu. Memahami penyebabnya bisa membantu kamu mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan gak salah menyalahkan alatnya.

1. Kadar air pada bahan makanan terlalu tinggi

ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)

Salah satu alasan utama makanan gak renyah adalah kadar air yang masih tinggi pada bahan. Air fryer mengandalkan udara panas untuk mengeringkan permukaan makanan. Jika bahan terlalu basah, uap air akan terperangkap dan membuat makanan lembek. Hal ini sering terjadi saat kamu memasukkan bahan langsung dari kulkas atau freezer. Akibatnya, bagian luar sulit menjadi kering dan renyah.

Bahan seperti kentang, ayam, atau sayuran perlu perlakuan khusus sebelum dimasukkan ke air fryer. Jika kamu gak mengeringkannya terlebih dahulu, proses penguapan jadi gak optimal. Uap air justru menghambat pembentukan tekstur kriuk. Makanan akhirnya matang, tapi gak renyah. Inilah alasan kenapa tahap persiapan sering menentukan hasil akhir.

2. Terlalu banyak makanan dalam satu kali masak

ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)

Kebiasaan memasukkan makanan terlalu banyak juga sering jadi penyebab utama. Air fryer membutuhkan ruang agar udara panas bisa bersirkulasi dengan baik. Jika keranjang terlalu penuh, udara gak bisa menyentuh seluruh permukaan makanan. Akibatnya, bagian tertentu matang gak merata. Kamu mungkin mendapatkan hasil yang lembek meski suhu sudah tinggi.

Menumpuk makanan juga membuat uap air sulit keluar. Uap tersebut terjebak di antara bahan makanan. Kondisi ini membuat makanan seperti 'dikukus' alih-alih dipanggang kering. Air fryer memang praktis, tapi tetap punya kapasitas ideal. Mengurangi jumlah makanan sering kali justru memberi hasil yang lebih renyah.

3. Suhu dan waktu gak sesuai karakter makanan

ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)

Gak semua makanan cocok dimasak dengan suhu yang sama. Banyak pengguna hanya mengikuti satu setelan suhu untuk semua jenis makanan. Padahal, setiap bahan punya kebutuhan panas yang berbeda. Jika suhu terlalu rendah, makanan akan matang tanpa menjadi kering. Kamu pun merasa air fryer gak bekerja maksimal.

Sebaliknya, suhu terlalu tinggi dalam waktu singkat juga bisa jadi masalah. Bagian luar terlihat kering, tapi bagian dalam masih lembap. Saat dikeluarkan, uap air dari dalam membuat lapisan luar jadi lembek. Menyesuaikan suhu dan waktu adalah kunci utama. Tanpa pengaturan yang tepat, hasil renyah sulit dicapai.

4. Gak menggunakan sedikit minyak sama sekali

ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freepik.com/freepik)

Meski air fryer dikenal sebagai alat masak minim minyak, bukan berarti tanpa minyak sama sekali. Sedikit minyak justru membantu proses pencokelatan dan kerenyahan. Jika kamu benar-benar gak menggunakan minyak, permukaan makanan cenderung kering tapi pucat. Tekstur kriuk yang diharapkan pun gak terbentuk dengan baik.

Minyak membantu menghantarkan panas ke permukaan makanan. Dengan lapisan tipis minyak, panas bisa bekerja lebih efektif. Kamu gak perlu menambahkan banyak, cukup semprot atau oles tipis saja. Perubahan kecil ini sering memberi perbedaan besar. Tanpa minyak, hasil makanan memang lebih sehat, tapi sering kali kurang memuaskan secara tekstur.

5. Air fryer belum dipanaskan terlebih dahulu

ilustrasi air fryer (freeoik.com/freepik)
ilustrasi air fryer (freeoik.com/freepik)

Preheat sering dianggap gak penting oleh banyak pengguna air fryer. Kamu mungkin langsung memasukkan makanan begitu alat dinyalakan. Padahal, udara panas yang stabil sangat dibutuhkan untuk membentuk tekstur renyah. Tanpa preheat, makanan terkena panas secara bertahap dan terlalu lama. Akibatnya, makanan cenderung matang tapi gak garing.

Preheat membantu menciptakan 'kejutan panas' di awal proses memasak. Efek ini membuat permukaan makanan cepat mengering. Jika kamu melewatkan tahap ini, hasilnya sering kurang optimal. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini sangat memengaruhi kerenyahan. Air fryer pun bekerja lebih maksimal jika digunakan sesuai prosedur.

6. Jenis makanan memang kurang cocok untuk air fryer

ilustrasi membuat makanan manis (pexels.com/Klaus Nielsen)
ilustrasi membuat makanan manis (pexels.com/Klaus Nielsen)

Gak semua makanan cocok dimasak dengan air fryer. Beberapa jenis gorengan basah seperti adonan tepung cair sulit menjadi renyah. Udara panas gak bisa menggantikan fungsi minyak panas sepenuhnya. Jika kamu memaksakan jenis makanan tertentu, hasilnya memang cenderung mengecewakan. Hal ini bukan kesalahan alat, tapi keterbatasan metode memasaknya.

Makanan dengan lapisan tepung kering atau breadcrumb biasanya lebih cocok. Sementara adonan basah perlu teknik khusus atau bahan tambahan. Kamu mungkin membandingkan hasil air fryer dengan gorengan tradisional. Padahal, keduanya bekerja dengan prinsip yang sangat berbeda. Memilih jenis makanan yang tepat akan mengurangi rasa kecewa.

Makanan yang gak renyah dari air fryer memang sering bikin kamu merasa alat ini gak sebanding dengan ekspektasi. Apalagi jika kamu sudah mengikuti resep dan waktu masak yang dianjurkan. Namun, hasil akhir sangat dipengaruhi oleh banyak faktor kecil. Mulai dari persiapan bahan, jumlah makanan, hingga cara penggunaan. Air fryer bukan alat ajaib yang bisa menggantikan semua metode memasak.

Daripada langsung menyalahkan air fryer, ada baiknya kamu mengevaluasi kebiasaan memasakmu. Coba atur ulang suhu, kurangi muatan, dan perhatikan kadar air bahan. Sedikit penyesuaian sering memberi hasil yang jauh lebih baik. Air fryer tetap bisa menghasilkan makanan renyah jika digunakan dengan tepat. Setelah tahu penyebabnya, apakah kamu masih menganggap air fryer gagal, atau justru mulai paham cara memaksimalkan kemampuannya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Trik Bikin Butterscotch ala Kafe yang Creamy dan Wangi Mentega

09 Jan 2026, 17:32 WIBFood