Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Perbedaan Pewarna Makanan, Essence, dan Pasta saat Bikin Kue
Potret menuangkan pasta kue (pexels.com/Felicity Tai)

Pernahkan kamu menjumpai pewarna makanan, essence, dan pasta saat berada di toko bahan kue? Ketiganya tampak mirip, serta dapat membuat pembeli bingung sebaiknya mana yang harus digunakan. Di berbagai resep pun, ketiganya kerap digunakan bersamaan, tetapi dengan takaran yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, kamu perlu memahami bahwa ketiganya berbeda, baik dari segi kegunaan maupun pengaruhnya terhadap hidangan. Berikut sejumlah perbedaan pewarna makanan, essence, dan pasta saat membuat kue yang perlu kamu tahu. Jangan sampai salah pilih, ya!

1. Kegunaan dalam makanan

Sesuai dengan namanya, pewarna makanan digunakan untuk memberikan warna pada makanan. Ketika digunakan sesuai takaran, umumnya tidak memengaruhi rasa dan aroma secara signifikan. Kamu tentu sering melihat adanya pewarna alami dan sintetis, seperti daun suji, kunyit, pewarna kuning, merah, hijau, dan sebagainya.

Lain halnya dengan essence atau esen yang digunakan untuk memberikan aroma khas dan membantu memperkuat cita rasa makanan. Umumnya, bahan ini tidak berwarna alias bening, sehingga tidak mengubah warna kue maupun hidangan. Ada beragam essence yang sering dijumpai di pasaran, meliputi rasa buah-buahan, vanilla, susu, kopi, hingga rum.

Sementara itu, pasta merupakan bahan tambahan makanan dan minuman yang dapat memberikan warna, aroma, serta rasa sekaligus. Biasanya berwarna lebih pekat dibanding essence. Varian pasta yang cukup populer di antaranya ada pandan, cokelat, dan aneka buah-buahan.

2. Pengaruh terhadap rasa

Potret orang makan kue (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Pewarna makanan pada dasarnya ditambahkan untuk membuat visual hidangan lebih menarik. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan berlebihan dapat memberikan rasa pahit. Terlebih kalau kamu menggunakan pewarna alami yang memiliki cita rasa khas.

Sebaliknya, aroma yang tajam pada essence dapat membuat makanan seolah memiliki rasa sesuai jenisnya, karena indra penciuman dan perasa saling terhubung. Sedangkan, pasta punya pengaruh lebih kuat, sebab mengandung aroma, perisa, dan pewarna. Gak heran, rasa hidangan lebih kompleks dan intens daripada essence.

3. Aroma yang dihasilkan

Perbedaan berikutnya dapat diperhatikan dari aroma yang dihasilkan. Umumnya, pewarna makanan tidak menghasilkan aroma apa pun. Namun, beberapa pewarna alami punya aroma khas yang soft dan tidak mendominasi makanan.

Essence memberikan aroma intens pada hidangan, sehingga perlu berhati-hati saat menambahkannya. Jika terlalu banyak, aromanya bisa mendominasi dan merusak cita rasa. Sementara itu, pasta menghasilkan wangi yang lebih stabil, karena teksturnya pekat.

4. Bentuk dan tekstur

Potret pewarna makanan (pexels.com/Ron Lach)

Pewarna makanan terdiri dari dua jenis, yakni berwujud padat dan cair. Jika dalam bentuk padat, maka harus dilarutkan lebih dulu biar warna yang dihasilkan merata. Sedangkan, pewarna cair lebih praktis, karena bisa langsung dicampur dalam adonan kue.

Essence dan pasta tampak sama, karena berbentuk cairan. Kamu dapat membedakan dari tekstur dan tingkat konsistensinya. Essence lebih encer menyerupai air putih biasa. Sedangkan pasta lebih kental, pekat, dan biasanya berwarna. 

5. Takaran dan penggunaan dalam resep

Takaran saat menambahkan pewarna makanan, cukup beberapa tetes dan sesuaikan dengan intensitas warna yang diinginkan. Ada kalanya perlu menggunakan lebih banyak, supaya hidangan tidak pucat setelah matang. Bahan ini dapat ditambahkan saat membuat adonan. 

Di sisi lain, essence sangat sensitif terhadap panas, suhu yang terlalu tinggi dapat membuat aromanya menguap. Sebaiknya tambahkan bersamaan dengan bahan cair lainnya supaya merata. Kamu bisa menggunakannya sebagai campuran adonan bolu, roti, pastry, dan aroma untuk sirup.

Semakin banyak takaran pasta yang ditambahkan, maka rasa dan warna makanannya akan semakin kuat. Biasanya dianjurkan sekitar 1–4 persen dari adonan yang dibuat. Selain digunakan untuk membuat kue, kamu juga bisa menambahkan untuk buttercream, hingga minuman yang butuh warna serta rasa pekat.

Kesimpulannya, pewarna makanan, essence, dan pasta terlihat mirip, tetapi memiliki peran yang berbeda dalam pembuatan kue. Ketiganya bisa digunakan bersamaan dan bukan sebagai pengganti satu sama lain. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhanmu, ya!

Editorial Team

Related Article