Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Teknik Memasak yang Bikin Hemat Gas, Sudah Tahu?

5 Teknik Memasak yang Bikin Hemat Gas, Sudah Tahu?
ilustrasi masak (pexels.com/Antonius Ferret)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya teknik memasak efisien untuk menghemat gas tanpa mengurangi cita rasa, dengan fokus pada pengaturan panas dan pemanfaatan energi secara optimal.
  • Lima teknik utama dijelaskan, termasuk menyesuaikan besar api, menutup wajan, memotong bahan kecil seragam, memanfaatkan sisa panas, serta memilih peralatan sesuai ukuran api.
  • Pesan utamanya: masak hemat gas bukan berarti pelit, tapi cermat dalam mengelola panas agar proses memasak tetap cepat, enak, dan ramah penggunaan energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Masak hemat gas sering dianggap sepele. Padahal, cara mengolah bahan di dapur bisa berdampak pada pemakaian bahan bakar tanpa perlu mengurangi kualitas rasa masakan. Banyak orang fokus pada menu, tetapi melewatkan teknik sederhana yang justru menentukan efisiensi saat memasak.

Dengan langkah yang lebih tepat, waktu memasak bisa dipangkas tanpa membuat hasil akhir jadi kurang matang atau kurang nikmat. Masak hemat gas bukan soal pelit, melainkan soal cermat memanfaatkan panas yang sudah ada. Ini beberapa teknik memasak yang bikin hemat gas lebih lama. Caranya mudah, kok!

1. Mengatur besar kecilnya api sesuai tahap memasak

ilustrasi api besar
ilustrasi api besar (pexels.com/Cihan Yüce)

Banyak orang langsung menyalakan api besar sejak awal hingga akhir, padahal tidak semua proses butuh panas tinggi. Saat menumis bumbu, api sedang sudah cukup untuk mengeluarkan aroma tanpa membuat bumbu cepat gosong. Setelah bahan utama masuk, api bisa disesuaikan kembali agar panas tetap stabil tanpa boros gas.

Menggunakan api besar terus-menerus justru membuat panas terbuang karena tidak semuanya terserap oleh masakan. Saat makanan mulai mendidih, menurunkan api membantu menjaga suhu tanpa perlu tambahan gas berlebih. Cara ini terlihat sederhana, tetapi cukup signifikan untuk menghemat pemakaian dalam jangka panjang.

2. Menutup wajan agar panas tidak terbuang

ilustrasi menutup wajan
ilustrasi menutup wajan (pexels.com/Daniel's Richard)

Memasak tanpa tutup membuat panas mudah keluar dan memperpanjang waktu matang. Dengan menutup wajan atau panci, panas terperangkap dan membantu bahan matang lebih cepat. Teknik ini cocok untuk memasak sayur, sup, atau lauk berkuah yang butuh waktu perebusan.

Selain mempercepat proses, uap yang terkumpul juga membantu menjaga kelembapan makanan. Hasilnya tetap matang merata tanpa harus menambah durasi memasak. Tutup sederhana di dapur sering diremehkan, padahal perannya cukup besar dalam menghemat gas.

3. Memotong bahan dengan ukuran lebih kecil dan seragam

ilustrasi memotong bahan
ilustrasi memotong bahan (pexels.com/Max Avans)

Ukuran bahan berpengaruh pada lama memasak, semakin besar potongan, semakin lama waktu yang dibutuhkan. Memotong bahan lebih kecil dan seragam membantu panas menyebar lebih cepat dan merata. Teknik ini sering digunakan pada tumisan agar matang bersamaan tanpa harus menunggu terlalu lama.

Selain mempercepat proses, hasil masakan juga terlihat lebih rapi dan mudah disantap. Tidak ada bagian yang terlalu matang atau masih keras. Cara ini terasa sepele, tetapi efektif memangkas waktu memasak yang sering tidak disadari.

4. Memanfaatkan sisa panas setelah kompor dimatikan

ilustrasi sisa panas
ilustrasi sisa panas (pexels.com/RDNE Stock project)

Setelah api dimatikan, panas pada wajan atau panci sebenarnya masih tersisa dan bisa dimanfaatkan. Banyak masakan, seperti telur, mi instan, atau sayur hijau, tetap bisa matang dengan sisa panas tersebut. Jadi, tidak semua proses harus menunggu hingga benar-benar matang saat api menyala.

Mematikan kompor sedikit lebih awal membantu menghemat gas tanpa mengubah hasil akhir. Teknik ini sering dipakai tanpa sadar, tetapi jarang dimaksimalkan. Padahal, jika dibiasakan, selisih pemakaian gas bisa terasa dalam beberapa hari.

5. Menggunakan peralatan yang sesuai dengan besar kecilnya api

ilustrasi masak
ilustrasi masak (pexels.com/Alexey Demidov)

Ukuran wajan dan api sebaiknya seimbang agar panas tidak terbuang ke sisi luar. Jika api terlalu besar untuk wajan kecil, panas akan terlepas tanpa terserap maksimal. Sebaliknya, wajan besar dengan api kecil justru memperlambat proses memasak.

Memilih peralatan yang pas membuat panas bekerja lebih efisien. Bagian bawah alat masak bisa menyerap panas secara merata tanpa ada yang terbuang sia-sia. Teknik ini sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh pada penggunaan gas sehari-hari.

Masak hemat gas bukan soal mengurangi kualitas masakan, melainkan mengatur cara memasak agar lebih efisien tanpa terasa ribet. Dengan teknik yang tepat, kamu tetap bisa memasak enak tanpa membuat gas cepat habis. Dari beberapa cara tadi, mana yang paling sering atau sudah dilakukan tanpa  kamu sadari?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More