Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hal yang Harus Dihindari Saat Membeli Daging Beku di Supermarket

5 Hal yang Harus Dihindari Saat Membeli Daging Beku di Supermarket
ilustrasi daging beku (unsplash.com/tommao wang)
Intinya Sih
  • Artikel menekankan pentingnya ketelitian saat membeli daging beku, karena kualitas sangat dipengaruhi oleh kondisi kemasan, suhu penyimpanan, dan proses pembekuan produk di supermarket.
  • Daging dengan kristal es tebal, kemasan rusak, atau tanpa tanggal kedaluwarsa jelas sebaiknya dihindari karena berisiko menurunkan mutu serta meningkatkan potensi kontaminasi.
  • Konsumen disarankan memilih daging yang masih keras beku dan berasal dari freezer bersuhu stabil agar kesegaran serta keamanan makanan tetap terjaga hingga dikonsumsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Daging beku sering menjadi pilihan praktis karena lebih tahan lama dan mudah disimpan untuk stok di rumah. Namun saat berbelanja di supermarket, masih ada orang yang terlalu fokus pada harga murah tanpa memperhatikan kondisi produk secara detail. Padahal kualitas daging beku sangat dipengaruhi oleh cara penyimpanan dan kondisi kemasannya selama berada di freezer.

Kesalahan kecil ketika memilih daging dapat membuat kualitas makanan menurun bahkan berisiko terhadap kesehatan. Karena itu, penting untuk lebih teliti sebelum memasukkan produk ke keranjang belanja. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan agar kamu bisa mendapatkan daging beku yang lebih aman, segar, dan layak dikonsumsi.

1. Hindari membeli kemasan yang dipenuhi kristal es tebal

ilustrasi daging kemasan
ilustrasi daging kemasan (unsplash.com/Mariia Ioffe)

Lapisan kristal es yang terlalu banyak di dalam kemasan sering menjadi tanda bahwa daging pernah mengalami perubahan suhu berulang. Kondisi seperti ini biasanya terjadi ketika produk sempat mencair lalu dibekukan kembali dalam waktu tertentu. Proses tersebut dapat memengaruhi tekstur dan kualitas daging saat dimasak nanti.

Daging yang terlalu lama terkena pembekuan ulang juga cenderung kehilangan kelembapan alaminya. Saat dimasak, teksturnya terasa lebih kering dan rasa segarnya berkurang. Karena itu, pilih kemasan yang terlihat bersih tanpa gumpalan es berlebihan di permukaan produk.

2. Jangan mengabaikan kondisi kemasan yang rusak

ilustrasi daging kemasan beku
ilustrasi daging kemasan beku (unsplash.com/Ruliff Andrean)

Kemasan yang robek, terbuka sedikit, atau tampak menggembung sebaiknya tidak dipilih meski isi produknya terlihat masih bagus. Celah kecil pada plastik dapat membuat udara dan bakteri lebih mudah masuk ke dalam kemasan. Situasi seperti ini meningkatkan risiko kontaminasi selama penyimpanan.

Selain memengaruhi keamanan makanan, kemasan yang rusak juga membuat kualitas daging cepat menurun. Aroma dan warna daging dapat berubah lebih cepat karena perlindungannya sudah tidak maksimal. Memeriksa detail kecil seperti ini membantu kamu lebih aman saat memilih stok makanan beku.

3. Hindari memilih produk tanpa tanggal yang jelas

ilustrasi produk daging beku
ilustrasi produk daging beku (unsplash.com/Fitri Ariningrum)

Tanggal produksi dan masa kedaluwarsa menjadi informasi penting yang tidak boleh diabaikan. Produk tanpa label yang jelas membuat kamu sulit mengetahui berapa lama daging sudah disimpan di dalam freezer supermarket. Kondisi ini tentu cukup berisiko untuk kualitas dan keamanan makanan.

Pilih produk yang memiliki informasi lengkap dan masih berada dalam masa penyimpanan yang aman. Daging beku memang tahan lebih lama dibanding daging segar, tetapi kualitasnya tetap bisa menurun seiring waktu. Semakin jelas informasi pada kemasan, semakin mudah kamu memastikan produk tersebut masih layak dikonsumsi.

4. Jangan mengambil daging yang teksturnya sudah lembek

ilustrasi daging beku
ilustrasi daging beku (unsplash.com/David Foodphototasty)

Daging beku seharusnya tetap terasa keras saat disentuh melalui kemasan. Jika bagian dalamnya mulai lembek atau terlalu lunak, kemungkinan produk mengalami gangguan suhu selama penyimpanan. Keadaan seperti ini membuat kualitas daging menjadi kurang stabil.

Perubahan suhu yang tidak konsisten dapat mempercepat pertumbuhan bakteri ketika daging mulai mencair sebagian. Selain membuat tekstur berubah, aroma daging juga lebih mudah rusak setelah dibawa pulang. Karena itu, pilih produk yang benar-benar masih beku secara merata.

5. Hindari mengambil produk dari freezer yang tidak dingin stabil

ilustrasi freezer daging beku
ilustrasi freezer daging beku (unsplash.com/0xk)

Kondisi freezer supermarket juga perlu diperhatikan sebelum membeli daging beku. Freezer yang terasa kurang dingin atau sering terbuka terlalu lama bisa membuat suhu penyimpanan tidak stabil. Situasi tersebut dapat memengaruhi kualitas seluruh produk di dalamnya.

Jika freezer terlihat berembun berlebihan atau bagian produknya mulai basah, sebaiknya lebih berhati-hati sebelum membeli. Penyimpanan dingin yang tidak optimal membuat daya tahan daging menurun lebih cepat. Memilih produk dari freezer yang terjaga suhunya membantu menjaga kualitas makanan tetap aman hingga sampai di rumah.

Membeli daging beku membutuhkan ketelitian agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga saat dikonsumsi. Detail kecil seperti kondisi kemasan, suhu freezer, hingga tekstur produk memiliki pengaruh besar terhadap kesegaran daging. Dengan memilih secara lebih cermat, stok makanan di rumah menjadi lebih aman dan nyaman untuk diolah kapan saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Related Articles

See More