Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Ide Kreatif Tambah Protein ke Kopi, dari Telur sampai Peanut Butter
Ilustrasi kopi (pexels.com/Chevanon Photography)
  • Kopi bisa ditambah protein lewat collagen peptides, protein powder, soy milk, susu sapi, peanut butter, telur, atau cottage cheese untuk mendukung asupan protein harian.

  • Kandungan protein bervariasi: protein powder sekitar 25 gram per porsi, cottage cheese 12 gram per setengah cangkir, serta soy milk dan susu sapi sekitar 8 gram per cangkir.

  • Pengolahan perlu diperhatikan agar tekstur dan keamanan terjaga, seperti melarutkan bubuk sebelum kopi panas, memblender bahan kental, serta memakai telur pasteurisasi. Protein coffee bukan pengganti sarapan seimbang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi yang gak bisa memulai hari tanpa secangkir kopi, minuman ini ternyata bisa dibuat lebih bernutrisi, lho. Salah satu caranya adalah menambahkan bahan makanan yang mengandung protein ke dalam kopi.

Cara ini cukup praktis, terutama kalau sedang berusaha memenuhi kebutuhan protein harian tanpa harus mengubah terlalu banyak rutinitas. Pilihannya juga gak cuma protein powder, karena ada susu, selai kacang, bahkan telur yang bisa dicoba. Meski begitu, kopi tinggi protein tetap sebaiknya dianggap sebagai pelengkap, bukan pengganti sarapan bergizi, ya.

1. Tambahkan collagen peptides

ilustrasi collagen peptides (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Collagen peptides bisa menjadi pilihan paling praktis kalau kamu ingin menambah protein tanpa membuat rasa kopi berubah drastis. Berdasarkan data USDA FoodData Central, satu kemasan collagen peptides tanpa rasa seberat 11 gram mengandung sekitar 10 gram protein. Bahan ini juga relatif mudah dicampurkan ke minuman panas karena dapat larut dengan baik. Jadi, kamu gak perlu mengubah terlalu banyak karakter kopi favoritmu.

Kemampuan collagen peptides untuk tetap tersedia bagi tubuh setelah dicampurkan ke kopi panas juga sudah diteliti. Menurut penelitian dalam Food Research International, asam amino dan peptida bioaktif dari hidrolisat kolagen tetap dapat tersedia secara hayati setelah dikonsumsi bersama kopi. Meski begitu, collagen merupakan protein yang tidak lengkap karena gak menyediakan seluruh asam amino esensial dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh, sehingga kamu tetap perlu mendapatkan protein dari sumber lain.

2. Ganti susu dengan soy milk

ilustrasi susu kedelai (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Kalau biasanya kamu minum kopi dengan sedikit susu, coba pertimbangkan soy milk sebagai alternatif. Menurut USDA FoodData Central, satu cangkir soy milk tanpa gula diketahui mengandung sekitar 8,7 gram protein. Jumlah tersebut membuat soy milk termasuk salah satu pilihan susu nabati yang cukup tinggi protein. Kamu juga bisa memilih versi tanpa gula supaya tambahan protein gak sekaligus membuat asupan gula meningkat.

Dalam ulasan di Frontiers in Nutrition, kualitas protein kedelai dinilai baik dan dapat mendekati kualitas protein hewani setelah mempertimbangkan komposisi serta pengolahannya. Kandungan protein pada minuman nabati diketahui juga bisa sangat bervariasi, sehingga penting memperhatikan jenis produk yang kamu pilih. Kalau ingin efeknya terasa, jangan cuma menambahkan satu sendok makan soy milk ke kopi, tapi gunakan jumlah yang cukup sebagai pengganti sebagian atau seluruh susu yang biasa kamu pakai.

3. Campurkan protein powder

ilustrasi protein powder (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Protein powder mungkin menjadi pilihan yang paling jelas kalau targetmu memang ingin meningkatkan asupan protein dari kopi. Berdasarkan data USDA FoodData Central, protein powder berbahan whey maupun kedelai bisa memberikan sekitar 25 gram protein dalam satu porsi, meski kandungannya bergantung pada produk dan ukuran sajian. Kamu juga punya banyak pilihan bahan, mulai dari whey, kedelai, putih telur, hingga protein kacang polong. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikannya dengan pola makan dan preferensi pribadi.

Protein powder juga cocok banget untuk kopi dingin atau blended coffee karena teksturnya bisa menjadi lebih creamy. Kalau kamu memakai kopi panas, sebaiknya jangan langsung menuangkan bubuk ke dalam cangkir karena bisa menggumpal. Campurkan bubuk terlebih dahulu dengan sedikit susu bersuhu ruang, lalu aduk atau gunakan milk frother sebelum memasukkannya ke kopi. Untuk rasa, protein powder vanila, cokelat, atau karamel bisa membuat kopi terasa seperti minuman dessert tanpa perlu menambahkan banyak bahan lain.

4. Blender dengan peanut butter

ilustrasi peanut butter atau selai kacang (pexels.com/Kaboompics.com)

Peanut butter mungkin terdengar seperti pasangan yang aneh untuk kopi, tapi kombinasi keduanya justru bisa menghasilkan rasa gurih dan nutty yang menarik, lho. Menurut USDA FoodData Central, satu sendok makan peanut butter tanpa garam mengandung sekitar 3,5 gram protein. Selain protein, peanut butter juga menyediakan serat dan lemak tak jenuh. Kombinasi tersebut dapat membuat secangkir kopi terasa lebih mengenyangkan dibandingkan kopi hitam biasa.

Berdasarkan ulasan dalam Journal of Obesity and Metabolic Syndrome, asupan protein yang lebih tinggi diketahui dapat membantu meningkatkan rasa kenyang. Nah, peanut butter gak hanya menyumbang protein, tapi juga mengandung serat yang turut berperan dalam pengaturan keseimbangan energi, seperti dibahas dalam Journal of Nutrition and Metabolism. Kombinasi keduanya membuat peanut butter cukup menarik untuk ditambahkan ke kopi kalau kamu ingin minuman yang terasa lebih mengenyangkan. Supaya hasilnya lebih creamy dan gak meninggalkan gumpalan, blender peanut butter bersama kopi, terutama kalau kamu membuat iced coffee.

5. Pakai susu sapi

ilustrasi kopi susu (magnific.com/jcomp)

Cara paling sederhana sebenarnya bisa jadi yang paling mudah kamu lakukan setiap hari, yaitu menggunakan susu sapi. Berdasarkan data USDA FoodData Central, satu cangkir susu sapi 2 persen mengandung sekitar 8,2 gram protein. Susu juga menyediakan protein berkualitas tinggi yang terdiri dari whey dan casein. Keduanya mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Menurut penelitian dalam Frontiers in Sports and Active Living, konsumsi susu telah diteliti dalam konteks pemulihan setelah aktivitas fisik, termasuk karena kandungan proteinnya. Kamu gak harus terpaku pada susu rendah lemak kalau kebutuhanmu berbeda, karena susu whole, 2 persen, dan skim memiliki kandungan protein yang relatif mirip per cangkir. Kalau ingin protein lebih tinggi, kamu juga bisa mencari susu ultra-filtered yang melalui proses penyaringan untuk menghasilkan kandungan protein lebih banyak.

6. Coba campurkan telur

ilustrasi telur (pexels.com/Melike B)

Telur dan kopi memang bukan kombinasi yang biasa ditemukan di setiap kedai kopi, tapi konsep egg coffee sebenarnya sudah dikenal di beberapa negara, termasuk Vietnam. Berdasarkan data USDA FoodData Central, satu butir telur ukuran besar menyediakan sekitar 6 gram protein. Telur juga merupakan sumber protein lengkap karena menyediakan seluruh asam amino esensial. Jadi, kalau kamu tertarik mencoba sesuatu yang berbeda, egg coffee bisa menjadi salah satu pilihan.

Telur dikenal memiliki kualitas protein yang baik serta mengandung berbagai komponen yang mendukung nilai gizinya, sebagaimana dibahas dalam Nutrients. Namun, kamu perlu memperhatikan cara pengolahannya karena telur mentah memiliki risiko keamanan pangan. Sementara itu, ulasan dalam Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety membahas berbagai metode pasteurisasi telur untuk mengurangi risiko tersebut. Kalau ingin mencoba di rumah, gunakan telur yang sudah dipasteurisasi dan kocok atau blender sampai benar-benar tercampur agar teksturnya lebih halus.

7. Blender dengan cottage cheese

ilustrasi minum kopi (magnific.com/tirachardz)

Cottage cheese juga bisa menjadi pilihan kalau kamu ingin membuat kopi dengan tekstur yang lebih creamy sekaligus meningkatkan kandungan protein. Menurut USDA FoodData Central, setengah cangkir cottage cheese rendah lemak 2 persen mengandung sekitar 12 gram protein. Rasanya cenderung ringan sehingga relatif mudah dipadukan dengan kopi. Kamu bisa menambahkan sedikit vanila, kayu manis, atau bubuk kakao agar rasanya semakin menarik.

Cottage cheese merupakan protein lengkap yang mengandung sembilan asam amino esensial. Menurut penelitian dalam Nutrients, protein makanan dapat berperan sebagai bagian dari pola makan yang mendukung pengelolaan kesehatan dan kebutuhan tubuh. Cara mengolahnya juga cukup mudah, yaitu blender cottage cheese sampai teksturnya halus sebelum dicampurkan ke kopi. Kalau kamu membuat iced coffee, hasil akhirnya bisa menyerupai cold foam dengan tekstur lebih tebal dan creamy.

Menambahkan protein ke kopi bisa menjadi cara praktis untuk membuat rutinitas minum kopi sedikit lebih bernutrisi. Kamu bisa memilih bahan yang paling sesuai, mulai dari collagen peptides dan protein powder sampai soy milk, susu sapi, peanut butter, telur, atau cottage cheese. Namun, jangan menganggap protein coffee otomatis sudah memenuhi kebutuhan sarapanmu, ya. Tubuh tetap membutuhkan kombinasi protein, serat, lemak sehat, vitamin, dan mineral dari berbagai jenis makanan.

Kalau sedang terburu-buru, kamu bisa memasangkan protein coffee dengan buah, roti gandum utuh, atau kacang-kacangan. Dengan begitu, kopi gak hanya jadi minuman untuk membantu memulai hari, tapi juga bagian dari sarapan yang lebih seimbang. Jadi, tinggal pilih kombinasi yang paling cocok dengan selera dan kebutuhanmu, lalu bereksperimen dari sana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article