Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Tape Singkong Harus Direbus atau Dikukus? Ini Jawabannya!

3 min read
Apakah Tape Singkong Harus Direbus atau Dikukus? Ini Jawabannya!
ilustrasi tape singkong (pexels.com/Irhan Khoirul)
  • Singkong untuk tape sebaiknya dikukus agar matang dan empuk tanpa menyerap terlalu banyak air, sehingga teksturnya tetap padat untuk fermentasi.
  • Perebusan kurang disarankan karena singkong dapat menjadi terlalu basah, lembek, mudah hancur, berlendir, atau beraroma asam tajam saat fermentasi.
  • Singkong kukus perlu didinginkan hingga suhu ruang sebelum ragi ditaburkan; kondisi ini membantu fermentasi menghasilkan tape bertekstur lembut, manis, dan legit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu ingin membuat tape singkong sendiri, proses memasak singkong menjadi salah satu tahap yang gak boleh disepelekan. Banyak yang masih bingung, apakah singkong untuk tape harus direbus atau justru dikukus terlebih dahulu. Jawabannya, singkong untuk membuat tape sebaiknya dikukus, bukan direbus.

Cara memasak ini berpengaruh terhadap kadar air, tekstur, sampai keberhasilan proses fermentasi tape. Singkong yang dikukus bisa matang dengan tekstur empuk tanpa menyerap terlalu banyak air. Dengan begitu, ragi bisa bekerja dengan lebih optimal dan menghasilkan tape yang manis, legit, serta punya aroma khas.

  1. 1. Singkong untuk tape sebaiknya dikukus

    ilustrasi singkong
    ilustrasi singkong (pexels.com/Matheus Bertelli)

    Singkong untuk pembuatan tape sebaiknya dikukus dibandingkan direbus. Proses pengukusan membuat singkong matang dan empuk, tetapi kandungan airnya tetap lebih terkontrol. Hal ini penting karena tape dibuat melalui proses fermentasi menggunakan ragi.

    Singkong yang terlalu banyak mengandung air berisiko memiliki tekstur yang terlalu lembek dan mudah hancur selama proses fermentasi. Saat dikukus, singkong juga tidak bersentuhan langsung dengan air dalam jumlah banyak. Hasilnya, tekstur singkong tetap lebih padat meskipun sudah matang sehingga lebih cocok untuk difermentasi menjadi tape.

  2. 2. Mengapa singkong tidak disarankan direbus?

    ilustrasi potongan singkong
    ilustrasi potongan singkong (pexels.com/Matheus Bertelli)

    Merebus singkong memang bisa membuatnya cepat empuk, tetapi cara ini kurang ideal untuk pembuatan tape. Singkong dapat menyerap air secara berlebihan selama proses perebusan sehingga teksturnya menjadi terlalu basah dan lembek.

    Kondisi tersebut bisa mengganggu proses fermentasi. Singkong yang terlalu basah lebih mudah hancur, berlendir, bahkan berisiko mengalami pembusukan apabila proses fermentasinya tidak berjalan dengan baik.

    Selain itu, hasil akhirnya bisa memiliki aroma asam yang terlalu tajam. Karena itu, kalau tujuan kamu memang membuat tape singkong, pengukusan menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga kondisi singkong sebelum diberi ragi.

  3. 3. Kukus singkong sampai empuk, tetapi jangan sampai hancur

    ilustrasi menjual singkong
    ilustrasi menjual singkong (pexels.com/Daniel Dan)

    Pengukusan tetap perlu dilakukan dengan tepat. Singkong sebaiknya dikukus sampai matang dan empuk, tetapi jangan sampai terlalu lama hingga teksturnya hancur. Setelah matang, singkong perlu didinginkan terlebih dahulu sampai mencapai suhu ruang.

    Tahap ini penting sebelum ragi ditambahkan karena kondisi singkong yang masih panas dapat mengganggu kerja ragi. Singkong yang sudah dingin, empuk, dan tidak terlalu basah akan menjadi media yang lebih baik untuk proses fermentasi. Setelah itu, ragi dapat ditaburkan secara merata sesuai kebutuhan sebelum singkong disimpan untuk difermentasi.

  4. 4. Pengukusan membantu menghasilkan tape yang manis dan legit

    ilustrasi sajian tape singkong
    ilustrasi sajian tape singkong (commons.wikimedia.org/Joseagush)

    Tujuan utama memilih metode kukus adalah mendapatkan kondisi singkong yang mendukung fermentasi. Singkong yang empuk tetapi tidak hancur dan tidak kelebihan air memungkinkan ragi bekerja dengan lebih optimal.

    Jika prosesnya berjalan baik, fermentasi akan menghasilkan tape dengan tekstur lembut, rasa manis, dan sensasi legit yang menjadi ciri khasnya. Sebaliknya, terlalu banyak air dapat membuat hasil fermentasi kurang sesuai dan meningkatkan risiko singkong menjadi lembek atau berlendir.

    Jadi, bukan cuma soal membuat singkong matang, cara memasaknya juga menentukan kualitas tape yang akan kamu dapatkan. Karena itu, pengukusan sebaiknya menjadi pilihan utama saat menyiapkan singkong untuk tape.

    Jadi, apakah tape singkong harus direbus atau dikukus? Singkong untuk membuat tape sebaiknya dikukus, bukan direbus. Pengukusan membantu menjaga kadar air agar tidak berlebihan sehingga singkong tetap empuk, tidak mudah hancur, dan lebih siap untuk difermentasi.

    Setelah dikukus, pastikan singkong sudah dingin hingga suhu ruang sebelum diberi ragi. Dengan proses yang tepat, fermentasi dapat berlangsung lebih optimal sehingga tape singkong yang dihasilkan terasa manis, legit, dan punya tekstur yang pas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More