Chef Yuda Bustara, alumnus Taylor’s University. (dok. Taylor’s University)
Sementara Hans menghadirkan interpretasinya tentang Indonesia di meja fine dining, rekan sesama alumni Taylor’s University, Yuda, memperkenalkan masakan Indonesia melalui jalur yang berbeda.
Tumbuh besar di Jakarta, Yuda mengembangkan ketertarikan pada memasak sejak dini, terinspirasi oleh para chef yang ia saksikan di televisi. Masa studinya di Taylor’s University membantu mengubah ketertarikan itu menjadi fondasi profesional dan memperluas pemahamannya tentang sejauh mana karier kuliner bisa berkembang.
“Yang paling berkesan adalah bagaimana teori dan praktik berjalan begitu mulus beriringan. Teknik, disiplin, dan standar yang kami pelajari adalah hal-hal yang sama yang saya temui di dapur profesional. Tapi menjadi chef juga berarti mengelola orang, memecahkan masalah, dan memahami bisnis di balik makanan. Fondasi-fondasi itu terus membentuk pekerjaan saya, baik saat menciptakan pengalaman bersantap, berkolaborasi dengan chef lain, maupun bercerita melalui makanan,” tutur Yuda.
Dari dapur profesional, Yuda merambah dunia televisi dan menjadi wajah yang dikenal luas melalui program-program di Asian Food Network, sebelum memenangkan The Maverick Academy pada 2024, sebuah kompetisi kuliner regional yang memadukan keahlian memasak dan jiwa kewirausahaan. Setelah kemenangan itu, ia berkolaborasi dengan Chef Alvin Leung di LUMA, Hong Kong.
Kini karyanya mencakup pembawa acara televisi, konten kuliner, pop-up dining, dan kolaborasi internasional. Cita rasa Indonesia tetap menjadi pusat identitas kulinernya. Sementara itu, rasa ingin tahunya terus merambah pada orang-orang, tempat-tempat, dan tradisi yang membentuk cara kita menikmati makanan. Melalui masakan dan kisah-kisahnya, Yuda terus memperkenalkan berbagai pengaruh tersebut kepada khalayak yang lebih luas.
Hubungan keduanya dengan Taylor’s University pun berlanjut setelah kelulusan. Baru-baru ini, Hans dan Yuda kembali hadir ke Taylor’s University melalui kampanye Camp of Leaders, di mana mereka memimpin sesi masterclass langsung dan berbagi pengalaman industri mereka dengan para calon chef, sebagai bentuk kontribusi kepada generasi berikutnya.