Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Jenis Potongan Jahe dan Kegunaannya dalam Hidangan

5 Jenis Potongan Jahe dan Kegunaannya dalam Hidangan
Potret jahe segar (pixabay.com/leo_65)

Jahe merupakan salah satu jenis rimpang yang sering digunakan dalam berbagai hidangan. Bahan ini dikenal dengan aroma khas yang tajam, serta rasa pedas hangat yang langsung terasa di mulut.

Selain meningkatkan rasa, jahe juga berfungsi untuk menghilangkan bau amis pada bahan makanan, seperti ikan dan daging. Teksturnya yang berserat dan aromanya yang kuat membuat jahe mudah dikenali dalam berbagai hidangan.

Meski dikenal pedas, tingkat rasa jahe ternyata gak selalu sama, lho. Cara memotong jahe bisa memengaruhi seberapa kuat aroma dan rasa pedasnya. Semakin kecil potongan, rasa pedasnya akan semakin terasa.

Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan bentuk potongan jahe dengan jenis hidangan yang kamu buat. Beda potongan, beda juga hasil rasanya. Yuk, kenali berbagai bentuk potongan jahe berikut ini!

Table of Content

1. Jahe geprek

1. Jahe geprek

Jahe geprek akan menguarkan aroma secara perlahan. Rasanya cenderung lebih lembut dengan sensasi hangat yang gak terlalu tajam. Cocok digunakan untuk hidangan berkuah seperti sop ikan.

Selain itu, jahe geprek juga sering digunakan untuk minuman hangat seperti wedang uwuh. Aromanya terasa ringan dan gak terlalu mendominasi, sehingga segarnya nikmat.

2. Jahe iris

Potret jahe
Potret jahe (freepik.com/jcomp)

Jahe yang diiris tipis menghasilkan aroma lebih harum dan rasa yang seimbang. Potongan ini cocok untuk tumisan, hidangan mi, atau infused water. Irisan jahe memberikan sentuhan rasa yang khas, tanpa membuat hidangan terlalu pedas.

3. Jahe potong korek api

Potongan jahe berbentuk korek api memberikan sensasi pedas yang lebih terasa. Rasa hangatnya langsung muncul saat masuk ke mulut. Jenis potongan ini cocok untuk hidangan berkuah atau masakan yang dikukus.

4. Jahe cincang

Potret jahe
Potret jahe (pixabay.com/siala)

Jahe cincang memiliki ukuran yang lebih kecil, sehingga rasa dan aromanya menjadi lebih kuat. Semakin kecil potongannya, semakin intens rasa pedas yang dihasilkan. Potongan ini cocok untuk berbagai hidangan Asia seperti isian hakau.

5. Jahe parut

Jahe parut menghasilkan rasa paling tajam dibandingkan bentuk lainnya. Teksturnya yang halus membuat sari jahe lebih cepat keluar dan menyebar ke seluruh masakan.

Potongan ini cocok digunakan sebagai bumbu dasar untuk daging, jamu, atau minuman herbal. Rasa hangatnya terasa lebih kuat dan langsung terasa di tubuh.

Itu dia berbagai bentuk potongan jahe yang bisa membantu kamu mengatur rasa dalam masakan. Dengan teknik yang tepat, kamu bisa mendapatkan aroma dan sensasi pedas yang sesuai dengan kebutuhan hidangan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Bolu Panggang Kismis 4 Telur yang Lembut dan Anti Bantat

30 Mar 2026, 20:15 WIBFood