Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Kuliner Vegan Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?
Potret tempe goreng (vecteezy.com/ baguswahyu)
  • TasteAtlas merilis 10 kuliner vegan Indonesia terbaik, menyoroti kekayaan hidangan nabati Nusantara berbahan tempe, tahu, sayuran, buah, dan rempah autentik.
  • Tempe goreng menempati peringkat pertama, diikuti ketoprak tanpa telur dan tempe orek; ketiganya menampilkan variasi rasa gurih, manis, segar, serta pedas.
  • Daftar juga mencakup sayur asem, tempe kering, singkong goreng, tempe bacem, terong balado, rendang nangka, dan pepes tahu dari berbagai daerah Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia dikenal memiliki kekayaan kuliner berbasis nabati yang tak kalah beragam dibandingkan hidangan berbahan daging. Berbagai olahan tradisional yang memanfaatkan tempe, tahu, sayuran, hingga buah-buahan telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat di berbagai daerah.

Tak hanya lezat, banyak di antaranya juga menawarkan cita rasa yang kompleks berkat penggunaan rempah-rempah khas Nusantara. Menariknya, kelezatan kuliner vegan Indonesia kini turut mendapat perhatian dunia.

Platform panduan kuliner internasional, TasteAtlas, merilis daftar hidangan vegan terbaik dari Indonesia yang dinilai memiliki cita rasa autentik dan layak dicoba. Penasaran makanan apa saja yang masuk dalam daftarnya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

1. Tempe goreng

Posisi pertama ditempati tempe goreng, salah satu hidangan yang paling akrab di meja makan masyarakat Indonesia. Tempe dibumbui dengan bawang putih, ketumbar, kunyit, dan garam sebelum digoreng hingga berwarna keemasan.

Teksturnya renyah di bagian luar, tetapi tetap lembut di dalam. Tak heran jika tempe goreng menjadi lauk favorit sekaligus camilan yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

2. Ketoprak

Potret ketoprak (commons.wikimedia.org/Midori)

Di urutan kedua ada ketoprak, kuliner khas Jakarta yang terdiri dari lontong, bihun, tahu goreng, taoge, dan mentimun yang disiram bumbu kacang serta kecap manis. Dalam versi vegan, ketoprak disajikan tanpa tambahan telur. Perpaduan rasa gurih, manis, dan segarnya tetap menjadikan hidangan ini sebagai salah satu makanan khas Betawi yang disukai masyarakat Indonesia.

3. Tempe orek

Tempe orek berhasil menempati posisi ketiga. Hidangan ini dibuat dari tempe yang dipotong kecil-kecil, lalu dimasak bersama kecap manis, bawang merah, bawang putih, cabai, dan aneka bumbu lainnya. Perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas membuat tempe orek menjadi lauk rumahan yang cocok disantap kapan saja.

4. Sayur asem

Potret sayur asem (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Posisi keempat ditempati sayur asem, salah satu hidangan berkuah yang identik dengan rasa segar dari asam jawa. Isinya beragam, mulai dari jagung, kacang panjang, labu siam, melinjo, daun melinjo, hingga kacang tanah. Sayur asem biasanya menjadi pelengkap nasi bersama lauk sederhana, seperti tempe atau tahu goreng.

5. Tempe kering

Tempe kering masuk ke dalam lima besar kuliner vegan terbaik Indonesia versi TasteAtlas. Hidangan ini dibuat dari irisan tempe yang digoreng hingga renyah, kemudian dimasak kembali bersama bumbu manis pedas berbahan kecap dan cabai. Karena daya simpannya cukup lama, tempe kering juga kerap dijadikan stok lauk di rumah. Tinggal siapkan nasi putih hangat!

6. Singkong goreng

Potret singkong goreng (vecteezy.com/Reza Fahmi K)

Selain makanan berat, camilan tradisional juga mendapat tempat dalam daftar ini. Singkong goreng menempati posisi keenam berkat teksturnya yang renyah di luar dan empuk di dalam. Sebelum digoreng, singkong biasanya direbus atau dikukus terlebih dahulu, agar hasilnya lebih lembut. Hidangan ini cocok disantap sebagai teman minum teh maupun kopi.

7. Tempe bacem

Di urutan ketujuh, ada tempe bacem, kuliner khas Jawa Tengah dan Yogyakarta yang terkenal dengan cita rasa manis gurih. Tempe dimasak menggunakan air kelapa, gula merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, dan daun salam hingga bumbunya meresap. Setelah itu, tempe biasanya digoreng sebentar sebelum disajikan sehingga aromanya semakin harum.

8. Terong balado

ilustrasi terong balado khas Minang (vecteezy.com/dina marlina)

Terong balado mewakili kuliner khas Minangkabau dalam daftar ini. Hidangan tersebut menggunakan terong yang digoreng atau dipanggang, lalu disiram sambal balado berbahan cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Perpaduan tekstur lembut terong dengan sambal yang pedas dan gurih membuat menu ini cocok disantap bersama nasi hangat.

9. Rendang nangka

Meski identik dengan daging sapi, rendang juga memiliki versi berbahan nabati, yakni rendang nangka. Hidangan ini menggunakan nangka muda sebagai bahan utama yang dimasak bersama santan dan aneka rempah khas Minangkabau hingga bumbunya meresap. Hasilnya berupa sajian dengan cita rasa kaya rempah yang tetap lezat, meski tanpa menggunakan bahan hewani. Tak kalah lezat dari daging sapi atau ayam, lho!

10. Pepes tahu

ilustrasi mengukus pepes (vecteezy.com/Montian Noowong)

Terakhi, ada pepes tahu, hidangan sederhana yang dibuat dari tahu yang telah dihaluskan dan dicampur dengan bumbu rempah serta daun kemangi. Adonan tersebut kemudian dibungkus daun pisang sebelum dikukus hingga matang. Proses memasak ini menghasilkan aroma khas daun pisang yang berpadu dengan tekstur tahu yang lembut dan gurih.

Itu dia beberapa kuliner vegan Indonesia yang wajib dicoba versi TasteAtlas. Berbekal bahan-bahan sederhana dan kekayaan rempah Nusantara, makanan berbasis nabati khas Indonesia mampu menghadirkan cita rasa yang autentik, sekaligus memperkenalkan keberagaman gastronomi Tanah Air kepada lebih banyak pencinta kuliner internasional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article