Comscore Tracker

Food Challenge: Sarapan Sereal Sebenarnya Bergizi Gak, Sih?

Jangan-jangan cuma mitos

Metode diet tertentu gak bisa jadi patokan keberhasilan kamu buat menurunkan berat badan. Tiap orang punya kebutuhan berbeda-beda untuk menjaga bentuk tubuh sesuai dengan cara yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Bisa jadi kalau ada temanmu berhasil dengan jenis diet A, tapi saat kamu lakukan hasilnya justru gak efektif.

Hal ini juga dirasakan oleh Pinka Wima yang bertekad mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat. Dia berharap nantinya berimbas pada penurunan angka di timbangan. Pengalaman Pinka menjalani pola makan barunya sejak November 2017 lalu sudah terangkum di "Food Challenge" kali ini.

1. Rutin makan sereal dan susu ternyata berpengaruh besar

Food Challenge: Sarapan Sereal Sebenarnya Bergizi Gak, Sih?healthline.com

Sebelumnya, Pinka memang sudah terbiasa makan pagi, hanya saja menu yang dia makan tidak teratur, "Aku sih pokoknya makan, bisa pecel, nasi campur, sampai mie instan. Intinya perut gak keroncongan pagi-pagi," ungkapnya

Tak ingin menyengsarakan diri dengan skip sarapan, Pinka memilih sereal jagung dan susu segar untuk di makan saat pagi hari. Selain lebih praktis, ternyata sereal mengenyangkan dan cukup efektif menahan nafsu makan sampai jam makan siang tiba.

Kata Pinka, ada perbedaan signifikan setelah ia beralih dari sarapan nasi ke sereal, "Kalau makan berat tuh biasanya ngantuk. Tapi pas makan sereal kenyangnya pas dan gak bikin ngantuk, di perut rasanya juga enakan."

2. Tapi bagaimana dengan gizinya? Apakah bisa memenuhi kebutuhan?

Food Challenge: Sarapan Sereal Sebenarnya Bergizi Gak, Sih?polygon.com

Ketika dikonfirmasi, Ilmuwan nutrisi dari Universitas Ciputra Surabaya Matthew Lantz Blaylock menyampaikan kalau makanan seperti corn flakes belum memenuhi kebutuhan nutrisi atau menjaga pola makan sehat.

"Walaupun corn flakes dibuat dari jagung, jagung itu sudah diolah dan ada tambahan gula dan bahan kimia yang tidak ada di jagung murni," tuturnya saat diwawancara tim IDN Times Rabu, 24 Januari 2018.

Ia melanjutkan, indeks glikemik pada sereal jagung adalah 81. Indeks glikemiks merupakan pengaruh makanan terhadap tingkat glukosa darah dan kadarnya dianggap tinggi jika angkanya sudah di atas 70. "Bisa memicu masalah untuk penderita diabet," sambung Matthew.

Meski dalam keterangan nilai gizi di kotak sereal tertulis kandungan gula hanya 3 gram, jumlah karbohidrat jagung adalah 24 gram. Karbohidrat ini yang mudah dipecah dan diserap tubuh sehingga memungkinkan kenaikan gula darah.

Baca juga: Food Challenge: Begini Reaksi Tubuh ketika Konsumsi Gulamu Berlebih

3. Ada syarat tambahan kalau masih ingin lanjut makan sereal

Food Challenge: Sarapan Sereal Sebenarnya Bergizi Gak, Sih?recipes.heart.org

Ada baiknya sereal hanya dijadikan makanan selingan atau pendamping, itu pun perlu didukung dengan tambahan gizi lainnya. Pinka yang dari awal sudah paham sereal tidak bisa jadi satu-satunya sumber gizi, juga mengkonsumsi buah setiap hari dan minum air putih 1,5 liter.

"Aku setiap hari pasti makan buah, sih, terutama untuk mengganti makan malam. Biasanya gantian antara pisang, apel, pear, buah naga, sama makan yogurt," kata Pinka.

Soal pemilihan buah Matthew mengatakan semua macam buah bagus dikonsumsi, tapi ada baiknya dalam sehari makan 3-5 porsi buah. Tidak ada larangan juga untuk makan buah masam berbarengan dengan minum susu, seperti mitos yang beredar di masyarakat selama ini.

"Itu mitos, tidak ada masalah untuk makan buah sama susu. Di UK banyak orang makan stroberi dan cream dan tidak ada masalah sama sekali," Ucap Matthew saat ditanya soal hal tersebut.

4. Ini efek yang dirasakan setelah makan sereal dan buah selama dua bulan

Food Challenge: Sarapan Sereal Sebenarnya Bergizi Gak, Sih?iStock.com/wmaster890

Selama dua bulan terakhir Pinka menjalankan diet yang tak menyiksa, karena ia tetap bisa makan tiga kali sehari dengan porsi normal tanpa rasa lapar berlebih.

Setelah makan sereal dan susu di pagi hari, siangnya ia tetap makan nasi dengan lauk dan sayur, kemudian dilanjutkan buah-buahan di sore dan malam hari. Ketika lapar menyerang, ia akan lari ke buah dan air putih untuk menghindari ngemil.

Hasilnya, berat badannya sudah turun 3 kilogram plus badan yang terasa lebih ringan. "Badan jadi enteng banget rasanya, perut gak pernah begah soalnya pencernaan lancar tiap hari. Padahal biasanya BAB dua hari sekali," kata Pinka.

"Dulu pas masih makan malam, besoknya perut langsung keroncongan dan lapar banget. Tapi setelah diganti buah, bangun tidur badanku enak-enaka aja gak kelaparan. Intinya sih pola makanku udah kebentuk," Lanjutnya lagi.

Diet sehat adalah diet yang berorientasi untuk mengubah gaya hidup agar jadi lebih sehat. Idealnya, penurunan berat badan gak terjadi secara ekstrem, yakni sekitar dua kilogram satu bulan. Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Ali Khomsan.

Ali berpendapat kalau dietnya pakai cara ekstrem, turunnya memang banyak. Tapi, sebulan-dua bulan dia sudah capek. "Bisa-bisa kembali ke kebiasaan lama, karena merasa diet itu menyiksa," tuturnya.

Nah, untuk kamu yang sudah punya keinginan berdiet, coba pikir-pikir lagi deh apa tujuan sebenarnya. Apakah hanya sekadar turun berat badan atau ingin memperbaiki kualitas tubuh? Jangan sampai apa yang kamu lakukan nanti jadi sia-sia karena kurusnya cuma sebentar saja.

Baca juga: Food Challenge: Diet Kopi Bisa Turun Puluhan Kilogram, Sehatkah?

yummy-banner

Topic:

Berita Terkini Lainnya