Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sambal Matah vs Dabu-Dabu, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Pedas?

ilustrasi sambal matah (commons.wikimedia.org/Windi Utari)
ilustrasi sambal matah (commons.wikimedia.org/Windi Utari)
Intinya sih...
  • Sambal matah berasal dari Bali, sementara sambal dabu-dabu berasal dari Manado
  • Sambal matah menggunakan cabai rawit merah, bawang merah, serai, dan daun jeruk sebagai bahan utama
  • Sambal matah lebih pedas karena menggunakan cabai rawit merah murni dalam jumlah banyak
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sambal jadi pelengkap wajib di banyak hidangan Nusantara, apalagi kalau kamu pecinta makanan pedas. Dua sambal segar yang sering bikin penasaran adalah sambal matah dari Bali dan sambal dabu-dabu dari Manado. Keduanya terlihat mirip karena sama-sama mentah dan penuh warna, tapi ternyata rasa dan kegunaannya cukup berbeda.

Kalau kamu pernah mencoba keduanya, mungkin sempat bertanya: mana yang lebih pedas? Atau, sambal mana yang paling cocok untuk lauk favoritmu? Yuk, kita bahas perbedaan antara sambal matah dan dabu-dabu secara lengkap!


1. Asal dan karakter umum

ilustrasi sambal dabu-dabu (commons.wikimedia.org/Windi Utari)
ilustrasi sambal dabu-dabu (commons.wikimedia.org/Windi Utari)

Sambal matah berasal dari Bali dan dikenal sebagai sambal mentah karena semua bahannya digunakan tanpa dimasak. Ciri khasnya adalah aroma yang tajam dan segar, dengan irisan bahan yang kasar namun tetap berpadu harmonis. Sambal ini biasanya disiram minyak panas untuk mengeluarkan aroma dan rasa dari bahan mentahnya.

Di sisi lain, sambal dabu-dabu berasal dari Manado, Sulawesi Utara, dan kerap disamakan dengan salsa karena tampilannya yang berwarna-warni dan segar. Tidak seperti sambal yang ditumbuk, dabu-dabu diracik dengan cara diiris kasar dan dicampur begitu saja. Meski sama-sama mentah, karakter rasa keduanya sangat berbeda.


2. Bahan utama

ilustrasi sambal dabu-dabu (pexels.com/Alex P)
ilustrasi sambal dabu-dabu (pexels.com/Alex P)

Sambal matah biasanya terdiri dari cabai rawit merah, bawang merah, serai, daun jeruk, dan kadang terasi. Ciri khas lainnya adalah minyak panas yang disiram ke bahan-bahan mentah tersebut, menghasilkan sambal yang aromatik dan gurih. Sentuhan air jeruk limau memberikan kesegaran sekaligus menyeimbangkan rasa pedas dan gurihnya.

Sambal dabu-dabu memakai campuran cabai rawit dan cabai besar, tomat segar, bawang merah, jeruk nipis, serta garam dan minyak. Tomat yang digunakan memberi rasa segar dan juicy, sementara jeruk nipis menambah keasaman yang kuat. Secara keseluruhan, sambal dabu-dabu terasa lebih cerah, asam, dan ringan di mulut.


3. Mana yang lebih pedas?

ilustrasi sambal matah (unsplash.com/Inna Safa)
ilustrasi sambal matah (unsplash.com/Inna Safa)

Tingkat kepedasan sambal matah biasanya lebih tinggi karena memakai cabai rawit merah murni dalam jumlah banyak. Tidak ada bahan yang melunakkan rasa pedasnya, sehingga sensasi panas langsung terasa di lidah. Minyak panas yang disiram ke bahan mentah juga memperkuat rasa pedas dan aromatik sambal ini.

Sementara itu, sambal dabu-dabu cenderung terasa lebih seimbang karena ada tomat dan jeruk nipis yang membantu meredam rasa pedasnya. Meski tetap menggunakan cabai rawit, rasa segarnya membuat pedasnya terasa lebih “ringan”. Namun tentu saja, tingkat pedas bisa sangat bervariasi tergantung jumlah cabai dan racikan masing-masing orang.


4. Pasangan serasi di piring

ilustrasi sambal matah (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)
ilustrasi sambal matah (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)

Sambal matah sangat cocok disajikan bersama hidangan khas Bali seperti ayam betutu, ikan bakar, nasi campur Bali, atau sate lilit. Keharumannya yang khas membuat rasa lauk semakin kuat dan menggoda. Bahkan nasi putih biasa pun bisa terasa spesial jika disantap dengan sambal ini.

Sebaliknya, sambal dabu-dabu menjadi pelengkap yang sempurna untuk masakan Manado seperti ikan bakar rica, ayam goreng, atau nasi kuning. Rasa segar dan asam dari sambalnya membantu menyeimbangkan hidangan yang gurih dan berminyak. Cocok untuk kamu yang suka cita rasa pedas segar yang menggugah selera.

Meski sama-sama sambal segar, sambal matah dan dabu-dabu punya keunikan masing-masing dalam rasa, bahan, dan pasangannya. Mau yang lebih pedas dan aromatik? Pilih sambal matah. Tapi kalau kamu ingin sambal yang segar dan asam, dabu-dabu adalah jawabannya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us