Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tips Menggunakan Slow Cooker untuk Masakan Harian, Hasilnya Nendang!

6 Tips Menggunakan Slow Cooker untuk Masakan Harian, Hasilnya Nendang!
ilustrasi slow cooker (vecteezy.com/Graphicsstudio 5)

Slow cooker sering jadi andalan untuk orang-orang yang ingin masak praktis tanpa harus bolak-balik ke dapur. Tinggal masukkan bahan, atur waktu, dan biarkan alat ini bekerja sendiri. Cocok sekali untuk memasak menu harian, apalagi kalau lagi sibuk atau pengen yang serba efisien.

Namun, walaupun kelihatannya gampang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan slow cooker. Tujuannya supaya hasil masakan tidak hanya matang, tapi juga enak dan beraroma. Dengan sedikit trik, masakan yang dihasilkan bisa terasa jauh lebih maksimal.

1. Jangan sering buka tutup slow cooker

ilustrasi slow cooker
ilustrasi slow cooker (unsplash.com/MChe Lee)

Kebiasaan mengecek masakan itu wajar, apalagi kalau baru pertama kali pakai slow cooker. Namun, justru ini yang membuat proses memasak jadi kurang optimal. Setiap kali tutup dibuka, panas yang sudah terkumpul di dalam langsung keluar, dan suhu butuh waktu lagi untuk stabil. Akibatnya, waktu memasak bisa jadi lebih lama dari yang seharusnya. Kalau memang tidak darurat, lebih baik biarkan tertutup sampai waktu masaknya selesai. 

2. Atur jumlah cairan dengan bijak

ilustrasi slow cooker
ilustrasi slow cooker (unsplash.com/Zhisheng Deng)

Slow cooker bekerja dengan cara mempertahankan uap air, jadi cairan di dalamnya tidak cepat menguap seperti saat masak di kompor. Artinya, kamu tidak perlu menambahkan terlalu banyak air atau kaldu. Kalau kebanyakan, hasilnya bisa jadi terlalu encer dan rasanya kurang nendang. Sebagai patokan, cukup gunakan sekitar setengah dari jumlah cairan yang biasa dipakai di resep masakan biasa. Nanti dari bahan seperti daging atau sayur juga akan keluar air sendiri.

3. Susun bahan sesuai teksturnya

ilustrasi memotong wortel
ilustrasi memotong wortel (freepik.com/stockking)

Ini trik yang sering dilewatkan, padahal penting sekali. Bahan yang keras, seperti kentang, wortel, atau umbi-umbian sebaiknya ditaruh di bagian bawah karena posisinya paling dekat dengan sumber panas. Sedangkan, bahan yang lebih cepat matang seperti daging tanpa tulang atau sayuran lunak bisa diletakkan di atas. Dengan cara ini, semua bahan punya kesempatan matang secara merata, jadi tidak ada cerita sebagian terlalu lembek sementara yang lain masih keras.

4. Gunakan mode low untuk hasil maksimal

ilustrasi slow cooker
ilustrasi slow cooker (unsplash.com/Katherine Chase)

Memang ada pilihan mode high kalau kamu sedang terburu-buru, tapi kalau punya waktu lebih, sebaiknya pakai mode low. Proses memasak yang lebih lama justru membantu bumbu meresap lebih dalam dan tekstur daging jadi lebih empuk. Masakan seperti semur, sup, atau opor biasanya jauh lebih keluar rasanya kalau dimasak pelan-pelan. Jadi, meskipun lebih lama, hasilnya bikin puas.

5. Tumis bumbu dulu kalau mau lebih harum

ilustrasi bawang merah dan bawang putih
ilustrasi bawang merah dan bawang putih (freepik.com/wirestock)

Kalau kamu masak masakan khas Indonesia, step ini sebenarnya game changer. Bumbu yang langsung dimasukkan ke slow cooker memang tetap matang, tapi aromanya beda dengan bumbu yang sudah ditumis terlebih dahulu. Proses menumis membantu mengeluarkan minyak dan aroma rempah sehingga rasa masakan jadi lebih kaya. Memang, step ini tidak wajib dilakukan, tapi kalau kamu punya waktu ekstra, ini sangat direkomendasikan.

6. Tambahkan bahan sensitif di akhir

ilustrasi santan
ilustrasi santan (freepik.com/freepik)

Beberapa bahan, seperti santan, susu, atau sayuran hijau sebaiknya tidak dimasak terlalu lama di slow cooker. Santan bisa pecah, sementara sayur hijau bisa berubah warna dan teksturnya jadi kurang menarik. Solusinya, masukkan bahan-bahan ini di 30–60 menit terakhir menjelang masakan selesai. Dengan begitu, rasanya tetap fresh dan tampilannya juga lebih menggugah selera.

Pakai slow cooker itu sebenarnya soal sabar dan tahu timing. Sekali kamu sudah paham polanya, masak jadi jauh lebih santai dan minim drama. Tinggal masukkan bahan, lalu nikmati hasilnya. Untuk menu harian, alat ini benar-benar bisa jadi penyelamat. Apalagi kalau kamu sedang capek tapi tetap ingin makan masakan rumah yang hangat dan enak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Loco Moco untuk Makan Malam, Kombinasi Daging dan Telur

20 Apr 2026, 07:18 WIBFood