ilustrasi menggoreng kentang (pexels.com/Ron Lach)
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menggoreng kentang hanya satu kali dengan suhu yang terlalu tinggi. Padahal, banyak restoran menggunakan teknik double frying atau menggoreng dua kali. Penggorengan pertama dilakukan pada suhu yang lebih rendah untuk mematangkan bagian dalam kentang tanpa membuat permukaannya cepat berwarna cokelat. Setelah itu, kentang didiamkan beberapa saat hingga agak dingin sebelum digoreng kembali pada suhu yang lebih tinggi.
Selain menggunakan teknik dua kali goreng, kamu juga sebaiknya jangan memenuhi wajan dengan terlalu banyak kentang sekaligus. Saat terlalu banyak kentang dingin masuk ke minyak, suhu minyak akan turun drastis sehingga kentang justru menyerap lebih banyak minyak daripada membentuk kerak renyah. Gorenglah dalam beberapa batch kecil agar suhu minyak tetap stabil. Begitu kentang selesai digoreng untuk kedua kalinya, segera taburkan garam selagi masih panas supaya bumbunya menempel dengan baik pada seluruh permukaan.
Membuat kentang goreng yang renyah ternyata gak membutuhkan bahan rahasia ataupun peralatan mahal, kok. Hal yang paling menentukan justru adalah bagaimana kamu memperlakukan kentang sebelum dan selama proses memasak. Mengurangi kadar air, menghilangkan pati berlebih, serta menerapkan teknik menggoreng yang tepat merupakan tiga langkah sederhana yang bisa memberikan perubahan besar pada hasil akhir.
Meski membutuhkan sedikit waktu ekstra, proses tersebut akan membuat kentang goreng buatan rumah terasa lebih mirip seperti yang disajikan di restoran. Jadi, kalau selama ini kentang gorengmu masih sering lembek, mungkin yang perlu diubah bukan bahannya, melainkan teknik memasaknya.