Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Penyebab Adonan Donat Gagal Mengembang Sempurna

ilustrasi donat
ilustrasi donat (bhg.com)
Intinya sih...
  • Ragi tidak aktif atau sudah kadaluwarsa
  • Suhu cairan tidak sesuai
  • Waktu fermentasi kurang atau berlebihan
  • Teknik pengulenan yang kurang tepat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Donat yang empuk dan mengembang sempurna memang menjadi dambaan bagi banyak orang yang gemar membuat kue di rumah. Namun, tidak sedikit pula yang mengalami kegagalan karena membuat donat bantat atau hanya mengembang sebagian pada saat goreng.

Masalah adonan donat yang tidak mengembang dengan baik kerap kali disebabkan oleh kesalahan teknis yang mungkin terlihat sepele di awal. Pahamilah beberapa penyebab berikut ini yang membuat adonan donat gagal mengembang dengan sempurna, sehingga perlu diwaspadai sejak awal.

1. Ragi tidak aktif atau sudah kadaluwarsa

ilustrasi ragi
ilustrasi ragi (unsplash.com/Karyna Panchenko)

Ragi merupakan bahan utama yang berperan penting dalam proses pengembangan dari adonan donat yang dibuat. Sayangnya jika ragi sudah kadaluwarsa atau mati akibat penyimpanan yang kurang tepat, maka adonan tidak akan menghasilkan gas yang cukup untuk bisa mengembang dengan sempurna.

Penggunaan ragi yang langsung dicampur dengan air terlalu panas turut membunuh mikroorganisme di dalamnya. Kondisi ini akan membuat adonan tetap padat, meski sudah melalui proses fermentasi yang cukup lama.

2. Suhu cairan tidak sesuai

ilustrasi air hangat
ilustrasi air hangat (unsplash.com/Joe Pregadio)

Suhu cairan yang digunakan untuk melarutkan lagi sangat memengaruhi keberhasilan dari adonan donat tersebut. Cairan yang terlalu dingin akan memperlambat kinerja ragi, sedangkan cairan yang terlalu panas justru bisa merusaknya secara permanen.

Idealnya cairan yang digunakan berada pada suhu hangat agar ragi bisa bekerja lebih optimal. Dengan suhu yang tepat, maka proses fermentasi pun akan berjalan dengan lebih stabil dan adonan bisa mengembang secara merata.

3. Waktu fermentasi kurang atau berlebihan

ilustrasi adonan
ilustrasi adonan (unsplash.com/Alejandro Villa)

Fermentasi yang tidak tepat kerap menyebabkan adonan donat gagal mengembang sempurna. Jika waktu fermentasi terlalu singkat, maka ragi belum menghasilkan cukup gas untuk membuat adonan mengembang secara lebih maksimal.

Sebaliknya, jika fermentasinya dilakukan terlalu lama, maka akan membuat struktur gluten melemah dan adonan pun akan lebih mudah kempis. Oleh sebab itu, penting untuk mengikuti waktu fermentasi yang dianjurkan agar bisa menghasilkan donat yang terasa empuk pada saat diolah.

4. Teknik pengulenan yang kurang tepat

ilustrasi adonan
ilustrasi adonan (unsplash.com/Nadya Spetnitskaya)

Pengulenan adonan memiliki fungsi untuk membentuk gluten yang kuat dan juga elastis pada adonan donat. Jika adonannya tidak diuleni hingga benar-benar kalis, maka struktur gluten pun tidak terbentuk dengan baik, sehingga adonannya akan sulit untuk mengembang dengan sempurna.

Sebaliknya, pengulenan yang terlalu lama turut membuat adonan menjadi terlalu panas dan pada akhirnya lengket. Kondisi ini akan sangat mengganggu kerja ragi dan memengaruhi tekstur akhir donat setelah digoreng nanti.

Adonan donat yang mengembang sempurna merupakan hasil dari perpaduan bahan, teknik, dan waktu yang tepat. Dengan memahami penyebab kegagalan, maka bisa memperbaiki proses pembuatannya. Nantinya kamu akan bisa tetap menghasilkan donat yang bertekstur lembut, empuk, dan memuaskan pada saat disajikan di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Perbedaan Soft Cookies dan Crunchy Cookies

11 Jan 2026, 21:42 WIBFood