Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Resep Saenggang Cha, Teh Jahe Hangat Khas Korea

3 min read
Resep Saenggang Cha, Teh Jahe Hangat Khas Korea
ilustrasi saenggang cha (commons.wikimedia.org/맛짱)

Saenggang cha merupakan minuman tradisional Korea yang dibuat dari jahe dan air panas. Minuman ini dikenal dengan aroma jahe yang kuat serta perpaduan rasa pedas, hangat, dan sedikit manis. Di Korea, teh jahe kerap dinikmati ketika cuaca dingin atau saat tubuh membutuhkan minuman hangat.

Minuman ini bisa disajikan dengan tambahan madu dan sedikit perasan lemon untuk menghasilkan rasa yang lebih seimbang. Racikannya juga cukup sederhana sehingga bisa dibuat sendiri menggunakan bahan yang mudah ditemukan di Indonesia. Yuk, coba resep saenggang cha atau teh jahe hangat khas Korea berikut ini!

  1. Bahan Saenggang Cha

    ilustrasi bahan saenggang cha
    ilustrasi bahan saenggang cha (pexels.com/www.kaboompics.com)
    1. 50 gram jahe segar

    2. 500 ml air

    3. 2–3 sdm madu

    4. 1 sdm gula pasir (opsional)

    5. 1 sdt air perasan lemon (opsional)

  2. Cara Membuat Saenggang Cha

    ilustrasi membuat saenggang cha
    ilustrasi membuat saenggang cha (pixabay.com/MYCCF)
    1. Kupas jahe, lalu cuci sampai bersih. Iris tipis atau memarkan jahe agar sari dan aromanya lebih mudah keluar ketika direbus. Jika ingin rasa yang lebih kuat, jahe juga bisa diparut terlebih dahulu.

    2. Masukkan jahe dan 500 ml air ke dalam panci. Rebus menggunakan api kecil selama sekitar 15–20 menit sampai aroma jahe tercium kuat dan warna air sedikit berubah.

    3. Matikan api, kemudian saring air rebusan jahe untuk memisahkan ampasnya. Tuangkan air jahe ke dalam teko atau wadah tahan panas.

    4. Tambahkan madu dan gula pasir jika ingin rasa yang lebih manis. Aduk sampai larut, lalu masukkan air perasan lemon apabila ingin memberikan sedikit rasa segar.

    5. Tuangkan saenggang cha ke dalam cangkir saji. Teh jahe hangat khas Korea siap dinikmati.

  3. Tips Membuat Saenggang Cha

    ilustrasi saenggang cha
    ilustrasi saenggang cha (commons.wikimedia.org/국립국어원)
    1. Pilih jahe yang masih segar dan padat. Jahe dengan permukaan kulit yang tidak terlalu keriput biasanya memiliki aroma lebih kuat. Hindari jahe yang sudah lembek atau menunjukkan tanda pembusukan.

    2. Atur intensitas rasa jahe sesuai selera. Jahe yang diiris tipis cenderung menghasilkan rasa lebih ringan, sedangkan jahe yang dimemarkan atau diparut dapat memberikan sensasi pedas yang lebih kuat. Jumlah jahe juga bisa dikurangi jika belum terbiasa dengan rasanya.

    3. Jangan langsung memasukkan madu ketika air masih mendidih. Biarkan air jahe sedikit turun suhunya sebelum madu dicampurkan. Langkah ini juga membantu menjaga aroma madu agar tidak terlalu berubah akibat panas berlebih.

    4. Gunakan lemon secukupnya. Rasa asam yang terlalu dominan bisa menutupi karakter jahe. Penambahan sedikit air lemon sudah cukup untuk memberikan sentuhan segar pada minuman.

    5. Simpan sisa air rebusan jahe di dalam wadah tertutup setelah suhunya turun. Masukkan ke lemari pendingin dan konsumsi dalam waktu sekitar 2–3 hari. Hangatkan kembali secukupnya ketika ingin disajikan.

    Saenggang cha bisa dinikmati sebagai teman bersantai pada pagi atau malam hari. Perpaduan aroma jahe dan rasa manis madu membuat minuman tradisional Korea ini terasa nyaman saat diseruput hangat-hangat. Racikannya pun dapat disesuaikan dengan selera tanpa menghilangkan karakter utama teh jahe.

     

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More