Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Meningkatkan Asupan Magnesium Secara Alami Tanpa Suplemen
ilustrasi menyiapkan makanan sehat (pexels.com/Yaroslav Shuraev)
  • Artikel menyoroti pentingnya magnesium bagi energi, fungsi otot, dan saraf, serta menjelaskan bahwa kebutuhan mineral ini bisa dipenuhi tanpa suplemen melalui makanan sehari-hari.
  • Lima cara alami yang disarankan meliputi konsumsi sayuran hijau, kacang dan biji-bijian, biji-bijian utuh, ikan atau protein alami, serta memperhatikan teknik memasak agar nutrisi tidak hilang.
  • Penulis menekankan konsistensi dalam memilih menu seimbang dan cara olah yang tepat sebagai kunci menjaga kadar magnesium tubuh tetap optimal untuk mendukung aktivitas harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa tubuh gampang lelah, susah fokus, atau tiba-tiba kram meski aktivitas tidak terlalu berat? Banyak orang tidak sadar bahwa kondisi seperti ini bisa saja berkaitan dengan kurangnya asupan magnesium dalam tubuh. Padahal, mineral satu ini punya peran penting dalam menjaga fungsi otot, saraf, hingga energi harian yang sering kita butuhkan tanpa disadari.

Kabar baiknya, kebutuhan magnesium sebenarnya bisa dipenuhi tanpa harus mengandalkan suplemen tambahan. Sumbernya pun cukup mudah ditemukan di sekitar kita, mulai dari makanan sehari-hari hingga kebiasaan kecil yang sering tidak kita sadari manfaatnya. Biar kamu gak keliru langkah dan bisa menjaga asupan magnesium dengan cara yang lebih alami, yuk lanjut simak lima cara meningkatkan asupan magnesium secara alami tanpa suplemen berikut ini.

1. Perbanyak konsumsi sayuran hijau dalam menu harian

ilustrasi sayuran organik (pixabay.com/JillWellington)

Banyak orang sering merasa sudah makan cukup, tetapi tetap gampang lelah tanpa tahu penyebab pastinya. Dalam banyak kasus, hal ini bisa terjadi karena asupan mineral penting seperti magnesium belum terpenuhi dengan baik. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, atau brokoli sebenarnya kaya magnesium yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga energi tetap stabil.

Kalau asupan sayuran hijau masih minim, tubuh bisa lebih mudah terasa lelah dan konsentrasi pun gampang buyar di tengah aktivitas. Kondisi ini kerap luput disadari karena banyak orang lebih sering memilih makanan instan atau menu praktis yang terasa cepat dan mengenyangkan. Padahal, membiasakan diri menambahkan sayuran hijau ke dalam menu harian bisa jadi cara sederhana untuk membantu mencukupi kebutuhan magnesium secara alami.

2. Pilih biji-bijian dan kacang sebagai camilan sehat

ilustrasi berbagai jenis kacang untuk selai kacang (pixabay.com/ExplorerBob)

Saat lapar di sela aktivitas, banyak orang langsung mencari camilan ringan yang tinggi gula atau garam tanpa berpikir panjang. Kebiasaan ini lama-lama bisa membuat asupan nutrisi penting seperti magnesium jadi kurang seimbang. Padahal, biji-bijian seperti almond, biji labu, atau kacang-kacangan merupakan sumber magnesium yang cukup tinggi dan mudah dikonsumsi.

Kalau camilan sehari-hari lebih sering diisi makanan olahan, tubuh bisa melewatkan banyak asupan nutrisi penting, termasuk magnesium. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat membuat energi terasa kurang stabil dan badan lebih gampang terasa lelah di tengah aktivitas. Karena itu, memilih kacang atau biji-bijian sebagai camilan bisa jadi langkah simpel untuk membantu menambah asupan magnesium tanpa perlu usaha berlebihan.

3. Biasakan memilih biji-bijian utuh dibanding olahan

ilustrasi biji-bijian utuh (unsplash.com/Maddi Bazzocco)

Dalam menu sehari-hari, nasi putih atau roti putih memang sering jadi pilihan karena rasanya familiar, teksturnya lembut, dan praktis disantap kapan saja. Sayangnya, proses pengolahan yang panjang membuat sebagian kandungan magnesium di dalamnya ikut berkurang, sehingga nutrisinya tidak selengkap bahan pangan utuh. Sebaliknya, biji-bijian utuh seperti beras merah, oatmeal, dan quinoa masih menyimpan magnesium serta mineral penting lain yang lebih terjaga.

Jika terlalu sering mengonsumsi makanan olahan, tubuh bisa kekurangan nutrisi mikro yang berperan dalam metabolisme energi. Kondisi ini mungkin tidak langsung terasa, tetapi dalam jangka panjang bisa memengaruhi stamina dan konsentrasi. Oleh karena itu, mulai mengganti sebagian makanan pokok dengan biji-bijian utuh bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi asupan magnesium.

4. Tambahkan ikan dan sumber protein alami ke menu makan

ilustrasi ikan salmon (freepik.com/KamranAydinov)

Tidak sedikit orang yang fokus pada karbohidrat dan lupa bahwa protein juga berperan dalam memenuhi kebutuhan mineral tubuh. Beberapa jenis ikan seperti salmon atau makarel, serta protein alami lain, ternyata mengandung magnesium yang cukup bermanfaat. Jika jarang mengonsumsi sumber protein berkualitas, keseimbangan nutrisi dalam tubuh bisa terganggu tanpa disadari.

Akibatnya, badan terasa lebih cepat capek dan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari pun jadi kurang maksimal. Kondisi seperti ini kerap muncul ketika menu makan terlalu monoton atau terlalu sering diisi makanan instan yang praktis, tetapi minim nutrisi. Karena itu, mulai rutin menambahkan ikan dan sumber protein alami ke dalam pola makan bisa jadi langkah sederhana untuk membantu menjaga asupan magnesium tetap seimbang.

5. Perhatikan cara memasak agar nutrisi tidak hilang

ilustrasi menumis sayuran (pexels.com/cottonbro studio)

Tidak sedikit orang yang fokus pada jenis makanannya, tetapi lupa bahwa cara mengolahnya juga ikut menentukan kandungan magnesium di dalamnya. Contohnya, sayuran yang direbus terlalu lama bisa kehilangan sebagian mineral karena larut ke dalam air selama proses memasak. Kalau kebiasaan ini terus dibiarkan, makanan yang awalnya kaya nutrisi bisa jadi tidak memberi manfaat optimal seperti yang seharusnya.

Dampaknya, meskipun sudah makan makanan sehat, tubuh tetap tidak mendapatkan asupan magnesium yang optimal. Hal ini sering terjadi karena kurangnya perhatian pada teknik memasak yang tepat dalam keseharian. Oleh sebab itu, mengolah makanan dengan cara yang lebih ringan seperti dikukus atau ditumis sebentar bisa membantu menjaga kandungan magnesium tetap terjaga.

Meningkatkan asupan magnesium sebenarnya tidak selalu harus dimulai dari suplemen, karena banyak pilihan alami yang bisa diandalkan dari makanan dan kebiasaan sehari-hari. Kuncinya ada pada konsistensi memilih menu yang lebih seimbang, beragam, dan diolah dengan cara yang tepat agar kandungan nutrisinya tetap terjaga. Jadi, kalau ingin tubuh tetap bertenaga dan kebutuhan magnesium tercukupi, mulailah dari perubahan kecil yang realistis untuk dilakukan setiap hari.

Referensi:

“Magnesium Intake and Dietary Sources among Koreans: Findings from the Korea National Health and Nutrition Examination Survey 2016–2019.” Nutrition Research and Practice. Diakses Juni 2026. https://e-nrp.org/DOIx.php?id=10.4162/nrp.2023.17.1.48

“Magnesium: A Scoping Review for Nordic Nutrition Recommendations 2023.” Food & Nutrition Research. Diakses Juni 2026. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10710857/

“Dietary Magnesium and Cardiovascular Disease: A Review with Emphasis in Epidemiological Studies.” Nutrients. Diakses Juni 2026. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5852744/

“Dietary Magnesium Intake and the Risk of Cardiovascular Disease, Type 2 Diabetes, and All-Cause Mortality: A Dose–Response Meta-Analysis of Prospective Cohort Studies.” BMC Medicine. Diakses Juni 2026. https://bmcmedicine.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12916-016-0742-z

“Dose-Response Relationship between Dietary Magnesium Intake, Serum Magnesium Concentration and Risk of Hypertension: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Cohort Studies.” Nutrition Journal. Diakses Juni 2026. https://nutritionj.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12937-017-0247-4

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article