Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tahap Pemberian MPASI untuk Anak, Lakukan Secara Bertahap

5 Tahap Pemberian MPASI untuk Anak, Lakukan Secara Bertahap
ilustrasi menyuapi anak (unsplash.com/Tanaphong Toochinda)

Memasuki usia ke-6 bulan, anak harus mulai diberikan makanan pendamping air susu ibu atau yang sering disingkat MPASI. Sebab, kebutuhan nutrisinya meningkat dan ASI tak lagi bisa memenuhinya. Selain itu, para pakar sepakat bahwa di usia ke-6 bulan, saluran cerna anak telah berkembang secara optimal sehingga dapat menerima makanan selain ASI.

Akan tetapi, mengenalkan MPASI kepada anak perlu dilakukan secara bertahap. Mulai dari tekstur, jenis makanan, hingga cara pengolahan wajib diperhatikan dengan hati-hati. Berikut ini beberapa tahap pemberian MPASI sesuai usia anak yang sebaiknya diikuti demi tumbuh kembang yang optimal.

1. Usia 6 bulan

ilustrasi bubur saring halus (freepik.com/freepik)
ilustrasi bubur saring halus (freepik.com/freepik)

Ketika pertama kali dikenalkan dengan makanan padat, kita harus memastikan agar makanan bisa diterima dengan baik. Berikan tekstur makanan yang disaring halus dalam hal ini sehingga anak dapat dengan mudah menelan dan mencernanya.

Masak semua makanan hingga teksturnya melunak. Blender dan saring makanan hingga benar-benar halus. Menurut keterangan dari UNICEF, kita bisa mengenalkan berbagai makanan di tahap ini, mulai dari serealia dan umbi-umbian, buah, sayuran, hingga kacang-kacangan. Namun, hindari pemberian madu hingga anak berusia 1 tahun guna mencegah keracunan atau botulisme yang ditimbulkan oleh bakteri Clostridium di dalamnya.

2. Usia 7 hingga 8 bulan

ilustrasi makanan saring kasar (pexels.com/Rachel Loughman)
ilustrasi makanan saring kasar (pexels.com/Rachel Loughman)

Seiring peningkatan usia anak, tekstur makanan yang diberikan juga bisa meningkat. Di usia ke-7 hingga 8 bulan, anak dapat diberikan makanan yang dihaluskan secara kasar tanpa proses penyaringan. Bahkan, frekuensi makannya meningkat hingga tiga kali dalam sehari.

Menurut keterangan National Health Service, sebaiknya hindari penggunaan garam, gula, dan lemak pada anak. Kenalkan rasa asli tiap makanan kepada anak agar ia lebih familier. Momen ini juga merupakan kunci untuk menanamkan kesukaan buah dan sayur pada anak.

3. Usia 9 hingga 10 bulan

ilustrasi anak makan (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi anak makan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Waktu untuk beralih dari makanan yang berbentuk cairan ke makanan yang semi padat akhirnya tiba. Ketika usianya menginjak 9 hingga 10 bulan, kita dapat memotong makanan hingga berukuran kecil alih-alih menghaluskannya. Namun, pastikan kita memasaknya hingga lembut agar ia mudah mengunyah dan menelannya.

Di tahap ini, anak-anak dianjurkan makan dengan jari tangannya sendiri. Ini dilakukan untuk melatih kemampuan motorik halusnya. Karena kebutuhan nutrisinya semakin meningkat, kita perlu memberikan makanan yang beragam agar gizinya terpenuhi dengan baik. 

4. Usia 11 bulan

ilustrasi anak makan (pexels.com/Mart Production)
ilustrasi anak makan (pexels.com/Mart Production)

Memasuki usia 11 bulan, anak sudah bisa menerima makanan yang lebih padat, lho! Kalau sebelumnya kita masih memberikan bubur nasi, di usia ini ia dapat mengonsumsi nasi tim dan berbagai lauk yang memiliki tekstur semi padat.

Jika sebelumnya anak masih menggunakan jari untuk makan, kali ini biarkan ia bereksplorasi dengan sendok dan garpu. Walau berantakan, tetapi ini penting untuk melatih kemampuan motorik serta mendorong anak untuk lebih mandiri.

5. Usia 12 bulan ke atas

ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/Nicole Michalou)
ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/Nicole Michalou)

Setelah berulang tahun yang pertama, anak mulai bisa mengonsumsi makanan keluarga. Artinya, ia dapat menyantap makanan yang teksturnya benar-benar padat. Di momen ini, kita juga harus mulai membiasakan makan bersama dengan keluarga guna melatih kemampuan sosial dan meningkatkan nafsu makan anak.

Meski begitu, tetap hindari penggunaan bumbu tajam yang merangsang saluran cerna, seperti cabai, lada, dan jeruk nipis. Gunakan bumbu alami seperti kaldu hasil rebusan daging dan sayuran sebagai gantinya.

Pemberian makan pada anak untuk pertama kalinya menjadi momen yang paling ditunggu para orangtua. Jangan lupa perhatikan tahap pemberian MPASI sesuai usia anak demi mendukung tumbuh kembangnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nadhifa Arnesya
EditorNadhifa Arnesya
Follow Us

Related Articles

See More

[QUIZ] Dari Aktivitas Seksual Kamu, Ini Risiko Penyakit yang Mengintai Kamu

11 Mei 2026, 23:10 WIBHealth