Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyakit yang Kini Banyak Menyerang Usia 20-an, Wajib Diwaspadai!

5 Penyakit yang Kini Banyak Menyerang Usia 20-an, Wajib Diwaspadai!
ilustrasi medical check up (freepik.com/senivpetro)

Usia dua puluhan dianggap sebagai fase paling produktif dalam hidup. Tubuh masih kuat, aktivitas padat, dan keluhan kesehatan kerap diabaikan karena dianggap sementara. Namun perubahan gaya hidup modern membuat banyak masalah kesehatan tidak memandang umur.

Tekanan kerja, pola tidur berantakan, konsumsi makanan cepat saji, serta kebiasaan duduk terlalu lama mulai berdampak nyata pada kesehatan. Sejumlah penyakit yang dulu identik dengan usia tua kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia muda. Kondisi ini perlu disadari sejak awal agar tidak berkembang menjadi masalah serius di masa depan. Berikut beberapa penyakit yang kini juga banyak menyerang usia muda.

1. Gangguan kecemasan dan depresi

Seorang mahasiswa duduk di depan laptop dengan ekspresi stres, memegang kepala sambil menatap layar di meja belajar.
ilustrasi mahasiswa yang sedang stres (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Gangguan kecemasan dan depresi kini menjadi masalah kesehatan mental yang paling sering dialami usia dua puluhan. Tekanan untuk sukses di usia muda, tuntutan sosial, serta perbandingan terus-menerus di media sosial menciptakan beban psikologis yang tidak ringan. Kondisi ini sering berkembang perlahan dan tidak selalu disadari sebagai gangguan kesehatan.

Secara fisik dan emosional, dampaknya bisa sangat luas. Mulai dari sulit tidur, kelelahan berkepanjangan, penurunan fokus, hingga gangguan nafsu makan mulai sering dialami oleh kelompok usia muda. Dalam jangka panjang, gangguan kecemasan dan depresi dapat memengaruhi sistem imun dan meningkatkan risiko penyakit lain melalui stres kronik.

2. Diabetes tipe dua

Petugas mengenakan sarung tangan biru memeriksa kadar gula darah seseorang menggunakan alat glukometer di rumah.
ilustrasi cek gula darah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Diabetes tipe dua semakin banyak ditemukan pada usia 20-an akibat perubahan pola makan dan aktivitas. Konsumsi gula berlebih, minuman manis, serta makanan ultra proses membuat kadar gula darah sering melonjak. Dalam waktu lama, tubuh dapat mengalami insulin resistance meski usia masih tergolong muda.

Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Mulai dari rasa mudah lelah, sering haus, hingga berat badan naik yang sering terabaikan. Jika tidak dikendalikan sejak awal, diabetes pada usia muda berisiko menyebabkan komplikasi lebih cepat dibandingkan di usia lanjut.

3. Penyakit asam lambung

Seorang pria mengenakan kaus putih duduk sambil memegangi perutnya dengan ekspresi kesakitan di kamar yang terang.
ilustrasi sakit di bagian perut (freepik.com/jcomp)

Penyakit asam lambung kini menjadi keluhan umum di usia dua puluhan. Pola makan tidak teratur, kebiasaan melewatkan sarapan, dan konsumsi kafein berlebihan memicu gastroesophageal reflux disease. Gejalanya berupa nyeri ulu hati, mual, dan sensasi panas di dada yang kadang menjalar ke tenggorokan.

Kondisi ini dapat memburuk ketika dipicu stres dan kebiasaan makan larut malam. Jika berlangsung lama, iritasi pada kerongkongan bisa terjadi dan memicu peradangan berulang. Banyak penderita baru menyadari tingkat keparahan setelah mengalami gangguan tidur, kehilangan fokus kerja, dan menurunnya produktivitas harian.

4. Nyeri leher dan punggung

Seorang wanita duduk sambil diperiksa bagian punggungnya oleh tenaga medis yang mengenakan seragam hijau di ruang perawatan.
ilustrasi sakit punggung (pexels.com/Karolina Kaboompics)

Nyeri leher dan punggung bawah kini semakin sering dialami usia 20-an akibat kebiasaan duduk lama. Aktivitas kerja di depan layar dengan postur tubuh yang buruk memberi tekanan berlebih pada tulang belakang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan musculoskeletal disorder ringan hingga sedang yang berkembang perlahan.

Awalnya keluhan terasa ringan dan datang pergi sehingga sering diabaikan. Namun tanpa perbaikan postur dan aktivitas fisik yang memadai, nyeri dapat menjadi kronis. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas hidup, membatasi mobilitas, dan memengaruhi kesehatan saraf serta kestabilan otot penyangga tubuh.

5. Gangguan tidur

Seorang perempuan mengenakan kaus oranye tertidur di atas meja dengan kepala bersandar pada lengannya di dekat laptop dan alat tulis.
ilustrasi tertidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Gangguan tidur tidak lagi menjadi masalah usia lanjut. Jam tidur yang tidak teratur, paparan cahaya layar sebelum tidur, dan beban pikiran membuat kualitas tidur usia 20-an menurun. Kondisi ini sering berujung pada sleep debt, yaitu akumulasi kurang tidur yang terjadi ketika kebutuhan tidur harian tidak terpenuhi selama beberapa hari atau minggu berturut turut.

Kurang tidur berdampak langsung pada konsentrasi, suasana hati, dan metabolisme tubuh. Risiko kenaikan berat badan, penurunan daya tahan tubuh, dan gangguan mood ikut meningkat. Tanpa disadari, gangguan tidur dapat menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan lain yang bersifat jangka panjang.

Meningkatnya penyakit di usia 20-an menunjukkan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh usia biologis. Pola hidup, keseimbangan mental, dan kesadaran sejak dini memegang peran besar dalam menjaga tubuh tetap sehat. Memahami gejala sejak awal membantu kita mencegah masalah kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Health

See More

5 Penyakit yang Kini Banyak Menyerang Usia 20-an, Wajib Diwaspadai!

11 Mei 2026, 10:38 WIBHealth