ilustrasi membaca label kemasan produk (magnific.com/freepik)
Mulai sekarang, coba luangkan beberapa detik untuk meninjau bagian komposisi dan informasi nilai gizi sebelum menambahkan produk ke keranjang belanja. Jangan hanya terpaku pada tulisan besar di bagian depan kemasan, karena informasi lebih mendetail biasanya terdapat di bagian belakang. Dari situ, kamu dapat mengetahui apakah produk itu mengandung gula tambahan dan seberapa banyak jumlahnya dalam satu sajian.
Kalau menemui istilah yang terdengar asing, gak perlu terburu-buru panik atau menganggap produk tersebut buruk, lho. Perhatikan juga ukuran sajian karena satu kemasan tidak selalu sama dengan porsi yang tertera pada label. Kebiasaan sederhana seperti membaca label ini seiring waktu dapat meningkatkan kesadaranmu terhadap gula tanpa harus merasa terikat oleh aturan makan yang rumit.
Hidden sugar bisa muncul di banyak makanan dan minuman sehari-hari, bahkan pada produk yang gak terasa manis sekalipun. Dengan lebih teliti membaca label dan memperhatikan asupan gula, kita jadi bisa lebih sadar memilih apa yang masuk ke tubuh. Nah, mulai sekarang, yuk jangan cuma lihat rasanya enak, tapi cek juga gulanya sebelum jadi kebiasaan!
Referensi
“Source of Sugar-Sweetened Beverages Consumption Among Indonesian: A Mini Review.” Journal of Global Nutrition. Diakses Juli 2026.
“Kandungan Gula dan Vitamin C pada Minuman Ready to Drink dengan Klaim Vitamin C.” Jurnal Mutu Pangan: Indonesian Journal of Food Quality. Diakses Juli 2026.
“Sugar-Sweetened Beverage Intake as Risk Factor for Pre-Metabolic Syndrome in Adult Women.” Jurnal Gizi dan Pangan. Diakses Juli 2026.
“Consumption of Sugar-Sweetened Beverages and Its Potential Health Implications in Indonesia.” Universitas Indonesia / Journal Article. Diakses Juli 2026.