ilustrasi sepatu (unsplash.com/Joseph Barrientos)
Sepatu yang sudah lama digunakan bisa mengalami perubahan pada bagian upper, heel collar, maupun lapisan dalamnya. Beberapa bagian dapat menjadi lebih longgar atau justru mengalami kerusakan.
Perubahan tersebut dapat membuat posisi kaki di dalam sepatu menjadi berbeda. Akibatnya, gesekan yang sebelumnya tidak terjadi bisa muncul dan menyebabkan lecet, blister, atau rasa panas pada bagian tertentu. Kalau tiba-tiba muncul lecet di tempat yang sebelumnya tidak pernah bermasalah, coba periksa kembali kondisi sepatu.
Sepatu lari yang sudah aus memang tidak otomatis membuat seseorang cedera. Namun, bantalan yang menurun, stabilitas yang berkurang, dan sol yang semakin licin dapat membuat aktivitas berlari terasa berbeda dan berpotensi menambah beban pada tubuh. Oleh karena itu, sesekali periksa kondisi sepatu, bukan hanya bagian luarnya, tetapi juga midsole, outsole, dan rasa nyaman saat digunakan.
Kalau mulai muncul nyeri baru setelah berlari, jangan buru-buru menganggapnya sebagai bagian normal dari olahraga. Bisa jadi tubuh sedang memberi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, termasuk kondisi sepatu yang digunakan.
Referensi
Achilles Foot & Ankle. Diakses pada September 2026. "When to Replace lari Shoes: Mileage, Wear Signs and Tips."
Run Kit UK. Diakses pada September 2026. "How to Know When Your lari Shoes Are Worn Out."
Runna. Diakses pada September 2026. "When to Replace Your lari Shoes: 7 Signs It’s Time for a New Pair."