- Berapa lama tambalan perlu bertahan.
- Besar dan lokasi bagian gigi yang terbuka.
- Seberapa besar tekanan kunyah yang diterima.
- Apakah gigi sedang menjalani perawatan saluran akar.
- Kondisi jaringan gigi yang tersisa.
- Jenis restorasi permanen yang akan dipasang selanjutnya.
Tambalan Gigi Sementara Ada 4 Jenis, Apa Bedanya?

Tambalan sementara menutup gigi dari air liur, makanan, dan mikroorganisme, terutama di antara kunjungan perawatan saluran akar atau saat restorasi permanen belum bisa dilakukan.
Empat kelompok bahan meliputi zinc oxide–calcium sulfate, zinc oxide-eugenol, glass ionomer cement, serta resin-modified glass ionomer atau resin; masing-masing berbeda dalam kekuatan, daya tahan, dan penutupan.
Tidak ada bahan yang ideal untuk semua kasus; dokter gigi menyesuaikan pilihan dengan kondisi gigi dan rencana restorasi. Tambalan lepas, nyeri, atau bengkak perlu segera diperiksakan.
Tambalan gigi sementara (temporary filling) kerap dipasang setelah tindakan darurat, di antara beberapa kunjungan perawatan saluran akar, atau ketika restorasi permanen belum dapat dilakukan. Walaupun sama-sama disebut tambalan sementara, tetapi bahan yang digunakan tidak selalu sama.
Tujuan utamanya adalah menutup gigi dari air liur, makanan, dan mikroorganisme sekaligus mempertahankan fungsi gigi sampai perawatan berikutnya.
Pada perawatan saluran akar yang butuh beberapa kali kunjungan, penutupan sementara penting karena saluran akar yang sudah dibersihkan bisa terkontaminasi lagi jika akses gigi tidak tertutup dengan baik.
Berikut beberapa jenis tambalan gigi sementara dan perbedaannya.
Table of Content
1. Bahan berbasis zinc oxide–calcium sulfate
Pada jenis ini, materialnya tersedia dalam bentuk pasta siap pakai dan mengeras setelah berkontak dengan kelembapan.
Salah satu contohnya adalah material seperti Cavit atau Coltosol. Komposisinya dapat mencakup zinc oxide, calcium sulfate, zinc sulfate, resin, dan bahan tambahan lainnya.
Material menyerap sedikit air saat mengeras sehingga mengalami ekspansi yang membantu menutup celah di tepi tambalan.
Kelebihannya adalah mudah ditempatkan dan relatif mudah dilepas ketika pasien kembali untuk melanjutkan perawatan. Karena sifat mekanis dan ketahanan ausnya tidak sebaik restorasi permanen, bahan seperti ini umumnya lebih cocok untuk penutupan jangka pendek, misalnya di antara kunjungan perawatan saluran akar.
2. Zinc oxide-eugenol
Kelompok lainnya adalah zinc oxide-eugenol (ZOE), yaitu campuran zinc oxide dengan eugenol, senyawa yang antara lain terdapat dalam minyak cengkih.
ZOE telah lama digunakan sebagai bahan restorasi sementara. Ada pula versi yang diperkuat dengan polimer atau bahan lain agar memiliki sifat mekanis lebih baik, yang sering disebut reinforced zinc oxide-eugenol atau intermediate restorative material.
Material ini dapat digunakan untuk melindungi gigi untuk sementara, termasuk pada beberapa tahap perawatan endodontik.
Namun, eugenol menjadi pertimbangan jika nantinya gigi akan direstorasi menggunakan bahan berbasis resin. Sejumlah penelitian laboratorium menemukan paparan eugenol dapat menurunkan kekuatan ikatan beberapa sistem resin, meskipun hasil studi tidak sepenuhnya konsisten dan pengaruhnya bergantung pada material serta teknik yang digunakan.
Karena itu, dokter gigi memilih bahan sementara dengan mempertimbangkan restorasi apa yang akan dilakukan selanjutnya.
3. Glass ionomer cement

ilustrasi produk glass ionomer cement (magnific.com/Mateus Andre) Tidak cuma digunakan sebagai tambalan sementara, glass ionomer cement (GIC) dalam kondisi tertentu juga dapat digunakan sebagai restorasi yang bertahan lebih lama.
Salah satu kelebihannya adalah mampu berikatan secara kimia dengan enamel dan dentin serta melepaskan fluorida. Karena sifat tersebut, GIC banyak digunakan dalam kedokteran gigi restoratif dan endodontik.
Pada anak, American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) juga mendukung penggunaan interim therapeutic restoration (ITR), yaitu restorasi sementara untuk mengendalikan karies ketika perawatan definitif belum memungkinkan. Glass ionomer merupakan material yang banyak digunakan untuk pendekatan tersebut.
GIC dapat dipilih ketika dokter gigi membutuhkan restorasi sementara yang harus bertahan lebih kuat atau lebih lama dibanding material sementara yang sangat lunak.
GIC dan glass ionomer yang dimodifikasi resin dapat memberikan seal terhadap bakteri yang baik, meskipun performa material dapat berubah menurut bentuk kavitas dan kondisi klinis.
4. Resin-modified glass ionomer dan bahan berbasis resin
Ada pula resin-modified glass ionomer cement (RMGIC) dan material sementara berbasis resin yang dapat mengeras secara kimia atau menggunakan cahaya.
RMGIC menggabungkan karakter glass ionomer dengan komponen resin sehingga umumnya memiliki sifat mekanis dan proses pengerasan yang berbeda dari GIC konvensional.
Dalam sebuah penelitian laboratorium terhadap gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar, RMGIC menghasilkan ketahanan terhadap patah yang lebih tinggi dibanding beberapa material sementara lain yang diuji. Namun, penelitian tersebut dilakukan pada kondisi eksperimental sehingga tidak selalu menjadi material terbaik untuk setiap pasien.
Sementara itu, material sementara berbasis resin bisa dipilih karena dapat dikeraskan dengan cepat menggunakan lampu khusus dan memiliki kekuatan serta ketahanan aus yang cukup baik.
Penelitian laboratorium menunjukkan bahan resin sementara tertentu dapat menghasilkan penutupan yang baik, terutama ketika bersentuhan dengan struktur yang sebelumnya sudah direstorasi menggunakan komposit.
Jadi, apa jenis tambalan sementara yang paling bagus?
Tinjauan terbaru mengenai restorasi sementara dalam perawatan saluran akar menyebut belum ada satu bahan yang sekaligus memenuhi seluruh sifat ideal, seperti penutupan sempurna, cukup kuat untuk mengunyah, mudah dibersihkan, tahan lama, dan tetap mudah dilepas ketika perawatan dilanjutkan.
Yang akan dipertimbangkan oleh dokter gigi antara lain:
Glass ionomer, misalnya, dapat digunakan sebagai restorasi interim dalam satu kasus tetapi memiliki penggunaan yang berbeda pada kasus lain.
Ingat, tambalan sementara artinya tidak selamanya

ilustrasi perawatan dokter gigi (pexels.com/Andrea Piacquadio) Fungsi tambalan sementara adalah menjaga gigi sampai tahap perawatan berikutnya, bukan untuk melewatkan kunjungan ke dokter gigi.
Tambalan bisa dapat aus, retak, terlepas, atau kehilangan kemampuan menutup gigi dengan baik. Pada perawatan saluran akar, kegagalan penutupan koronal dapat memungkinkan mikroorganisme dari rongga mulut kembali masuk ke bagian dalam gigi.
Jika tambalan sementara terlepas, muncul nyeri baru, gusi membengkak, atau gigi terasa berubah ketika menggigit, sebaiknya hubungi dokter gigi.
Penting untuk membedakan tambalan sementara yang dipilih dan dipasang oleh dokter gigi dengan produk tambal DIY yang dijual bebas atau online. Bahan yang sama-sama disebut “tambalan sementara” ini belum tentu memiliki komposisi, fungsi, atau indikasi yang sama. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan apakah gigi memang cukup ditutup sementara atau butuh perawatan lain.
Referensi
H. J. Naoum and N. P. Chandler, “Temporization for Endodontics,” International Endodontic Journal 35, no. 12 (2002): 964–978, doi:10.1046/j.1365-2591.2002.00600.x.
Nidhi Srivastava et al., “Overview of Interim and Temporary Restorations of Teeth during Endodontic Treatment,” Cureus 16 (2024): e60591, doi:10.7759/cureus.60591.
“Role of Provisional Restorations in Endodontic Therapy,” Journal of Conservative Dentistry 16, no. 6 (2013): 482–488.
Burak Erkut et al., “Effect of Temporary Filling Materials on Repair Bond Strengths of Composite Resins,” Journal of Esthetic and Restorative Dentistry 19, no. 6 (2007): 361–368.
Zahed Mohammadi and Sousan Shalavi, “Clinical Applications of Glass Ionomers in Endodontics: A Review,” International Dental Journal 62, no. 5 (2012): 244–250, doi:10.1111/j.1875-595x.2012.00125.x.
“An Evaluation of Glass Ionomer-Based Restorative Materials as Temporary Restorations in Endodontics,” Journal of Endodontics 32, no. 1 (2006).
“The Effect of Temporary Restorative Materials on Fracture Resistance of Endodontically Treated Teeth,” Journal of Dentistry (2016).
Yoshihiro Tsurumachi et al., “Marginal Leakage of Endodontic Temporary Restorative Materials around Access Cavities Prepared with Pre-Endodontic Composite Build-Up: An In Vitro Study,” Dentistry Journal 8, no. 2 (2020).
American Academy of Pediatric Dentistry. “Policy on Interim Therapeutic Restorations.” The Reference Manual of Pediatric Dentistry, 2026–2027.





![[QUIZ] Mitos atau Fakta: Seberapa Paham Kamu soal Dunia Lari?](https://image.idntimes.com/post/20260625/pexels-eddson-lens-748406628-29400388_6e217a3a-5fd2-437a-9b64-22454064b7f3.jpg)





![[QUIZ] DOMS atau Cedera? Kenali dari Pola Nyeri Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)







![[QUIZ] Seberapa Kompetitif Kamu saat Olahraga?](https://image.idntimes.com/post/20260804/mwuep2hrca5w9qlbdxkci8rch_0a3c7963-22c0-42a8-afa2-de6c989c3307.png)
