Agnieszka Ewa Stępień, Julia Trojniak, and Jacek Tabarkiewicz, “Anti-Cancer and Anti-Inflammatory Properties of Black Garlic,” International Journal of Molecular Sciences 25, no. 3 (2024): 1801, https://doi.org/10.3390/ijms25031801.
Stępień, Trojniak, and Tabarkiewicz, “Anti-Cancer and Anti-Inflammatory Properties of Black Garlic,” diakses September 2026.
Hatice Kubra Sasmaz, Ceren Ilgaz, Pınar Kadiroglu, Ozgür Cem Erkin, Serkan Selli, and Hasim Kelebek, “Comparative Phytochemical Analysis and Bioactive Potential of White and Black Garlic,” Scientific Reports 15 (2025): 23427, https://doi.org/10.1038/s41598-025-03843-6.
Jounghee Lee, Naisi Zhao, Zhuxuan Fu, Jihee Choi, Hae-Jeung Lee, and Mei Chung, “Effects of Garlic Intake on Cancer: A Systematic Review of Randomized Clinical Trials and Cohort Studies,” Nutrition Research and Practice 15, no. 6 (2021): 773–88, https://doi.org/10.4162/nrp.2021.15.6.773.
National Center for Complementary and Integrative Health, “Garlic: Usefulness and Safety,” diakses September 2026.
World Health Organization, “Cancer,” diakses September 2026.
Makan Black Garlic Mencegah Kanker, Mitos atau Fakta?

Belum ada bukti kuat bahwa mengonsumsi black garlic mencegah kanker pada manusia.
Ekstraknya diteliti di laboratorium, tetapi hasil pada sel kanker tidak membuktikan efek yang sama saat black garlic dimakan.
Penelitian pada manusia tentang bawang putih masih terbatas dan tidak secara khusus menguji black garlic.
Black garlic atau bawang putih hitam dibuat dengan memproses bawang putih dalam suhu dan kelembapan terkontrol hingga warnanya gelap dan rasanya lebih manis. Proses ini mengubah kandungan senyawanya, sehingga black garlic menarik untuk diteliti.
Namun, klaim bahwa suatu makanan dapat mencegah kanker perlu dibuktikan pada manusia, dan bukti tersebut belum tersedia secara meyakinkan untuk black garlic.
Table of Content
1. Jadi, mitos atau fakta?
Klaim makan black garlic mencegah kanker belum terbukti sebagai fakta. Meski demikian, black garlic tetap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.
Sebagian besar bukti yang sering dikutip berasal dari penelitian praklinis, yaitu percobaan pada sel di laboratorium atau pada hewan. Tahap ini berguna untuk menemukan kemungkinan mekanisme, tetapi belum menjawab apakah konsumsi black garlic dalam pola makan sehari-hari dapat menurunkan kejadian kanker pada manusia.
2. Temuan penelitian laboratorium
Tinjauan penelitian tahun 2024 menunjukkan bahwa ekstrak black garlic dapat memengaruhi pertumbuhan dan kematian sel kanker dalam penelitian laboratorium, serta menunjukkan efek pada beberapa hewan percobaan. Namun, peneliti menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat dan dosis yang tepat pada manusia.
Studi laboratorium tahun 2025 menguji ekstrak black garlic pada sel kanker paru, hati, payudara, dan kolorektal. Hasilnya bervariasi bergantung pada jenis ekstrak dan konsentrasinya. Penelitian ini tidak melibatkan manusia, sehingga manfaat potensialnya masih perlu dibuktikan melalui penelitian lanjutan.
Hal ini penting karena hasil penelitian pada sel di laboratorium tidak bisa langsung diterapkan pada manusia. Saat dikonsumsi, senyawa dalam makanan akan dicerna dan diubah oleh tubuh. Karena itu, temuan laboratorium belum dapat dijadikan dasar untuk menganjurkan konsumsi black garlic sebagai cara mencegah kanker.
3. Ada bukti pada manusia?

Black garlic (commons.wikimedia.org/Blackgarlics) Tinjauan sistematis tahun 2021 menemukan bahwa bukti tentang bawang putih dan pencegahan kanker masih terbatas. Satu uji klinis menunjukkan ekstrak bawang putih tua (aged garlic extract) dosis tinggi dapat mengurangi jumlah dan ukuran adenoma kolorektal, yaitu polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Namun, adenoma bukan kanker, dan produk yang diteliti bukan black garlic sebagai makanan. Sementara itu, hasil studi mengenai konsumsi bawang putih dan risiko kanker kolorektal masih tidak konsisten. Karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa bukti yang ada belum cukup kuat untuk menarik kesimpulan pasti.
Sejalan dengan itu, National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyatakan bahwa konsumsi bawang putih tampaknya tidak menurunkan risiko kanker lambung, sedangkan pengaruhnya terhadap kanker kolorektal masih belum jelas. Pernyataan ini merujuk pada bawang putih secara umum.
4. Konsumsi black garlic bukan cara untuk mencegah kanker
Black garlic dapat dinikmati sebagai bagian dari makanan sehari-hari, tetapi tidak boleh diandalkan untuk mencegah atau mengobati kanker.
Makanan ini juga tidak boleh menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan yang dianjurkan tenaga kesehatan.
Perlu diingat, ekstrak atau suplemen bawang putih pekat berbeda dengan black garlic sebagai makanan. Suplemen bawang putih dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama pada orang yang menggunakan obat pengencer darah atau aspirin. Karena itu, penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
Cara mencegah kanker yang didukung bukti lebih kuat untuk membantu menurunkan risiko kanker adalah tidak merokok, menjaga berat badan sehat, mengonsumsi buah dan sayur, rutin beraktivitas fisik, membatasi alkohol, serta mengikuti vaksinasi dan skrining sesuai usia dan faktor risiko.
Kesimpulannya, hingga saat ini, black garlic belum terbukti dapat mencegah kanker pada manusia. Hasil penelitian laboratorium memang menarik, tetapi masih menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut, bukan bukti perlindungan terhadap kanker.
Referensi
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















