Ada banyak jenis latihan kekuatan yang bisa dilakukan pelari untuk meningkatkan performa sekaligus mengurangi risiko cedera. Beberapa gerakan berikut dapat membantu melatih kekuatan, keseimbangan, stabilitas, hingga mobilitas tubuh yang dibutuhkan saat berlari.
Jika ingin meningkatkan daya ledak otot kaki, plyo lunges bisa menjadi pilihan yang tepat. Latihan ini melibatkan gerakan melompat saat melakukan lunge sehingga membantu otot berkontraksi lebih cepat dan kuat. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan saat berlari, terutama ketika sprint atau menanjak, dapat meningkat.
Untuk melatih koordinasi tubuh, kamu bisa mencoba dead bugs. Gerakan ini dilakukan dengan menggerakkan tangan dan kaki yang berlawanan secara bersamaan, menyerupai pola gerakan alami saat berlari. Karena itu, dead bugs dapat membantu meningkatkan stabilitas core dan efisiensi gerakan.
Single-leg deadlifts berfokus pada penguatan otot hamstring yang berperan penting dalam menghasilkan tenaga saat berlari cepat maupun menanjak. Selain itu, latihan ini juga melatih keseimbangan karena dilakukan dengan bertumpu pada satu kaki.
Bagi pelari yang ingin memiliki postur lebih stabil saat berlari, side planks layak dimasukkan ke dalam program latihan. Gerakan ini memperkuat otot core dan pinggul sehingga tubuh tidak mudah bergoyang ke samping, sekaligus membantu mengurangi risiko cedera pada area pinggul dan IT band.
Setelah mengetahui berapa kali strength training dalam seminggu untuk pelari, kamu bisa mulai menyusun jadwal latihan yang lebih seimbang. Dengan kombinasi latihan kekuatan dan pemulihan yang tepat, performa lari pun bisa meningkat.
Berapa kali strength training yang ideal untuk pelari? | Pelari umumnya disarankan melakukan strength training sebanyak 2–3 kali per minggu untuk meningkatkan performa dan mengurangi risiko cedera. |
Kapan waktu terbaik melakukan strength training untuk pelari? | Banyak pelatih menyarankan melakukan strength training pada hari yang sama dengan sesi lari agar tubuh memiliki hari pemulihan yang lebih optimal. |
Apakah pelari jarak jauh perlu strength training? | Ya. Strength training dapat membantu meningkatkan efisiensi lari, menjaga stabilitas tubuh, dan mengurangi risiko cedera akibat penggunaan otot yang berulang. |
Referensi
"This is How Often Runners Should Be Strength Training a Week, Plus the Exercises You Need To Be Including". Runner's World. Diakses Juni 2026.
"Exactly Why Strength Training Is Critical for Runners and the Moves You Need To Try". Peloton. Diakses Juni 2026.