Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Kalori Jalan dari Stasiun BNI City ke Stasiun Karet?
ilustrasi jalan kaki (magnific.com/magnific)
  • Stasiun Karet ditutup untuk layanan naik-turun Commuter Line sejak 1 September 2026 sehingga penumpang dialihkan ke Stasiun BNI City.

  • Perjalanan melalui selasar dari Stasiun BNI City ke Stasiun Karet berjarak sekitar 300 meter, ditempuh 4 menit 40 detik atau 472 langkah, dan membakar sekitar 22 kalori.

  • Jalan kaki rutin dapat mendukung pembakaran kalori, kesehatan jantung, kontrol gula darah, energi, dan suasana hati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Stasiun Karet, Jakarta Pusat, mulai ditutup untuk layanan naik dan turun penumpang Commuter Line sejak 1 September 2026. Selama periode tersebut, penumpang yang biasanya menggunakan Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun BNI City.

Peralihan ini membuat penumpang perlu berjalan kaki dari Stasiun BNI City menuju Stasiun Karet melalui selasar yang tersedia. Meski jaraknya cukup singkat, berjalan kaki tetap membuat tubuh mengeluarkan energi dan membakar kalori.

Lantas, berapa kalori jalan dari Stasiun BNI City ke Stasiun Karet? Yuk, cek jawabannya di artikel ini!

1. Berapa kalori jalan dari Stasiun BNI City ke Stasiun Karet?

Menurut pengalaman yang dilakukan tim IDN Times, berjalan kaki dari Stasiun BNI City ke Stasiun Karet menempuh jarak sekitar 0,31 km atau 300 meter. Dengan waktu tempuh kurang lebih 4 menit 40 detik, rute ini membutuhkan sekitar 472 langkah.

Berdasarkan estimasi tersebut, perjalanan dari satu stasiun ke stasiun lainnya dapat membakar sekitar 22 kalori. Namun, jumlah kalori yang terbakar bisa berbeda pada setiap orang, tergantung pada beberapa faktor, seperti berat badan dan kecepatan berjalan.

Meski jumlah kalori yang terbakar dari perjalanan ini tidak terlalu banyak, berjalan kaki tetap menjadi aktivitas fisik ringan yang bermanfaat. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan sederhana ini bisa dapat membantu menambah aktivitas fisik dan jumlah langkah harian.

2. Manfaat jalan kaki

ilustrasi jalan kaki (pexels.com/Daniel Reche)

Jika dilakukan secara rutin, jalan kaki bisa memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh dan membantu menjaga kebugaran sehari-hari. Berikut beberapa manfaat jalan kaki yang bisa kamu dapatkan.

  • Membantu membakar kalori

Saat berjalan kaki, tubuh tetap menggunakan energi sehingga sejumlah kalori ikut terbakar. Hal ini bisa mendukung upaya menjaga atau menurunkan berat badan. Jumlah kalori yang terbakar pun berbeda-beda, tergantung pada kecepatan berjalan, jarak yang ditempuh, kondisi medan, hingga berat badan.

  • Menjaga kesehatan jantung

Untuk urusan kesehatan jantung, rutin berjalan kaki dapat membantu memperbaiki sejumlah faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah dan berat badan. Durasi atau jarak berjalan yang lebih lama secara rutin juga dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

  • Membantu mengontrol gula darah

Setelah makan, kamu bisa mencoba berjalan kaki sebentar untuk membantu menjaga kadar gula darah. Aktivitas ringan seperti ini juga bisa menjadi cara praktis untuk menyelipkan olahraga di tengah kesibukan tanpa perlu menyediakan waktu khusus yang panjang.

  • Meningkatkan energi

Kalau sedang merasa lelah, berjalan kaki justru bisa menjadi pilihan untuk membuat tubuh terasa lebih berenergi. Aktivitas ini membantu meningkatkan aliran oksigen dalam tubuh dan merangsang hormon yang berperan dalam mengatur tingkat energi.

  • Membantu memperbaiki suasana hati

Tak hanya berdampak pada fisik, jalan kaki juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Berjalan kaki secara rutin dapat membantu mengurangi kecemasan, depresi, dan suasana hati negatif, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

3. Cara jalan kaki agar kalori yang terbakar lebih banyak

Jalan kaki bisa dibuat lebih efektif untuk membakar kalori dengan memberikan sedikit variasi pada kecepatan, medan, maupun gerakan tubuh. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba.

  • Selipkan jalan cepat di tengah perjalanan

Daripada berjalan dengan kecepatan yang sama terus-menerus, coba tambahkan beberapa interval jalan cepat. Setelah berjalan santai selama 5—10 menit sebagai pemanasan, tingkatkan kecepatan selama sekitar 30—60 detik hingga napas terasa lebih berat, lalu kembali ke kecepatan sedang. Pola ini bisa diulangi beberapa kali selama berjalan.

  • Bawa beban ringan

Membawa beban ringan, seperti sepasang botol air, dapat membuat tubuh bekerja lebih keras saat berjalan. Gerakkan kedua tangan secara alami mengikuti langkah agar otot bagian atas tubuh ikut aktif. Namun, gunakan beban yang ringan dan tetap nyaman agar tidak membuat tangan atau bahu cepat lelah.

  • Pilih rute yang menanjak

Jalan kaki di tanjakan membutuhkan energi lebih besar dibandingkan berjalan di permukaan datar. Kamu bisa memasukkan beberapa tanjakan ke dalam rute berjalan atau memanfaatkan tangga sebagai alternatif. Mulailah dengan tanjakan yang masih terasa nyaman, lalu tingkatkan secara bertahap ketika tubuh sudah terbiasa.

  • Aktif menggerakkan tangan

Jangan biarkan tangan hanya diam di samping tubuh saat berjalan. Tekuk siku sekitar 90 derajat dan ayunkan tangan mengikuti langkah dengan gerakan yang lebih aktif. Selain membantu menjaga ritme berjalan, gerakan ini membuat lebih banyak otot tubuh bekerja sehingga aktivitas berjalan terasa lebih intens.

Nah, sekarang kamu sudah tahu perkiraan berapa kalori jalan dari Stasiun BNI City ke Stasiun Karet. Jadi, meski bukan perjalanan yang jauh, berjalan kaki di antara kedua stasiun ini tetap bisa menambah langkah sekaligus membuat tubuh membakar kalori.

Referensi

"What Are the Benefits of Walking?". Healthline. Diakses September 2026.
"Walking to Burn Calories: A Complete Guide to Effective Walking for Fitness". Pat Falvey. Diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article