Agar pemulihan berjalan optimal, beberapa langkah yang direkomendasikan meliputi:
Memenuhi asupan cairan: Tubuh butuh cairan untuk membantu memulihkan keseimbangan yang sempat terganggu selama fase akut.
Mengonsumsi makanan bergizi: Prioritaskan protein, buah-buahan, sayuran, dan sumber karbohidrat yang cukup.
Hindari aktivitas berat untuk sementara waktu: Tubuh masih memerlukan waktu untuk kembali ke kondisi normal.
Tetap kontrol ke dokter jika dianjurkan: Terutama jika trombosit masih rendah atau masih ada keluhan tertentu.
Kesembuhan dari DBD tidak ditentukan hanya oleh hilangnya demam. Justru pada banyak kasus, fase paling berbahaya terjadi ketika suhu tubuh mulai turun. Jadi, pemantauan tetap penting sampai pasien benar-benar melewati fase kritis.
Ciri-ciri seseorang sembuh dari DBD bisa meliputi kembalinya nafsu makan, meningkatnya energi, produksi urine yang normal, trombosit yang mulai naik, hematokrit yang membaik, serta tidak adanya tanda kebocoran plasma atau komplikasi lainnya. Memahami perjalanan penyakit ini penting agar pasien dan keluarga tidak terkecoh oleh demam yang turun terlalu dini.
Referensi
World Health Organization. "Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control." Diakses Juni 2026.
Cameron P. Simmons et al., “Dengue,” New England Journal of Medicine 366, no. 15 (April 11, 2012): 1423–32, https://doi.org/10.1056/nejmra1110265.
Maria G Guzman and Eva Harris, “Dengue,” The Lancet 385, no. 9966 (September 15, 2014): 453–65, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(14)60572-9.
Byron E. E. Martina, Penelope Koraka, and Albert D. M. E. Osterhaus, “Dengue Virus Pathogenesis: An Integrated View,” Clinical Microbiology Reviews 22, no. 4 (October 1, 2009): 564–81, https://doi.org/10.1128/cmr.00035-09.
Annelies Wilder-Smith et al., “Dengue,” The Lancet 393, no. 10169 (January 1, 2019): 350–63, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(18)32560-1.