Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Vitamin Gummy, Wajib Tahu!
ilustrasi vitamin gummy (unsplash.com/Supliful - Supplements On Demand)
  • Vitamin gummy makin populer karena bentuk dan rasanya menarik, tapi tetap perlu dipilih dengan cermat agar manfaatnya sesuai kebutuhan tubuh.
  • Penting mengecek kandungan nutrisi, dosis, gula tambahan, serta izin edar sebelum membeli agar aman dan efektif dikonsumsi.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan untuk memastikan kualitas vitamin gummy tetap terjaga dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bentuknya lucu, rasanya manis seperti permen, dan hadir dalam kemasan yang menarik membuat vitamin gummy semakin populer di berbagai kalangan. Tidak sedikit orang membelinya karena dianggap lebih praktis dan menyenangkan untuk dikonsumsi dibandingkan suplemen dalam bentuk tablet atau kapsul. Namun, di balik tampilannya yang menggemaskan, vitamin gummy tetap merupakan produk suplemen yang perlu dipilih dengan cermat agar manfaatnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Sayangnya, banyak orang tetap memilih vitamin gummy hanya berdasarkan rasa, promosi di platform media sosial, atau tren yang sedang populer tanpa memperhatikan kandungan dan informasi penting lainnya. Sebenarnya, setiap produk dapat memiliki komposisi, takaran, dan bahan tambahan yang berbeda, sehingga tidak semua jenis cocok untuk semua orang. Agar tidak salah pilih dan bisa memperoleh manfaat secara optimal, simak lima hal yang perlu dicek sebelum membeli vitamin gummy berikut ini.

1. Periksa kandungan vitamin dan mineral di dalamnya

ilustrasi vitamin gummy (pexels.com/Supplements On Demand)

Banyak orang langsung memasukkan vitamin gummy ke keranjang belanja hanya karena rasanya enak atau sedang populer di media sosial. Padahal, setiap produk memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda sesuai dengan tujuan penggunaannya. Ada vitamin gummy yang diformulasikan untuk mendukung daya tahan tubuh, sementara produk lain ditujukan untuk kesehatan tulang atau memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu.

Kalau tidak teliti mengecek kandungannya, kamu bisa saja memilih vitamin gummy yang manfaatnya kurang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu. Misalnya, saat ingin mendukung kesehatan tulang, kamu justru membeli produk yang diformulasikan untuk membantu menjaga kesehatan kulit dan rambut. Itulah sebabnya, membaca komposisi nutrisi pada kemasan menjadi langkah penting agar manfaat yang didapat lebih maksimal.

2. Cek dosisi nutrisi dalam setiap porsi

ilustrasi dosis vitamin gummy (pexels.com/Nora Topicals)

Bentuknya yang mirip dengan permen sering kali membuat orang lupa bahwa vitamin gummy masih memiliki bahan aktif dengan dosis yang spesifik. Sebagian orang bahkan mengonsumsi lebih dari yang direkomendasikan karena berpikir semakin banyak vitamin yang dikonsumsi, semakin baik hasilnya. Namun, kelebihan asupan vitamin tidak selalu memberikan keuntungan tambahan dan malah berpotensi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Sebaliknya, ada pula produk dengan kandungan nutrisi yang terlalu rendah sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan harian. Situasi seperti mengonsumsi beberapa gummy sekaligus karena rasanya enak cukup sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, perhatikan jumlah kandungan nutrisi dan ikuti anjuran konsumsi yang tertera pada kemasan.

3. Perhatikan kandungan gula tambahan

ilustrasi berbagai bentuk vitamin gummy (pexels.com/Matthew Hernandez)

Salah satu alasan vitamin gummy digemari adalah rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal seperti permen. Rasa tersebut biasanya berasal dari tambahan pemanis yang digunakan selama proses produksi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, asupan gula tambahan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama jika diimbangi dengan pola makan yang kurang sehat.

Hal ini tidak boleh dianggap sepele, terutama bagi orang yang sedang mengurangi konsumsi gula atau memiliki kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan perhatian lebih terhadap pola makan. Sebagai contoh, mengonsumsi vitamin gummy setiap hari sambil tetap menikmati kopi kekinian, teh manis, atau minuman bersoda bisa membuat asupan gula harian melonjak tanpa disadari. Karena itu, memilih vitamin gummy dengan kandungan gula yang lebih rendah dapat menjadi langkah sederhana untuk tetap menikmati manfaat suplemen tanpa mengganggu keseimbangan pola makan.

4. Pastikan produk memiliki izin edar resmi

ilustrasi minum suplemen (freepik.com/benzoix)

Kemasan yang menarik dan harga yang lebih murah terkadang membuat seseorang tergoda membeli produk tanpa mengecek legalitasnya. Padahal, izin edar menjadi salah satu indikator bahwa suatu produk telah melalui proses penilaian terkait keamanan dan mutu. Produk yang tidak memiliki informasi yang jelas berisiko mengandung bahan yang tidak sesuai dengan klaim pada kemasan.

Situasi ini semakin mudah dijumpai karena beragam suplemen dijual secara online dengan berbagai penawaran menarik. Tidak sedikit orang baru menyadari permasalahan setelah produk tiba dan ternyata informasi yang terdapat pada kemasan tidak memadai. Oleh sebab itu, penting untuk meluangkan waktu untuk memastikan bahwa produk tersebut telah mendapatkan izin edar resmi sebelum membuat keputusan untuk membeli.

5. Cermati tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan

ilustrasi vitamin gummy (unsplash.com/Jellybee)

Saat membeli produk secara terburu-buru, banyak orang hanya melihat merek dan varian rasa tanpa memperhatikan detail lainnya. Padahal, tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan merupakan informasi penting yang tidak boleh diabaikan. Produk yang sudah melewati masa simpan atau memiliki kemasan rusak dapat mengalami perubahan kualitas dan tidak lagi memberikan manfaat yang optimal.

Kemasan yang penyok, terbuka, atau disimpan dengan cara yang kurang tepat juga bisa memengaruhi kualitas dan keamanan vitamin gummy. Misalnya, banyak orang tergoda membeli produk yang sedang diskon tanpa mengecek sisa masa simpannya terlebih dahulu. Padahal, meluangkan beberapa detik untuk memeriksa detail tersebut dapat membantu kamu terhindar dari risiko yang sebenarnya bisa dicegah.

Vitamin gummy memang menawarkan cara yang lebih praktis dan menyenangkan untuk mengonsumsi suplemen. Namun, di balik bentuk dan rasanya yang menyerupai permen, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar manfaatnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jadi, jangan tergoda membeli hanya karena kemasannya menarik atau sedang viral, ya, karena memilih vitamin gummy dengan lebih cermat adalah langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dengan lebih bijak.

Referensi

“Kepatuhan Konsumsi Suplemen Mikronutrien Tidak Terpengaruh oleh Bentuk Suplemen.” Jurnal Gizi Klinik Indonesia. Diakses Juni 2026.

“Formulation Development of Gummy Comprising Ginger (Zingiber officinale), Curcuma (Curcuma xanthorrhiza), and Lemongrass (Cymbopogon citratus).” Journal of Fundamental and Applied Pharmaceutical Science. Diakses Juni 2026.

“Formulasi dan Uji Tingkat Kesukaan Gummy Candy dari Puree Terong Ungu (Solanum melongena) sebagai Suplemen Makanan.” Indonesian Journal of Health Science. Diakses Juni 2026.

“Analisis Kandungan Vitamin, Mineral, dan Antioksidan Suplemen Generos.” Journal of Food and Culinary. Diakses Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article