Mayo Clinic. “Heatstroke - Symptoms and Causes.” Diakses April 2026.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Heat-Related Illnesses.” Diakses April 2026.
CDC. “Recognition of Heat Stroke.” Diakses April 2026.
Cleveland Clinic. “Heat Stroke: Symptoms, Treatment & Recovery.” Diakses April 2026.
Mayo Clinic. “Heat Exhaustion - Symptoms and Causes.” Diakses April 2026.
“Management of Heatstroke and Heat Exhaustion,” PubMed, June 1, 2005, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15952443/.
“Heat Stroke,” PubMed, June 20, 2002, https://doi.org/10.1056/NEJMra011089.
Yoram Epstein and Ran Yanovich, “Heatstroke,” New England Journal of Medicine 380, no. 25 (June 19, 2019): 2449–59, https://doi.org/10.1056/nejmra1810762.
World Health Organization. “Heat and Health.” Diakses April 2026.
Saudi Ministry of Health. “Heat Exhaustion and Heatstroke Prevention During Hajj.” Diakses April 2026.
Tanda Heat Stroke saat Haji, Sering Dianggap Lelah Biasa

Heat stroke tidak selalu dimulai dengan pingsan. Gejalanya bisa berupa pusing, linglung, mual, bicara pelo, atau berjalan tidak stabil.
Banyak jemaah mengira tanda awal heat stroke hanyalah kelelahan biasa akibat ibadah, padahal kondisi ini bisa berkembang cepat dan berbahaya.
Perubahan perilaku atau kesadaran, seperti bingung, mudah marah, atau tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana, adalah tanda penting yang tidak boleh diabaikan.
Di tengah padatnya aktivitas haji, rasa lelah sering dianggap wajar. Jemaah berjalan jauh, berdesakan, terpapar sinar matahari, dan kadang harus menunggu lama di ruang terbuka. Dalam situasi seperti itu, pusing, haus, dan tubuh lemas sering dianggap sebagai bagian dari proses ibadah.
Padahal, ada kondisi yang jauh lebih berbahaya dan sering datang diam-diam, yaitu heat stroke. Kondisi ini terjadi ketika suhu inti tubuh naik terlalu tinggi dan tubuh tak lagi mampu mendinginkan dirinya sendiri. Heat stroke bukan cuma kepanasan, melainkan keadaan darurat medis yang bisa merusak otak, jantung, ginjal, hingga menyebabkan kematian bila terlambat ditangani.
Pada musim haji, risiko heat stroke meningkat karena kombinasi suhu ekstrem, kelembapan, aktivitas fisik, dehidrasi, serta paparan sinar matahari selama berjam-jam. Pada musim haji 2024, otoritas Arab Saudi melaporkan suhu di Makkah dan area sekitarnya bisa melampaui 47–48 derajat Celsius, sehingga risiko gangguan akibat panas meningkat tajam.
Berikut ini tanda-tanda heat stroke yang sering tidak disadari, wajib diketahui oleh jemaah haji.
Table of Content
1. Bingung dan sulit fokus
Salah satu tanda heat stroke yang paling sering terlewat adalah perubahan pada cara berpikir dan perilaku. Jemaah mungkin tampak linglung, sulit menjawab pertanyaan sederhana, lupa arah, atau mendadak tampak seperti tidak nyambung saat diajak bicara.
Banyak orang mengira kondisi ini hanya karena kelelahan atau kurang tidur. Padahal, kebingungan adalah salah satu tanda paling penting bahwa panas sudah mulai memengaruhi otak. Dalam kondisi heat stroke, fungsi otak terganggu sehingga seseorang bisa tampak bingung, bicara tidak jelas, bahkan tidak mengenali orang-orang di sekitarnya.
2. Bicara pelo atau berjalan tidak stabil
Jemaah yang mengalami heat stroke bisa tampak seperti orang yang mabuk. Cara bicaranya melambat, pelo, atau tidak jelas. Langkahnya pun bisa goyah, mudah tersandung, atau tampak kehilangan keseimbangan.
Gejala ini sering disalahartikan sebagai kelelahan ekstrem atau tekanan darah turun. Padahal, gangguan bicara dan koordinasi tubuh menunjukkan bahwa panas berlebih mulai memengaruhi sistem saraf. Jika seseorang mendadak bicara aneh atau jalannya sempoyongan di tengah cuaca panas, kondisi itu perlu dianggap serius.
3. Tidak berkeringat bukan satu-satunya tanda

Banyak orang mengira heat stroke selalu ditandai tubuh yang kering dan tidak berkeringat. Faktanya, seseorang tetap bisa mengalami heat stroke meski tubuhnya masih basah oleh keringat.
Pada heat stroke akibat aktivitas fisik berat, seseorang bisa tetap berkeringat deras. Karena itu, jangan hanya menunggu tanda kulit kering untuk curiga terhadap heat stroke. Yang lebih penting adalah melihat keseluruhan gejala, terutama jika disertai kebingungan, mual, jantung berdebar, atau napas cepat.
4. Mual, muntah, dan sakit kepala hebat
Mual dan muntah sering dianggap sebagai masalah lambung atau masuk angin. Namun, saat cuaca sangat panas, gejala tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh sudah mulai kesulitan mengatur suhu.
Sakit kepala berdenyut, terutama jika disertai rasa lemas, pusing, dan wajah memerah, juga patut diwaspadai. Kondisi ini bisa menandakan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit, sehingga aliran darah ke otak terganggu.
5. Detak jantung dan napas menjadi lebih cepat
Saat tubuh kepanasan, jantung bekerja lebih keras untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Akibatnya, denyut nadi menjadi lebih cepat dan napas terasa lebih pendek atau terengah-engah.
Sebagian jemaah mungkin menganggap hal ini hanya karena terlalu banyak berjalan atau naik tangga. Namun, jika jantung berdebar sangat cepat, napas makin pendek, dan tubuh terasa sangat lemah, kondisi itu bisa menjadi tanda tubuh sedang mengalami tekanan panas berat.
6. Pingsan atau hampir pingsan

Tidak semua heat stroke langsung membuat seseorang jatuh pingsan. Kadang, tandanya muncul lebih dulu berupa mata berkunang-kunang, kepala terasa ringan, atau tubuh seperti hendak roboh.
Jika jemaah tampak sempoyongan, mendadak duduk karena merasa lemah, atau hampir kehilangan kesadaran, jangan anggap remeh. Pada tahap ini, tubuh bisa saja sedang bergerak dari heat exhaustion menuju heat stroke, yang butuh penanganan segera.
Dalam kasus heat exhaustion, tubuh kepanasan dan dehidrasi. Gejalanya ringan–sedang seperti pusing, lemas, berkeringat banyak, mual; diatasi dengan pendinginan dan rehidrasi. Sementara itu, heat stroke adalah kondisi darurat. Gejalanya suhu tubuh sangat tinggi (biasanya >40°C) disertai kebingungan atau kehilangan kesadaran, kulit panas kering atau berkeringat sedikit.
Apa yang harus dilakukan jika ada tanda heat stroke?
Jika seseorang tampak bingung, bicara tidak jelas, sangat lemah, atau pingsan di tengah cuaca panas, segera pindahkan ke tempat teduh atau ruangan berpendingin. Lepaskan pakaian berlapis, kompres tubuh dengan air dingin, dan tempelkan kain basah di leher, ketiak, serta selangkangan.
Jika orang tersebut masih sadar, berikan air minum sedikit demi sedikit. Namun, jika sudah tampak linglung atau sulit menelan, jangan memaksa memberi minum karena bisa membuatnya tersedak.
Heat stroke adalah keadaan darurat medis, sehingga bantuan medis harus segera dicari. Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko kerusakan organ hingga kematian.
Tanda awal heat stroke sering kali tidak dramatis. Gejalanya bisa samar dan tampak seperti kelelahan, dehidrasi, atau kurang tidur. Karena itu, penting bagi jemaah dan keluarga untuk mengenali perubahan kecil pada tubuh dan perilaku, terutama ketika cuaca sangat panas.
Pada kondisi seperti haji, saling memperhatikan satu sama lain menjadi sangat penting. Ketika seseorang tampak lebih diam dari biasanya, sulit diajak bicara, atau mulai kehilangan keseimbangan, mungkin itu bukan sekadar lelah. Tubuh mungkin sedang memberi sinyal bahaya.
Referensi




![[QUIZ] Pilih Masakan Babi Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250125/1000037421-899b59f0f65acad798d392c407f4ab92-7b768b6afd3aa4142ecd82a0a24e844d.jpg)

![[QUIZ] Dari Reaksi Tubuhmu saat Olahraga, Ini Daya Tahan Fisikmu](https://image.idntimes.com/post/20250603/pexels-julia-larson-6455835-8be4251b4142166ea02145b04bdac5f9-dc1b9aa001bf891562bf34f994f37fad.jpg)










