- Segera membersihkan ketiak setelah olahraga. Jika belum bisa mandi, setidaknya cuci area ketiak dengan air dan sabun.
- Keringkan kulit dengan baik. Bakteri lebih mudah berkembang di area yang hangat dan lembap.
- Gunakan antiperspiran jika masalah utamanya adalah keringat berlebih. Antiperspiran membantu mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit, sedangkan deodoran lebih ditujukan untuk mengurangi atau menutupi bau.
- Gunakan antiperspiran pada kulit yang kering. Beberapa produk bekerja lebih baik ketika digunakan sebelum tidur, tetapi tetap ikuti petunjuk pada kemasannya.
- Segera ganti baju setelah olahraga. Jangan biarkan pakaian yang penuh keringat menempel terlalu lama di tubuh.
- Cuci pakaian olahraga secara menyeluruh. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan.
- Pilih pakaian yang lebih breathable. Bahan yang membantu panas dan kelembapan keluar dapat membuat area tubuh terasa lebih nyaman.
Kenapa Ketiak Bisa Lebih Bau setelah Berolahraga? Ini Alasannya

Keringat hampir tidak berbau, tetapi bakteri kulit dapat mengubah komponennya menjadi senyawa penyebab bau.
Olahraga membuat tubuh lebih hangat dan lembap sehingga bau ketiak lebih mudah muncul.
Bau dapat semakin kuat karena keringat stres, pakaian olahraga, dan sisa keringat yang menempel.
Setelah berolahraga, bukan hanya baju yang basah oleh keringat. Ketiak juga bisa mengeluarkan bau yang terasa lebih menyengat dibandingkan biasanya. Apalagi setelah melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, aroma tersebut kadang masih tercium meski tubuh sudah tidak banyak berkeringat.
Namun, sebenarnya keringat bukan satu-satunya penyebab bau badan. Keringat pada dasarnya hampir tidak berbau. Aroma khas yang muncul setelah olahraga terjadi ketika keringat berinteraksi dengan mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit. Kondisi tubuh yang hangat dan lembap selama berolahraga membuat proses tersebut menjadi lebih mudah terjadi.
1. Keringat sebenarnya tidak terlalu berbau

ilustrasi mengelap keringat (magnific.com/magnific) Tubuh memiliki dua jenis kelenjar keringat utama, yaitu kelenjar ekrin dan apokrin. Keduanya menghasilkan keringat dengan karakteristik yang berbeda. Kelenjar ekrin tersebar di hampir seluruh permukaan tubuh. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang sebagian besar terdiri dari air dan garam. Fungsinya terutama untuk membantu menurunkan suhu tubuh ketika kita kepanasan atau berolahraga. Karena kandungannya relatif sederhana, keringat dari kelenjar ekrin biasanya tidak menimbulkan bau yang kuat.
Sementara itu, kelenjar apokrin banyak terdapat di area tertentu, termasuk ketiak dan selangkangan. Kelenjar ini mulai lebih aktif ketika seseorang memasuki masa pubertas. Keringat dari kelenjar apokrin mengandung lebih banyak protein dan lemak. Saat masih berada di permukaan kulit, cairan ini sebenarnya juga tidak berbau. Masalahnya muncul ketika bakteri kulit memecah berbagai komponen tersebut menjadi senyawa, seperti asam lemak rantai pendek dan senyawa volatil lainnya. Proses inilah yang kemudian menghasilkan bau badan.
2. Olahraga membuat ketiak lebih hangat dan lembap

ilustrasi olahraga angkat beban (pexels.com/Julia Larson) Saat berolahraga, suhu tubuh meningkat. Sebagai respons, tubuh mengaktifkan kelenjar keringat untuk membantu mendinginkan diri. Produksi keringat yang meningkat membuat area ketiak menjadi lebih lembap. Ditambah lagi, ketiak merupakan area tubuh yang relatif tertutup sehingga sirkulasi udaranya tidak sebaik bagian tubuh lainnya.
Lingkungan yang hangat dan lembap seperti ini membuat bakteri di permukaan kulit lebih mudah beraktivitas. Semakin banyak keringat dan bahan organik yang tersedia, semakin banyak pula senyawa yang dapat terbentuk dan memicu bau. Jadi, bukan berarti olahraga membuat keringat menjadi lebih kotor. Aktivitas fisik hanya menciptakan kondisi yang membuat bau badan lebih mudah muncul.
3. Keringat karena olahraga bisa bercampur dengan keringat stres

ilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio) Ada alasan lain mengapa bau ketiak kadang terasa lebih kuat setelah olahraga yang berat. Aktivitas fisik bukan hanya meningkatkan suhu tubuh, tetapi juga dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik. Ketika seseorang melakukan latihan dengan intensitas tinggi atau merasa tegang selama berolahraga, tubuh dapat menghasilkan lebih banyak keringat dari kelenjar apokrin. Keringat jenis ini mengandung lebih banyak bahan organik dibandingkan keringat yang terutama berfungsi mendinginkan tubuh.
Ketika bahan tersebut diuraikan oleh bakteri kulit, senyawa yang dihasilkan dapat menimbulkan aroma lebih kuat. Proses ini membuat bau ketiak setelah olahraga intens terasa lebih menyengat. Aromanya pun bisa berbeda dibandingkan bau yang muncul saat tubuh hanya berkeringat karena cuaca panas.
4. Baju olahraga juga bisa bikin bau makin menyengat

ilustrasi baju olahraga (freepik.com/karylyukav) Jangan hanya menyalahkan ketiak. Pakaian olahraga juga bisa menjadi salah satu penyebab bau bertahan lebih lama. Baju yang ketat atau kurang memiliki sirkulasi udara dapat membuat keringat menempel lebih lama di kulit. Kondisi tersebut memberikan lebih banyak waktu bagi bakteri untuk memecah senyawa dalam keringat.
Selain itu, senyawa penyebab bau dapat tertinggal di serat pakaian. Jadi, meski baju terlihat sudah bersih, residu tertentu masih mungkin menempel di dalam serat. Ketika pakaian tersebut kembali terkena panas dan keringat saat olahraga berikutnya, bau yang sebelumnya tersisa dapat muncul lagi. Karena itu, memakai ulang baju olahraga yang belum dicuci atau membiarkan pakaian basah terlalu lama di dalam tas olahraga dapat membuat aromanya semakin sulit hilang.
Rambut ketiak juga dapat menahan keringat dan bakteri di permukaan kulit. Namun, mencukur rambut ketiak tidak selalu diperlukan untuk mencegah bau badan. Pengaruh rambut ketiak terhadap bau badan juga bisa berbeda pada setiap orang.
5. Cara mengurangi bau ketiak setelah olahraga

ilustrasi bau ketiak (magnific.com/benzoix) Bau ketiak setelah berolahraga sebenarnya bisa dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana. Beberapa hal yang dapat dilakukan:
Hindari mengoleskan produk yang terlalu keras pada kulit ketiak yang sedang iritasi atau baru dicukur. Produk tertentu dapat menyebabkan rasa perih dan memperparah peradangan.
Bau ketiak yang lebih kuat setelah melakukan olahraga berat umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, perubahan bau yang terjadi secara tiba-tiba atau terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasikan dengan dokter jika bau badan menetap meski kebersihan sudah dijaga dengan baik.
Referensi
“Body Odor”. Cleveland Clinic. Diakses September 2026.
“Stress Sweat: Why Does Stress Sweat Smell Worse & More”. The Center for Hyperhidrosis. Diakses September 2026.
“Sweating and Body Odor”. Mayo Clinic. Diakses September 2026.
“The Science of Post-Workout Funk: Why You Smell Like Victory… An Hour Later”. Old Spice. Diakses September 2026.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan NPD? Coba Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250625/freepik-29_eed1cb7e-fddb-49f3-a569-893aef034aa0.jpg)












![[QUIZ] Dari Sinyal Tubuh, Kamu Lebih Butuh Plank, Sit Up, atau Push Up?](https://image.idntimes.com/post/20250305/pexels-maksgelatin-4348653-a8bdf633103f42baecf1db7a242f31a0.jpg)


