Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lebih Sehat, Ini 5 Manfaat Menggoreng dengan Air Fryer
ilustrasi menggoreng tempe dengan air fryer (commons.wikimedia.org/I am R)
  • Air fryer bekerja dengan sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi yang menghasilkan tekstur renyah seperti gorengan, namun dengan penggunaan minyak jauh lebih sedikit dibanding metode tradisional.

  • Metode ini dapat menurunkan kadar lemak hingga 80 persen dan mengurangi pembentukan akrilamida sampai 90 persen, sehingga lebih aman bagi kesehatan tubuh.

  • Selain menjaga nutrisi dan tekstur makanan, air fryer juga lebih praktis serta mengurangi risiko percikan minyak panas saat memasak di rumah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di banyak rumah tangga, gorengan rasanya sulit dipisahkan dari menu sehari-hari. Ayam goreng, kentang goreng, hingga tempe goreng memiliki tekstur renyah yang menggugah selera. Namun, metode menggoreng tradisional sering dikaitkan dengan peningkatan asupan lemak dan kalori yang berlebihan.

Kemunculan Di banyak rumah tangga, makanan gorengan hampir sulit dipisahkan dari menu sehari-hari. Ayam goreng, kentang goreng, hingga tempe goreng memiliki tekstur renyah yang menggugah selera. Namun di balik kenikmatannya, metode menggoreng tradisional sering dikaitkan dengan peningkatan asupan lemak dan kalori yang berlebihan.

Kemunculan air fryer menawarkan alternatif yang menarik. Perangkat ini bekerja dengan sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi untuk menciptakan tekstur renyah mirip makanan yang digoreng, tetapi dengan minyak yang jauh lebih sedikit. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini menjadi populer karena dianggap mampu menghadirkan cita rasa gorengan tanpa risiko kesehatan yang sama besarnya.

Cara kerja air fryer

Air fryer menggunakan prinsip rapid air circulation, yaitu aliran udara panas yang bergerak sangat cepat di dalam ruang memasak. Udara panas ini menyelimuti makanan dari berbagai sisi sehingga menciptakan efek pemanggangan sekaligus penggorengan ringan.

Menurut penelitian, metode ini mampu menghasilkan tekstur renyah melalui proses reaksi Maillard, yaitu reaksi kimia antara protein dan gula yang menciptakan warna kecokelatan dan rasa gurih pada makanan.

Perbedaannya dengan metode deep frying terletak pada medium panas. Jika deep frying menggunakan minyak panas sebagai penghantar panas, air fryer menggunakan udara panas yang dipercepat dengan kipas internal. Hasilnya, makanan tetap renyah namun menyerap jauh lebih sedikit minyak.

Apakah kamu berencana membeli air fryer atau kamu sudah punya satu di rumah? Yuk ketahui apa saja manfaat menggoreng dengan air fryer!

1. Mengurangi konsumsi lemak dan kalori

ilustrasi air fryer (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Salah satu manfaat terbesar air fryer adalah penggunaan minyak yang jauh lebih sedikit. Pada metode menggoreng biasa, makanan biasanya direndam dalam minyak panas, sehingga sebagian minyak terserap ke dalam makanan.

Penelitian menunjukkan bahwa memasak dengan air fryer dapat mengurangi kandungan lemak hingga sekitar 70–80 persen dibanding metode deep frying.

Pengurangan minyak ini berdampak langsung pada jumlah kalori makanan. Lemak merupakan sumber kalori yang sangat padat, yaitu sekitar 9 kalori per gram, hampir dua kali lipat dibanding protein atau karbohidrat.

Bagi orang yang ingin menjaga berat badan atau mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, pengurangan lemak dari metode memasak ini dapat menjadi perubahan kecil dengan dampak besar dalam jangka panjang.

2. Potensi menurunkan pembentukan akrilamida

Ketika makanan bertepung seperti kentang digoreng pada suhu tinggi, dapat terbentuk senyawa bernama akrilamida. Senyawa ini muncul melalui reaksi antara asam amino asparagin dan gula alami dalam makanan.

Badan kesehatan global seperti WHO dan FAO menyebut akrilamida sebagai senyawa yang perlu diwaspadai karena dalam studi hewan menunjukkan potensi karsinogenik.

Penelitian menemukan bahwa penggunaan air fryer untuk membuat kentang goreng dapat mengurangi pembentukan akrilamida hingga sekitar 90 persen dibanding deep frying.

Walaupun tidak berarti sepenuhnya bebas risiko, tetapi penurunan signifikan ini menunjukkan bahwa metode memasak berperan penting dalam mengurangi paparan senyawa berbahaya dalam makanan.

3. Lebih baik untuk kesehatan jantung

ilustrasi menjaga kesehatan jantung (pexels.com/Puwadon Sang-ngern)

Banyak penelitian mengaitkan konsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Sebuah studi kohort menemukan bahwa konsumsi gorengan yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat penyakit jantung. Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya asupan lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans dari minyak yang digunakan berulang kali.

Dengan air fryer, penggunaan minyak jauh lebih sedikit dan sering kali hanya berupa lapisan tipis minyak pada permukaan makanan. Ini membantu mengurangi total lemak yang dikonsumsi sekaligus meminimalkan risiko oksidasi minyak yang sering terjadi pada penggorengan berulang.

4. Mempertahankan tekstur dan nutrisi dengan lebih baik

Metode memasak yang menggunakan minyak dalam jumlah besar dapat menyebabkan sebagian nutrisi larut ke dalam minyak atau rusak akibat suhu tinggi yang terlalu lama.

Air fryer memasak makanan relatif lebih cepat dengan minyak minimal, sehingga beberapa nutrisi sensitif panas dapat lebih terjaga. Selain itu, karena makanan tidak direndam dalam minyak, kehilangan nutrisi larut lemak juga lebih kecil.

Beberapa penelitian teknologi pangan juga menunjukkan bahwa air frying dapat mempertahankan warna, tekstur, dan rasa makanan dengan baik dibanding metode penggorengan tradisional.

5. Lebih aman dan praktis

ilustrasi menggoreng dengan deep-frying (unsplash.com/Rogerio Lau)

Selain manfaat kesehatan, air fryer juga memberikan keuntungan praktis.

Penggorengan konvensional memiliki risiko percikan minyak panas yang dapat menyebabkan luka bakar. Air fryer menggunakan ruang memasak tertutup sehingga risiko ini jauh berkurang.

Selain itu, banyak air fryer modern memiliki fitur otomatis seperti pengatur suhu dan waktu memasak, sehingga proses memasak menjadi lebih konsisten dan mudah bagi pengguna.

Air fryer menawarkan cara memasak yang dapat mengurangi penggunaan minyak secara signifikan tanpa mengorbankan tekstur renyah. Metode ini juga dapat menurunkan pembentukan senyawa berbahaya seperti akrilamida serta membantu mengurangi asupan kalori dan lemak.

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa kesehatan tidak hanya bergantung pada alat memasak. Pola makan seimbang, pemilihan bahan makanan yang baik, serta cara memasak yang tepat tetap menjadi faktor utama. Air fryer bisa menjadi alat yang membantu menuju pola makan yang lebih sehat, tetapi keputusan terbaik tetap ada pada pola makan kamu.

Referensi

Lu Dong et al., “Effects of Air Frying on French Fries: The Indication Role of Physicochemical Properties on the Formation of Maillard Hazards, and the Changes of Starch Digestibility,” Frontiers in Nutrition 9 (April 27, 2022): 889901, https://doi.org/10.3389/fnut.2022.889901.

Carla S. P. Santos, Sara C. Cunha, and Susana Casal, “Deep or Air Frying? A Comparative Study With Different Vegetable Oils,” European Journal of Lipid Science and Technology 119, no. 6 (April 12, 2017), https://doi.org/10.1002/ejlt.201600375.

"Safety Evaluation of Certain Contaminants in Food: Acrylamide." World Health Organization & Food and Agriculture Organization. Diakses Maret 2026.

Marta Mesias et al., “Effect of Consumer’s Decisions on Acrylamide Exposure During the Preparation of French Fries. Part 1: Frying Conditions,” Food and Chemical Toxicology 147 (November 17, 2020): 111857, https://doi.org/10.1016/j.fct.2020.111857.

Marta Mesias et al., “Effect of Consumer’s Decisions on Acrylamide Exposure During the Preparation of French Fries. Part 2: Color Analysis,” Food and Chemical Toxicology 154 (June 7, 2021): 112321, https://doi.org/10.1016/j.fct.2021.112321.

M. Sansano et al., “Effect of Pretreatments and Air‐Frying, a Novel Technology, on Acrylamide Generation in Fried Potatoes,” Journal of Food Science 80, no. 5 (April 13, 2015): T1120-8, https://doi.org/10.1111/1750-3841.12843.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team