Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mana yang Lebih Menantang: Front Squat atau Back Squat?
ilustrasi front squat (pexels.com/Vitaly Gariev)
  • Front squat menempatkan barbel di depan bahu, menuntut tubuh lebih tegak serta stabilitas siku dan front rack yang dipengaruhi oleh fleksibilitas bahu, pergelangan tangan, dan punggung atas.

  • Back squat menaruh barbel di punggung atas dan umumnya memungkinkan beban lebih berat; studi kecil pada 12 peserta terlatih mencatat rata-rata beban maksimal lebih tinggi dibanding front squat.

  • Tuntutan otot bergantung pada beban dan teknik: back squat lebih membebani pelurus pinggul pada beban sama, sedangkan front squat lebih menuntut pelurus lutut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sekilas, back squat dan front squat terlihat mirip, yang mana barbel dibawa saat tubuh turun ke posisi jongkok, lalu didorong kembali berdiri. Perbedaannya tampak ketika batang besi berpindah tempat. Pada front squat, batang besi berada di depan bahu. Pada back squat, bar bertumpu di punggung atas.

Posisi batang besi mengubah cara tubuh menjaga keseimbangan dan otot yang bekerja lebih keras. Jadi, jawaban atas pertanyaan mana yang lebih sulit bergantung pada beberapa faktor.

1. Front squat menantang posisi batang besi dan tubuh

Dalam front squat, batang besi bertumpu pada bahu bagian depan dan siku diarahkan ke depan. Posisi ini membantu tubuh tetap lebih tegak, tetapi kamu perlu menjaga batang besi tidak bergeser serta siku tidak turun saat bergerak.

Bagi orang yang kesulitan mempertahankan posisi front rack—posisi batang besi di depan bahu—gerakan ini bisa terasa canggung. Fleksibilitas bahu, pergelangan tangan, dan punggung atas dapat memengaruhi kenyamanan posisi tersebut.

2. Back squat biasanya memungkinkan beban lebih berat

ilustrasi barbell back squat, jenis latihan beban (pixabay.com/Fabiano Silva)

Pada back squat, batang besi bertumpu di punggung atas. Banyak orang dapat mengangkat beban lebih berat dengan variasi ini. Dalam satu penelitian kecil terhadap 12 peserta muda terlatih, rata-rata beban maksimal yang diangkat lebih tinggi pada back squat daripada front squat. Penelitian yang sama juga menemukan badan peserta lebih condong ke depan saat melakukan back squat.

Namun, mampu mengangkat beban lebih berat tidak selalu berarti back squat lebih sulit bagi semua orang. Sebagian orang mungkin merasa posisi batang besi di punggung kurang nyaman, sementara yang lain lebih mudah kehilangan keseimbangan saat menjaga batang besi di depan bahu.

3. Tuntutan ototnya berubah menurut beban

Penelitian pada 11 atlet Divisi I NCAA membandingkan tuntutan biomekanik kedua squat pada beban yang sama. Pada beban tertentu, back squat memberi tuntutan lebih besar pada otot pelurus pinggul, sementara front squat memberi tuntutan lebih besar pada otot pelurus lutut. Ketika peneliti memperkirakan tuntutan pada beban maksimal relatif terhadap kemampuan masing-masing peserta, perbedaan tuntutan pada lutut menjadi lebih kecil.

Jadi, tidak tepat menyimpulkan bahwa satu variasi selalu lebih berat bagi lutut atau pinggul. Hasil pengukuran bisa berubah sesuai beban, teknik, dan cara peneliti membandingkan kedua gerakan. Studi biomekanik juga mengukur tuntutan pada tubuh dalam kondisi penelitian; hasilnya tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa satu variasi lebih berisiko menyebabkan cedera.

Referensi

Peter Ronai, “The Front Squat Exercise,” ACSM’s Health & Fitness Journal 26, no. 2 (2022): 44–50, https://doi.org/10.1249/FIT.0000000000000745.

Hasan Ulas Yavuz, Deniz Erdağ, Arif Mithat Amca, dan Serdar Aritan, “Kinematic and EMG Activities during Front and Back Squat Variations in Maximum Loads,” Journal of Sports Sciences 33, no. 10 (2015): 1058–66, https://doi.org/10.1080/02640414.2014.984240.

John Krzyszkowski dan Kristof Kipp, “Load-Dependent Mechanical Demands of the Lower Extremity during the Back and Front Squat,” Journal of Sports Sciences 38, no. 17 (2020): 2005–12, https://doi.org/10.1080/02640414.2020.1766738.

Jonathan C. Gullett, Mark D. Tillman, Gregory M. Gutierrez, dan John W. Chow, “A Biomechanical Comparison of Back and Front Squats in Healthy Trained Individuals,” Journal of Strength and Conditioning Research 23, no. 1 (2009): 284–92, https://doi.org/10.1519/JSC.0b013e31818546bb.

Curated For You

Editorial Team

Related Article