Jadi, tidak tepat menyimpulkan bahwa satu variasi selalu lebih berat bagi lutut atau pinggul. Hasil pengukuran bisa berubah sesuai beban, teknik, dan cara peneliti membandingkan kedua gerakan. Studi biomekanik juga mengukur tuntutan pada tubuh dalam kondisi penelitian; hasilnya tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa satu variasi lebih berisiko menyebabkan cedera.
Referensi
Peter Ronai, “The Front Squat Exercise,” ACSM’s Health & Fitness Journal 26, no. 2 (2022): 44–50, https://doi.org/10.1249/FIT.0000000000000745.
Hasan Ulas Yavuz, Deniz Erdağ, Arif Mithat Amca, dan Serdar Aritan, “Kinematic and EMG Activities during Front and Back Squat Variations in Maximum Loads,” Journal of Sports Sciences 33, no. 10 (2015): 1058–66, https://doi.org/10.1080/02640414.2014.984240.
John Krzyszkowski dan Kristof Kipp, “Load-Dependent Mechanical Demands of the Lower Extremity during the Back and Front Squat,” Journal of Sports Sciences 38, no. 17 (2020): 2005–12, https://doi.org/10.1080/02640414.2020.1766738.
Jonathan C. Gullett, Mark D. Tillman, Gregory M. Gutierrez, dan John W. Chow, “A Biomechanical Comparison of Back and Front Squats in Healthy Trained Individuals,” Journal of Strength and Conditioning Research 23, no. 1 (2009): 284–92, https://doi.org/10.1519/JSC.0b013e31818546bb.