Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Manfaat Putih Telur untuk Otot, Apa Benar Efektif?
ilustrasi memisahkan putih telur (magnific.com/magnific)
  • Putih telur menyediakan protein dan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk memperbaiki otot.

  • Manfaatnya paling terasa jika disertai latihan beban dan asupan protein harian yang cukup.

  • Putih telur bukan satu-satunya pilihan terbaik; studi tertentu menunjukkan telur utuh juga dapat merangsang sintesis protein otot dengan baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah latihan beban, otot butuh bahan baku untuk memperbaiki jaringan yang mengalami tekanan. Salah satu sumber protein yang sering dipilih adalah putih telur karena kandungan proteinnya relatif tinggi, dengan lemak dan kalori yang lebih rendah dibanding telur utuh.

Namun, manfaat putih telur bagi otot perlu dipahami secara proporsional. Putih telur bukan makanan ajaib yang dapat membentuk otot tanpa latihan dan pola makan yang mendukung.

1. Menyediakan bahan baku untuk perbaikan otot

Protein dipecah menjadi asam amino yang digunakan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk otot. Latihan beban yang disertai asupan protein dapat merangsang sintesis protein otot, yaitu proses pembentukan protein baru dalam otot.

Putih telur mengandung protein berkualitas tinggi serta asam amino esensial, termasuk leusin, yang membantu merangsang pembentukan protein otot. Karena itu, putih telur dapat menjadi pilihan makanan untuk mendukung pemulihan setelah berolahraga.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa asupan protein yang cukup, jika dikombinasikan dengan latihan beban secara rutin, dapat membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot. Namun, manfaat ini berkaitan dengan total asupan protein, bukan hanya dari putih telur.

2. Membantu memenuhi kebutuhan protein dengan lebih sedikit lemak

Putih telur sebagian besar terdiri dari protein dan hanya mengandung sedikit lemak, sehingga dapat menjadi sumber protein dengan kalori yang relatif rendah. Data USDA menunjukkan bahwa kandungan gizi putih telur berbeda dari telur utuh.

Karena itu, putih telur dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin membatasi asupan kalori atau lemak. Putih telur dapat ditambahkan ke berbagai menu, seperti omelet, nasi, atau sayuran.

Meski demikian, membatasi lemak tidak berarti kuning telur harus selalu dihindari. Kuning telur tetap mengandung berbagai zat gizi yang tidak ditemukan dalam jumlah yang sama pada putih telur.

3. Mendukung pemulihan, tetapi bukti khusus putih telur masih terbatas

ilustrasi latihan angkat beban (unsplash.com/John Arano)

Penelitian yang secara khusus menilai manfaat putih telur untuk peningkatan massa dan kekuatan otot masih terbatas dibandingkan penelitian tentang protein secara umum.

Dalam sebuah studi kecil selama delapan minggu, konsumsi 15 gram protein putih telur per hari memang memengaruhi metabolisme asam amino. Namun, tidak ditemukan perbedaan bermakna pada komposisi tubuh atau kekuatan otot dibanding kelompok yang mengonsumsi karbohidrat. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah asupan protein peserta belum cukup tinggi.

Studi kecil lainnya pada perempuan lanjut usia yang mengonsumsi 20 gram protein putih telur setiap hari selama enam bulan menunjukkan peningkatan asupan protein serta beberapa ukuran kekuatan fisik. Namun, perbedaannya tidak signifikan dibanding kelompok pembanding. Selain itu, jumlah peserta yang sedikit dan tingginya angka peserta yang keluar dari penelitian membuat hasilnya masih perlu dikonfirmasi melalui studi yang lebih besar.

Putih telur tidak otomatis lebih baik daripada telur utuh

Sebuah penelitian pada laki-laki muda menunjukkan bahwa konsumsi telur utuh setelah latihan beban merangsang sintesis protein otot lebih besar dibanding putih telur dengan kandungan protein yang sama. Namun, penelitian ini hanya mengamati respons tubuh dalam jangka pendek sehingga belum membuktikan perbedaan pertumbuhan otot dalam jangka panjang.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat makanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah protein. Komponen lain dalam kuning telur juga mungkin berperan, meskipun mekanismenya masih diteliti.

Karena itu, putih telur tetap dapat menjadi sumber protein yang praktis, terutama bagi orang yang ingin membatasi asupan lemak dan kalori.

Di sisi lain, telur utuh juga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Cara mengonsumsinya dengan aman

ilustrasi putih telur (pexels.com/Liz Earl)

Putih telur sebaiknya dimasak hingga matang atau menggunakan produk yang telah dipasteurisasi. Telur mentah atau kurang matang berisiko terkontaminasi bakteri Salmonella.

Pada dasarnya, pertumbuhan otot tidak ditentukan oleh satu jenis makanan. Faktor yang lebih penting adalah latihan beban yang dilakukan secara progresif, asupan protein dan energi yang cukup, tidur yang memadai, serta pemulihan yang baik. Putih telur dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, tetapi tidak menggantikan faktor-faktor tersebut.

Referensi

Ralf Jäger et al., “International Society of Sports Nutrition Position Stand: Protein and Exercise,” Journal of the International Society of Sports Nutrition 14 (2017): 20, https://doi.org/10.1186/s12970-017-0177-8.

Robert W. Morton et al., “A Systematic Review, Meta-Analysis and Meta-Regression of the Effect of Protein Supplementation on Resistance Training-Induced Gains in Muscle Mass and Strength in Healthy Adults,” British Journal of Sports Medicine 52, no. 6 (2018): 376–384, https://doi.org/10.1136/bjsports-2017-097608.

Azumi Hida et al., “Effects of Egg White Protein Supplementation on Muscle Strength and Serum Free Amino Acid Concentrations,” Nutrients 4, no. 10 (2012): 1504–1517, https://doi.org/10.3390/nu4101504.

Sarah L. Ullevig et al., “Egg Protein Supplementation Improved Upper Body Muscle Strength and Protein Intake in Community-Dwelling Older Adult Females Who Attended Congregate Meal Sites or Adult Learning Centers: A Pilot Randomized Controlled Trial,” Nutrition and Health 28, no. 4 (2022): 611–620, https://doi.org/10.1177/02601060211051592.

Stephan van Vliet et al., “Consumption of Whole Eggs Promotes Greater Stimulation of Postexercise Muscle Protein Synthesis than Consumption of Isonitrogenous Amounts of Egg Whites in Young Men,” American Journal of Clinical Nutrition 106, no. 6 (2017): 1401–1412, https://doi.org/10.3945/ajcn.117.159855.

U.S. Food and Drug Administration, “What You Need to Know About Egg Safety,” diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article