ilustrasi oatmeal (pexels.com/Life Of Pix)
Setiap tubuh memiliki respons metabolik yang berbeda terhadap makanan, termasuk oatmeal. Beberapa orang memiliki sensitivitas insulin yang lebih tinggi, sehingga tubuh mereka lebih cepat memproses karbohidrat menjadi energi. Dalam kondisi ini, rasa lapar bisa datang lebih cepat meskipun sudah makan makanan tinggi serat.
Faktor lain seperti aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga kondisi hormonal juga memengaruhi rasa kenyang dan lapar. Misalnya, kurang tidur terbukti meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar hingga 20 persen lebih tinggi daripada kondisi normal. Jadi, bukan hanya jenis makanan, tetapi juga kondisi tubuh secara keseluruhan yang menentukan apakah oatmeal bisa benar-benar mengenyangkan.
Seseorang yang masih cepat lapar setelah makan oatmeal bukanlah hal yang aneh, melainkan hasil dari kombinasi banyak faktor mulai dari komposisi nutrisi hingga respons tubuh. Mengubah cara konsumsi, seperti menambah protein dan lemak sehat, bisa membuat efek kenyangnya jauh lebih optimal. Kalau selama ini oatmeal terasa kurang mengenyangkan, apakah cara makannya sudah benar?
Referensi
"Feeling Hungry After Eating: Why It Happens and What to Do." Healthline. Diakses pada Agustus 2026.
"The Best Time to Eat Oats for Digestion and Cholesterol." Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026.