Comscore Tracker

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersoda

Bisa meningkatkan berat badan dan memicu diabetes tipe 2

Kita semua tahu kalau soda terasa manis dan menyegarkan, apalagi kalau diminum di siang hari yang terik. Sesekali, kita akan meminumnya untuk melepas dahaga. Tetapi, jangan terlalu sering karena minuman ini memiliki lebih banyak dampak negatif daripada positif.

Mengapa demikian? Tuntaskan rasa penasaranmu lewat penjelasan di bawah ini!

1. Bisa menaikkan berat badan

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodaeatthis.com

Percayakah kamu kalau soda bisa menambah berat badan? Menurut studi berjudul "Liquid Versus Solid Carbohydrate: Effects on Food Intake and Body Weight" yang diterbitkan di International Journal of Obesity and Related Metabolic Disorders pada tahun 2000, menemukan bahwa orang yang meminum soda akan mengonsumsi kalori 17 persen lebih banyak dari sebelumnya.

Tak mengherankan kalau orang yang minum minuman manis secara konsisten akan menambah berat badan lebih banyak daripada orang yang tidak meminumnya.

Bahkan, menurut studi berjudul "Relation Between Consumption of Sugar-Sweetened Drinks and Childhood Obesity: A Prospective, Observational Analysis" yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada tahun 2001, menemukan bahwa anak yang mengonsumsi minuman manis setiap hari akan meningkatkan risiko obesitas sebesar 60 persen!

2. Meningkatkan jumlah lemak di perut

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodahealth365.com.au

Soda mengandung sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) yang bisa meningkatkan lemak visceral atau lemak perut secara signifikan. Hal ini dibuktikan lewat penelitian berjudul "Greater Fructose Consumption Is Associated with Cardiometabolic Risk Markers and Visceral Adiposity in Adolescents" yang diterbitkan di The Journal of Nutrition pada tahun 2013.

Sementara, menurut studi yang melibatkan 32 orang sehat dan berlangsung selama 10 minggu, mereka diminta untuk minum minuman yang dimaniskan dengan glukosa atau fruktosa. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi minuman dengan glukosa mengalami peningkatan lemak kulit dan mereka yang mengonsumsi fruktosa mengalami peningkatan lemak perut secara signifikan.

Penelitian ini kemudian diterbitkan di The Journal of Clinical Investigation pada tahun 2009 dengan judul "Consuming Fructose-sweetened, not Glucose-sweetened, Beverages Increases Visceral Adiposity and Lipids and Decreases Insulin Sensitivity in Overweight/Obese Humans".

3. Gula dari soda menjadi lemak di hati

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodahealth.harvard.edu

Soda mengandung glukosa dan fruktosa, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Glukosa bisa dimetabolisme oleh sel di dalam tubuh, sementara fruktosa hanya bisa dimetabolisme oleh organ hati. Hal ini ditegaskan lewat studi berjudul "Fructose and NAFLD: The Multifaceted Aspects of Fructose Metabolism" yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada tahun 2017.

Apa yang terjadi jika kita mengonsumsi terlalu banyak fruktosa? Hati akan mengubah kelebihan fruktosa menjadi lemak. Sebagian lemak akan dikeluarkan menjadi trigliserida darah dan sisanya tetap berada di hati. Jika dibiarkan, ini akan menjadi penyakit hati berlemak non-alkohol.

Riset ini diterbitkan di jurnal Diabetes pada tahun 2005 dengan judul "Effect of Fructose Overfeeding and Fish Oil Administration on Hepatic De Novo Lipogenesis and Insulin Sensitivity in Healthy Men".

4. Buruk bagi kesehatan gigi

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodadiabetes.co.uk

Seperti yang kita ketahui, minuman manis berdampak buruk bagi kesehatan gigi, begitu pula soda. Soda mengandung asam fosfat dan asam karbonat yang bisa menciptakan lingkungan yang sangat asam di mulut. Lambat laun, gigi akan semakin rentan terhadap pembusukan, terang laman Healthline.

Bukan hanya asam yang bisa menyebabkan kerusakan, tetapi juga kandungan gula yang tinggi pada soda. Gula akan memberikan energi yang mudah dicerna untuk bakteri jahat di mulut.

Hal ini diperkuat oleh studi berjudul "Cariogenicity of Soft Drinks, Milk and Fruit Juice in Low-Income African-American Children: A Longitudinal Study" yang diterbitkan di Journal of the American Dental Association pada tahun 2008.

Baca Juga: Apa yang Terjadi jika Kamu Tak Menyikat Gigi? Hayo, Ini Akibatnya!

5. Bisa menyebabkan diabetes tipe 2

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodadiabetes.co.uk

Sudah menjadi fakta umum bahwa minuman dengan kandungan gula tinggi bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Begitu pula dengan soda yang memiliki asupan fruktosa berlebihan dan bisa menyebabkan resistensi insulin, jelas laman Healthline.

Faktanya, minum sekaleng soda setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Hal ini dibuktikan lewat studi berjudul "Sugar-sweetened Beverages and Risk of Metabolic Syndrome and Type 2 Diabetes: A Meta-Analysis" yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care pada tahun 2010.

Bahkan, menurut penelitian yang mengamati konsumsi gula di 175 negara, menemukan bahwa konsumsi 150 kalori gula per hari atau setara dengan sekaleng soda, bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 1,1 persen. Ini mengacu pada studi berjudul "The Relationship of Sugar to Population-Level Diabetes Prevalence: An Econometric Analysis of Repeated Cross-Sectional Data" yang diterbitkan di jurnal PLOS One pada tahun 2013.

6. Bersifat adiktif dan bisa menyebabkan kecanduan

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodaabcnews.go.com

Percaya atau tidak, soda mengandung zat adiktif yang bisa menyebabkan kecanduan. Berdasarkan penelitian pada tikus, ditemukan bahwa gula bisa memicu pelepasan dopamin di otak dan memberikan perasaan senang.

Akhirnya, kamu tidak bisa berhenti dan mengalami kecanduan soda. Hal ini dibuktikan lewat studi berjudul "Daily Bingeing on Sugar Repeatedly Releases Dopamine in the Accumbens Shell" yang diterbitkan di jurnal Neuroscience pada tahun 2005.

Bahkan, dalam penelitian lain menunjukkan bahwa gula mempengaruhi otak seperti obat keras. Ini ditemukan pada studi berjudul "Neurobiology of Food Addiction" yang diterbitkan di jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition & Metabolic Care pada tahun 2010.

7. Bisa menyebabkan resistensi leptin

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodahealth.harvard.edu

Minuman bersoda bisa menyebabkan resistensi leptin, yakni hormon yang diproduksi oleh sel-sel lemak tubuh untuk mengatur jumlah kalori yang dimakan dan dibakar. Hal ini dibuktikan dalam studi berjudul "The Role of Leptin and Ghrelin in the Regulation of Food Intake and Body Weight in Humans: A Review" yang diterbitkan di jurnal Obesity Reviews pada tahun 2007.

Apa yang terjadi jika kita resisten terhadap hormon leptin? Resistensi leptin diyakini sebagai pendorong utama peningkatan lemak pada manusia. Ini mengacu pada studi berjudul "Molecular Mechanisms of Central Leptin Resistance in Obesity" yang diterbitkan di jurnal Archives of Pharmacal Research pada tahun 2013.

Dalam penelitian, tikus menjadi resisten leptin setelah diberi makan banyak fruktosa. Dan saat tikus ini menjalani diet bebas gula, resistensi leptin menghilang.

8. Bisa menyebabkan resistensi insulin

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodafoxbusiness.com

Tidak hanya menyebabkan resistensi leptin, minuman bersoda juga memicu resistensi insulin. Saat kita minum soda, sel-sel akan menjadi kurang sensitif atau resisten terhadap efek insulin. Alhasil, pankreas harus membuat lebih banyak insulin untuk menghilangkan glukosa dari aliran darah agar kadar insulin dalam darah meningkat.

Apa imbas dari resistensi insulin? Ini disinyalir memicu sindrom metabolik, selangkah menuju diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Hal ini dibuktikan lewat studi berjudul "Fructose, Insulin Resistance, and Metabolic Dyslipidemia" yang diterbitkan di jurnal Nutrition & Metabolism pada tahun 2005.

Baca Juga: Ini Reaksi Tubuh Setelah Minum Soda, Minuman Berkarbonasi Tinggi Gula

9. Bisa meningkatkan risiko penyakit jantung

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodahackensackmeridianhealth.org

Lebih parahnya lagi, minuman bersoda bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Minuman manis bisa meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, termasuk gula darah tinggi, trigliserida darah, dan partikel LDL kecil yang padat.

Ini dibuktikan lewat studi berjudul "Consumption of Added Sugars and Indicators of Cardiovascular Disease Risk Among US Adolescents" yang diterbitkan di jurnal Circulation pada tahun 2011.

Sementara, menurut studi lain yang melibatkan 40.000 laki-laki dan berlangsung selama 20 tahun, menemukan bahwa orang yang minum satu gelas minuman manis setiap hari berisiko 20 persen lebih tinggi meninggal akibat serangan jantung.

10. Berisiko tinggi terkena kanker

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodanature.com

Tak kalah seram, peminum soda memiliki risiko kanker yang lebih tinggi. Menurut studi yang melibatkan 60.000 orang dewasa, ditemukan bahwa orang yang minum 2 gelas soda atau lebih per minggu berisiko 87 persen lebih besar mengembangkan kanker pankreas dibanding mereka yang tidak minum soda.

Hal ini dibuktikan dalam studi berjudul "Soft Drink and Juice Consumption and Risk of Pancreatic Cancer: The Singapore Chinese Health Study" yang diterbitkan di Cancer Epidemiology Biomarkers pada tahun 2010.

Di sisi lain, perempuan pascamenopause yang banyak minum soda akan berisiko lebih tinggi terkena kanker endometrium atau kanker lapisan dalam rahim. Penelitian ini diterbitkan di Cancer Epidemiol Biomarkers pada tahun 2013 dengan judul "Sugar-sweetened Beverage Intake and the Risk of Type I and Type II Endometrial Cancer Among Postmenopausal Women".

11. Berisiko meningkatkan asam urat secara drastis

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodadiabetes.co.uk

Mungkin kamu akan mengernyit heran, tetapi faktanya minuman bersoda bisa meningkatkan risiko asam urat. Asam urat merupakan kondisi peradangan dan nyeri pada persendian, terutama jari-jari kaki dan tangan, jelas laman Healthline.

Di sisi lain, kadar asam urat bisa meningkat akibat fruktosa yang ada di soda. Ini berdasarkan studi berjudul "Fructose Intake and Risk of Gout and Hyperuricemia: a Systematic Review and Meta-analysis of Prospective Cohort Studies" yang diterbitkan di jurnal BMJ Open pada tahun 2016.

Jika sering mengonsumsi soda, maka perempuan berisiko 75 persen lebih besar terkena asam urat, sementara laki-laki "hanya" 50 persen, menurut penelitian jangka panjang yang dikutip oleh laman Healthline.

12. Bisa meningkatkan risiko demensia

12 Masalah Kesehatan yang Timbul dari Minuman Bersodacaringstrategies.com

Terakhir, konsumsi gula yang tinggi bisa meningkatkan risiko terkena demensia, penurunan fungsi otak yang umum terjadi pada orang tua. Menurut penelitian, peningkatan gula darah secara bertahap berkaitan dengan peningkatan risiko demensia.

Hal ini dibuktikan lewat studi berjudul "High-sugar Diets, Type 2 Diabetes and Alzheimer's Disease" yang diterbitkan di jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition & Metabolic Care pada tahun 2013.

Sementara, berdasarkan penelitian pada hewan pengerat, ditemukan bahwa minuman manis berdosis besar bisa merusak daya ingat dan kemampuan membuat keputusan, dilansir dari laman Healthline. Jika ingin fungsi otak kita tetap baik hingga usia senja, lebih baik kurangi konsumsi soda, ya!

Nah, itulah 12 masalah kesehatan yang timbul akibat mengonsumsi minuman bersoda. Semoga bisa menambah wawasanmu!

Baca Juga: 7 Penyakit yang Dipicu oleh Minuman Beralkohol Berlebihan

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya