Karena faktor genetik, hormon, struktur jaringan ikat, dan usia ikut berperan, selulit tidak sepenuhnya bisa dicegah. Namun, tampilannya bisa dibuat lebih samar pada sebagian orang.
Langkah yang paling realistis adalah aktif secara fisik, melakukan latihan kekuatan, mempertahankan berat badan sehat, menerapkan pola makan bergizi seimbang, cukup tidur, dan tidak merokok. Krim, pijat, alat kecantikan, atau prosedur medis tertentu mungkin memberi perbaikan sementara, tetapi hasilnya bervariasi dan tidak selalu tahan lama.
Selulit adalah kondisi umum, tidak berbahaya, dan tidak harus diperangi. Kalau ingin menyamarkannya, lakukan dengan ekspektasi yang realistis. Kalau tidak ingin mengurusnya, itu juga valid, kok.
Referensi
Mayo Clinic Staff. “Cellulite: Symptoms and Causes.” Diakses Juni 2026.
Gabriel, Allen, Vivian Chan, Marissa Caldarella, Tanya Wayne, and Erin O’Rorke. “Cellulite: Current Understanding and Treatment.” Aesthetic Surgery Journal Open Forum 5, no. 3 (2023): ojad050. https://doi.org/10.1093/asjof/ojad050.
Bass, Lawrence S., Brian P. Hibler, and Saami Khalifian. “Cellulite Pathophysiology and Psychosocial Implications.” Dermatologic Surgery 49, no. 4S (2023): S2–S7. https://doi.org/10.1097/DSS.0000000000003745.
Bass, Lawrence S., and Michael S. Kaminer. “Insights into the Pathophysiology of Cellulite: A Review.” Dermatologic Surgery 46, suppl. 1 (2020): S77–S85.
Luebberding, Stefanie, Nils Krueger, and Neil S. Sadick. “Cellulite: An Evidence-Based Review.” American Journal of Clinical Dermatology 16, no. 4 (2015): 243–256. https://doi.org/10.1007/s40257-015-0129-5.
American Academy of Dermatology Association. “Cellulite Treatments: What Really Works?” Diakses Juni 2026.