Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbedaan HDL dan LDL, Kolesterol Baik dan Jahat
ilustrasi kolesterol (freepik.com/rawpixel.com)

Sering sekali kolesterol dianggap sebagai nutrisi paling buruk bagi tubuh. Padahal, kolesterol bisa dibagi menjadi dua tipe, yaitu baik dan jahat. Kolesterol baik (High-Density Lipoprotein) dikenal memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan diperlukan untuk berbagai proses. Sementara itu, yang harus kita kurangi adalah kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein).

Kedua jenis kolesterol itu dibutuhkan tubuh karena memiliki fungsi masing-masing, tapi dengan kadar tentu. Lantas, apa perbedaan HDL dan LDL alias kolesterol baik dan jahat? Berikut ini adalah penjelasan beserta cara mengontrol HDL dan LDL yang ada dalam tubuh agar bisa tetap hidup sehat.

1. Definisi HDL dan LDL

ilustrasi tes kesehatan (freepik.com/freepik)

Dikutip Harvard Health Publishing, kolesterol terdiri dari dua yaitu HDL (High-Density Lipoprotein) atau kolesterol baik dan LDL (Low-Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat. Lipoprotein sendiri merupakan lemak dan protein. Keduanya memiliki fungsi sama yaitu sebagai kendaraan agar kolesterol bisa bergerak melewati darah.

Sedangkan, Modern Heart and Vascular menyebutkan bahwa kolesterol adalah zat lilin dalam darah yang diangkut oleh HDL dan LDL. Sesuai namanya, HDL memiliki densitas tinggi sedangkan LDL memiliki densitas rendah. Densitas HDL dan LDL bermakna kepadatan partikel lipoprotein.

Dapat disimpulkan bahwa HDL adalah "kendaraan" pengangkut kolesterol dengan kepadatan lipoprotein tinggi. Sebaliknya, LDL adalah "kendaraan" pengangkut kolesterol dengan kepadatan lipoprotein rendah.

2. Fungsi dalam tubuh

ilustrasi darah (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Beda definisi, beda juga fungsinya. Sebelum mengetahui fungsi HDL dan LDL, ketahui dulu bahwa hati merupakan organ yang memiliki tugas memproses lemak menjadi kolesterol. Setelah itu kolesterol masuk ke darah berupa HDL dan LDL.

HDL berfungsi mengangkut kolesterol yang ada dalam darah dari seluruh tubuh untuk kembali ke hati. Dengan fungsi tersebut, HDL dapat mencegah plak, melindungi penyakit kardiovaskular ateroklerotik, serta melindungi arteri. Oleh karena itu, HDL kerap disebut dengan kolesterol baik.

Sementara itu, tugas LDL adalah mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh bagian sel tubuh yang membutuhkan. Sayangnya, LDL mengandung kolesterol lebih banyak daripada protein. Dampaknya jika LDL terlalu banyak adalah terjadi penumpukan plak sehingga berpotensi menyebabkan penyakit jantung, otak ataupun kaki dan lengan. Oleh karena itu, LDL sering disebut kolesterol jahat.

3. Nilai HDL dan LDL dalam jumlah rendah, normal, hingga tinggi

ilustrasi pemeriksaan diabetes (pexels.com/Artem Podrez)

Dengan fungsi yang berbeda, nilai normal HDL dan LDL masuk ke dalam tubuh juga berbeda. Ada tingkatan nilai mulai dari rendah hingga tinggi, bahkan nilai HDL dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Berikut ini kadar HDL dan LDL yang disarankan, dikutip Cleveland Clinic.

HDL

Rendah: Di bawah 40 mg/dL (laki-laki), dibawah 50 mg/dL (perempuan)

Normal: 40—80 mg/dL (laki-laki), 50—80 mg/dL (perempuan)

Tinggi: di atas 80 mg/dL (laki-laki dan perempuan)

LDL

Normal: di bawah 100 mg/dL

Hampir optimal: 100—129 mg/dL

Batas tinggi: 130—159 mg/dL

Tinggi: 160—189 mg/dL

Sangat tinggi: 190 mg/dL

4. Makanan yang mengandung HDL dan LDL

ilustrasi makanan sehat (freepik.com/freepik)

Untuk menjaga nilai HDL dan LDL tetap normal, perhatian asupan makanan setiap hari. Untuk meningkatkan nilai HDL, biasakan mengonsumsi alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, kedelai serta ikan berlemak. Tak hanya itu, konsumsi juga makanan yang kaya akan antioksidan seperti buah beri, buah bit, kubis ungu, kubis, bayam dan paprika merah.

Sedangkan makanan yang mengandung LDL bisa ditemukan pada daging merah seperti daging sapi, babi, domba. LDL juga ada pada makanan yang digoreng, daging olahan dan kue kering termasuk pastry dan cake. Makanan-makanan ini bisa membuat nilai LDL tinggi.

5. Cara mengontrol kolesterol

ilustrasi olahraga (pixabay.com/useche360)

Untuk menjaga kesehatan, kuncinya ada pada nilai HDL dan LDL normal dalam tubuh. Caranya mulai dari meningkatkan asupan kaya HDL hingga mengubah kebiasaan sehari-hari. Berikut ini adalah cara terbaik untuk mengontrol nilai HDL dan LDL dalam tubuh.

  • Kalau kamu perokok sebaiknya hentikan segera karena berhenti merokok bisa meningkatkan HDL

  • Ubah pola makan dengan makanan yang rendah lemak dan tinggi serat

  • Mulai bergerak untuk olahraga seperti aerobik dan lain-lain

  • Jaga berat badan karena obesitas dalam meningkatkan LDL

  • Kurangi stres karena stres dapat meningkatkan LDL dan menurunkan HDL

Dengan mengetahui perbedaan HDL dan LDL, kita bisa mulai mengubah pola hidup agar nilai HDL dan LDL tetap normal. Pola hidup sehat dimulai dari asupan makanan dan kebiasaan untuk tetap bergerak setiap hari. Namun, jika ada keluhan terkait kolesterol lebih baik segera hubungi tenaga kesehatan atau rumah sakit.

Referensi

“Understanding Cholesterol — HDL vs LDL.” Harvard Health Publishing. Diakses Maret 2026.

“Difference Between LDL and HDL Cholesterol.” Modern Heart and Vascular. Diakses Maret 2026.

“What Is the Difference Between Good and Bad Cholesterol?” Keck Medicine. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team