Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kerap Dikonsumsi Anak Gym, Ini 3 Potensi Manfaat BCAA untuk Otot
ilustrasi suplemen olahraga (pexels.com/doTERRA International, LLC)
  • BCAA (leusin, isoleusin, dan valin) merupakan asam amino esensial yang terlibat dalam metabolisme dan pembentukan protein otot.

  • Suplemen BCAA berpotensi mengurangi nyeri otot setelah latihan berat, tetapi belum terbukti meningkatkan pemulihan performa otot.

  • Untuk membangun otot, tubuh memerlukan semua asam amino esensial. Protein lengkap dari makanan atau whey memberikan bahan yang lebih menyeluruh daripada BCAA saja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagian orang membawa minuman BCAA ke gym untuk diminum sebelum atau sesudah latihan. Suplemen ini kerap dikaitkan dengan pembentukan otot dan pemulihan. Namun, apa yang sebenarnya dilakukan BCAA, dan apakah suplemennya memberi manfaat tambahan?

BCAA adalah singkatan dari branched-chain amino acids, yaitu tiga asam amino esensial: leusin, isoleusin, dan valin. Disebut esensial karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri, sehingga perlu diperoleh dari makanan. Ketiganya juga terkandung dalam makanan berprotein, seperti telur, ikan, daging, susu, dan kedelai.

Berikut beberapa potensi peran BCAA untuk otot dan catatan pentingnya.

1. Leusin dapat memicu sinyal pembentukan protein otot

Latihan beban memberi rangsangan pada otot untuk membangun dan memperbaiki protein. Leusin, salah satu BCAA, berperan dalam mengaktifkan sinyal yang terkait dengan proses tersebut. Sejumlah penelitian pada manusia juga menunjukkan BCAA dapat merangsang sintesis protein otot untuk sementara.

Namun, mengaktifkan sinyal bukan berarti BCAA saja menyediakan semua bahan yang diperlukan otot. Pembentukan protein otot membutuhkan seluruh sembilan asam amino esensial. Tinjauan penelitian menyimpulkan bahwa respons sintesis protein setelah mengonsumsi BCAA lebih kecil dibandingkan setelah mengonsumsi protein lengkap yang menyediakan semua asam amino esensial.

2. Berpotensi mengurangi nyeri otot setelah latihan berat

ilustrasi mengonsumsi suplemen BCAA di gym (pexels.com/Justin Luck)

Nyeri otot yang muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah olahraga dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS). Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi BCAA setelah latihan dapat membantu mengurangi nyeri otot hingga 24-96 jam setelah berolahraga.

Namun, berkurangnya nyeri otot tidak selalu berarti pemulihan otot menjadi lebih cepat. Tinjauan berbagai penelitian menemukan bahwa meski BCAA dapat mengurangi rasa nyeri dan beberapa penanda kerusakan otot, manfaatnya terhadap pemulihan performa otot belum terbukti.

Selain itu, penanda seperti kreatin kinase juga tidak bisa dijadikan patokan tunggal. Nilai yang lebih rendah belum tentu menunjukkan otot sudah pulih sepenuhnya atau siap digunakan untuk berlatih lebih baik.

3. Dapat digunakan otot sebagai sumber energi

Berbeda dari banyak asam amino lain, BCAA dapat dimetabolisme di otot rangka dan digunakan sebagai energi saat berolahraga. Namun, fungsi ini tidak berarti minum suplemen BCAA pasti membuat latihan lebih kuat atau tahan lama.

Bukti bahwa suplemen BCAA meningkatkan performa olahraga masih terbatas, dan manfaatnya untuk membangun massa atau kekuatan otot belum konsisten jika dibandingkan dengan asupan protein berkualitas tinggi yang cukup.

Apakah suplemen BCAA perlu dikonsumsi?

BCAA memang berperan dalam fungsi otot, tetapi mengonsumsi suplemennya bukan cara instan untuk membentuk massa otot. Proses pembentukan otot tetap bergantung pada latihan yang konsisten dan asupan protein yang cukup, terutama protein lengkap yang mengandung seluruh asam amino esensial.

Jika kebutuhan protein harian sudah terpenuhi dari makanan, manfaat tambahan suplemen BCAA masih belum jelas. Berbagai sumber protein, seperti telur, susu, ikan, ayam, daging, dan kedelai, tidak hanya mengandung BCAA tetapi juga asam amino esensial lain yang dibutuhkan tubuh.

Berdasarkan bukti yang ada saat ini, manfaat BCAA yang paling menjanjikan adalah membantu mengurangi nyeri otot setelah latihan berat. Sementara itu, bukti bahwa suplemen BCAA dapat menambah massa otot atau mempercepat pemulihan performa masih terbatas.

Referensi

National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Dietary Supplements for Exercise and Athletic Performance: Health Professional Fact Sheet,” diakses 7 Oktober 2026, https://ods.od.nih.gov/factsheets/ExerciseAndAthleticPerformance-HealthProfessional/.

Matthew S. Kaspy, Sarkis J. Hannaian, Zachary W. Bell, and Tyler A. Churchward-Venne, “The Effects of Branched-Chain Amino Acids on Muscle Protein Synthesis, Muscle Protein Breakdown and Associated Molecular Signalling Responses in Humans: An Update,” Nutrition Research Reviews 37, no. 2 (December 2024): 273–86, https://doi.org/10.1017/S0954422423000197.

Atef Salem et al., “Attenuating Muscle Damage Biomarkers and Muscle Soreness after an Exercise-Induced Muscle Damage with Branched-Chain Amino Acid (BCAA) Supplementation: A Systematic Review and Meta-Analysis with Meta-Regression,” Sports Medicine–Open 10, no. 1 (2024): 42, https://doi.org/10.1186/s40798-024-00686-9.

Atef Salem et al., “Branched-Chain Amino Acids Supplementation and Post-Exercise Recovery: An Overview of Systematic Reviews,” International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism 43, no. 4 (2024): 384–96, https://doi.org/10.1080/27697061.2023.2297899.

Curated For You

Editorial Team

Related Article