ilustrasi seseorang anak membawa tas jinjing (freepik.com/Holiak)
Mudik bukan hanya soal sampai di kampung halaman, tetapi juga tentang menjaga kesehatan dan kenyamanan anak selama prosesnya. Ini bagian dari tanggung jawab orang tua, menurut dr. Piprim.
Berikut rekomendasi mudik dari IDAI:
- Periksa kesehatan anak dan lengkapi vaksinasi
Pastikan anak dalam kondisi sehat sebelum berangkat. Jika memiliki riwayat penyakit tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum perjalanan terutama bagi yang memiliki isu kesehatan khusus dan bawa obat-obatan yang diperlukan.
Pastikan juga anak telah mendapatkan vaksinasi yang diperlukan sesuai usianya.
Jangan tunda untuk konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat jika ada tanda penyakit yang muncul, seperti anak tampak lemas, rewel berlebihan, tidak nafsu makan, atau sulit tidur.
- Anak cukup istirahat sebelum perjalanan dan saat di tempat tujuan
Anak-anak butuh tidur yang cukup untuk menjaga sistem kekebalan tubuh mereka. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews, kurang tidur dapat menurunkan fungsi imun dan meningkatkan risiko infeksi. Tidur yang cukup membantu tubuh memproduksi sitokin, protein yang melawan infeksi dan peradangan.
Oleh karena itu, pastikan anak tidur cukup minimal 8–10 jam sebelum mudik, serta saat tiba di tempat tujuan. Hindari juga aktivitas berlebihan di hari pertama karena tubuh anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru (cuaca, suhu, udara, jam tidur) setelah perjalanan panjang.
- Bawa makanan sehat dan cukupi asupan cairan
Hindari jajanan yang tidak sehat dan juga makanan cepat saji selama perjalanan. Bawa kudapan sehat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, roti gandum, serta protein hewani seperti telur, ayam, ikan, dan daging yang dapat menstabilkan kadar gula darah, memperbaiki jaringan tubuh dan memperkuat sistem imun, serta memberi rasa kenyang lebih lama, sehingga anak tidak mudah lapar selama perjalanan.
- Hindari memberikan camilan manis atau minuman bergula
Makanan dan minuman tinggi gula dan karbohidrat cepat serap justru menurunkan imunitas dan memicu gangguan perilaku.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi gula tinggi dapat menurunkan fungsi sel imun (neutrofil) hingga 40 persen dalam beberapa jam setelah konsumsi.
Selain itu, perjalanan mudik juga rawan dehirasi yang dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan konsentrasi, terutama pada anak-anak. Dehidrasi pada anak dapat terjadi lebih cepat daripada orang dewasa karena rasio luas permukaan tubuh terhadap volume cairan yang lebih tinggi. Pastikan anak minum air putih secara teratur untuk mencegah dehidrasi.
- Gunakan masker saat berada di keramaian dan jaga kebersihan tangan
Ajarkan anak untuk menggunakan masker di tempat ramai dan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara teratur, terutama sebelum makan. Penggunaan masker dan mencuci tangan dapat mengurangi risiko penularan penyakit infeksi seperti flu dan COVID-19. Selain itu, masker efektif mengurangi penyebaran virus.
- Hindari paparan asap rokok dan polusi
Jika bepergian dengan kendaraan pribadi, jangan merokok di dalam mobil. Sementara untuk transportasi umum, pilih area bebas asap rokok.
Gunakan masker pada anak apabila bepergian menggunakan sepeda motor supaya anak tidak menghirup banyak polusi dan asap kendaraan.
Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan pada anak, seperti bronkitis dan pneumonia. Polusi udara dan asap kendaraan juga dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru dan sistem kekebalan tubuh.
- Siapkan obat-obatan dasar dan vitamin
Bawa obat-obatan dasar seperti parasetamol, obat antimabuk, dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
Vitamin C diketahui dapat meningkatkan fungsi imun dan mengurangi durasi gejala pilek. Sementara itu, parasetamol efektif untuk mengatasi demam ringan yang mungkin terjadi selama perjalanan.
- Jaga kebersihan lingkungan sekitar anak
Bersihkan area duduk anak, terutama jika menggunakan transportasi umum. Bawa tisu basah antiseptik untuk membersihkan permukaan yang sering disentuh.
Menurut laporan dalam Journal of Environmental Health, membersihkan permukaan yang sering disentuh dapat mengurangi risiko penularan penyakit. Hal ini penting karena virus dan bakteri dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam.
- Ajak anak bergerak secara teratur
Jika perjalanan panjang dan menggunakan kendaraan pribadi, berhentilah setiap 2–3 jam untuk mengajak anak berjalan-jalan atau melakukan peregangan. Aktivitas fisik ringan dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko pembekuan darah, terutama pada perjalanan panjang.
Selain itu, bergerak juga membantu mengurangi kelelahan dan stres pada anak.
- Hindari stres dan ciptakan suasana menyenangkan
Buat perjalanan menyenangkan dengan membawa mainan atau buku favorit anak. Hindari memarahi anak selama perjalanan karena stres dapat menurunkan imunitas. Menciptakan suasana yang nyaman dan bahagia dapat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik anak.
Perjalanan panjang dapat menyebabkan kelelahan pada anak, yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
- Persiapkan situasi darurat
Pastikan membawa dokumen seperti kartu identitas anak, tiket, dan surat izin jika hanya satu orang tua yang menemani. Simpan juga nomor-nomor darurat seperti dokter, rumah sakit terdekat, dan kontak keluarga yang bisa dihubungi.
Serta, pastikan anak dan keluarga memiliki asuransi kesehatan yang mencakup perjalanan mudik.