Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kena Kanker Tulang, Apakah Pasti Harus Diamputasi?

Kena Kanker Tulang, Apakah Pasti Harus Diamputasi?
Hasil pemindaian osteosarkoma di tulang kering (commons.wikimedia.org/Yousef Samir)
  • Diagnosis kanker tulang tidak otomatis berarti lengan atau tungkai harus diamputasi. Pada osteosarkoma ekstremitas, sebagian besar pasien dapat menjalani operasi penyelamatan anggota gerak.

  • Keputusan ditentukan terutama oleh lokasi dan ukuran tumor, keterlibatan saraf serta pembuluh darah, dan apakah kanker dapat diangkat seluruhnya dengan batas jaringan yang aman.

  • Bahkan patah tulang akibat osteosarkoma tidak lagi otomatis menjadi alasan amputasi jika operasi penyelamatan anggota gerak masih dapat mengangkat tumor secara memadai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Diagnosis kanker tulang tentu membuat orang khawatir baik mengenai penyakitnya itu sendiri maupun kemungkinan amputasi pada bagian tubuh yang terdampak.

Lantas, apakah terkena kanker tulang pasti melibatkan amputasi?

Kabar baiknya, dalam kebanyakan kasus amputasi tidak diperlukan. National Cancer Institute (NCI) menyebut lebih dari 80 persen pasien dengan osteosarkoma (jenis kanker tulang ganas yang bermula dari sel-sel pembentuk jaringan tulang baru) pada ekstremitas dapat menjalani limb-sparing atau limb-salvage surgery, yaitu operasi untuk mengangkat kanker sambil mempertahankan lengan atau tungkai.

Perlu diketahui bahwa diagnosis tumor tulang tidak berarti kanker, sementara kanker tulang primer sendiri memiliki beberapa jenis, termasuk osteosarkoma, sarkoma Ewing, dan kondrosarkoma. Kanker payudara, paru, atau kanker lain yang menyebar ke tulang disebut metastasis tulang, bukan kanker tulang primer.

  1. 1. Dokter sebisa mungkin akan mempertahankan anggota gerak

    Pada limb-sparing surgery, dokter mengangkat tumor beserta sebagian jaringan sehat di sekitarnya, tetapi mempertahankan anggota gerak.

    Bagian tulang yang diangkat kemudian dapat direkonstruksi menggunakan prostesis logam, cangkok tulang, atau kombinasi keduanya. Pada anak, pilihan rekonstruksi juga perlu mempertimbangkan pertumbuhan tulang yang masih berlangsung.

    Prioritas utama operasi adalah mengangkat kanker dengan batas operasi yang aman (wide surgical margin).

    Artinya, ketika tumor diangkat, dokter juga mengambil jaringan sehat di sekelilingnya untuk memperkecil kemungkinan sel kanker tertinggal. Jika mempertahankan anggota gerak membuat margin tersebut tidak bisa dicapai, menyelamatkan kaki atau tangan justru dapat mengorbankan kontrol terhadap kanker.

  2. 2. Kapan amputasi diperlukan?

    NCI menyebut pemilihan jenis operasi pada osteosarkoma mempertimbangkan lokasi dan ukuran tumor, kemampuan mempertahankan suplai saraf serta pembuluh darah, usia pasien, potensi pertumbuhan, dan fungsi anggota gerak yang ingin dipertahankan.

    Skenario amputasi dapat menjadi pilihan antara lain:

    • Tumor sangat besar atau letaknya membuat pengangkatan dengan margin aman tidak mungkin dilakukan.
    • Kanker telah melibatkan saraf atau pembuluh darah utama sehingga anggota gerak tidak dapat dipertahankan dengan fungsi yang memadai.
    • Setelah operasi ternyata ditemukan margin yang tidak memadai.
    • Tumor kambuh secara lokal dan tidak dapat diangkat dengan aman melalui operasi penyelamatan anggota gerak.
    • Terdapat komplikasi tertentu, misalnya infeksi tumor yang tidak terkendali.

    American Cancer Society (ACS) juga menjelaskan bahwa apabila tumor telah tumbuh ke struktur penting seperti saraf dan pembuluh darah, amputasi terkadang memberikan pilihan operasi yang lebih baik.

    Jadi, pada situasi tertentu, prosedur ini justru menjadi cara paling aman untuk mengangkat kanker sekaligus menghasilkan anggota gerak yang nantinya dapat berfungsi dengan baik menggunakan prostesis dan rehabilitasi.

  3. 3. Patah tulang karena kanker juga belum tentu harus diamputasi

    Radiografi memperlihatkan tulang kaki bagian bawah dan pergelangan, dengan struktur tulang terang pada latar gelap.
    ilustrasi tulang kaki hasil radiografi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Osteosarkoma dapat melemahkan tulang sampai terjadi patah tulang patologis, yaitu tulang patah karena rusak oleh penyakit, bukan karena benturan.

    Dulu kondisi ini lebih sering dianggap alasan untuk melakukan amputasi karena dikhawatirkan sel tumor menyebar ke jaringan sekitar lokasi patah. Namun, ini pandangan tersebut sudah berubah.

    NCI menyatakan patah tulang patologis saat diagnosis atau selama kemoterapi tidak otomatis menggugurkan kemungkinan limb-salvage surgery, selama dokter masih bisa mengangkat tumor dengan margin yang memadai.

    Metaanalisis 2023 terhadap 7.604 pasien osteosarkoma, termasuk 885 pasien dengan patah patologis, juga tidak menemukan angka kekambuhan lokal yang secara signifikan lebih tinggi pada pasien patah tulang yang menjalani limb salvage dibanding amputasi.

    Namun, patah patologis tetap merupakan kondisi serius. Studi tersebut menemukan pasien dengan patah patologis secara keseluruhan memiliki prognosis yang lebih buruk dan risiko metastasis lebih tinggi.

  4. 4. Apakah amputasi membuat peluang hidup lebih tinggi?

    Tidak ada bukti bahwa setiap pasien osteosarkoma akan hidup lebih lama hanya karena anggota geraknya diamputasi.

    Tinjauan sistematis yang membandingkan limb salvage dengan amputasi pada osteosarkoma ekstremitas menemukan rata-rata angka kelangsungan hidup lima tahun sekitar 62 persen pada kelompok limb salvage dan 58 persen pada kelompok amputasi, tanpa perbedaan statistik yang bermakna.

    NCI juga menyatakan tidak ada perbedaan overall survival antara pasien yang pada awalnya menjalani amputasi dan mereka yang menjalani operasi penyelamatan anggota gerak. Yang terpenting untuk mencegah kekambuhan lokal adalah apakah tumor dapat diangkat dengan margin yang cukup.

    Namun, sebagian besar data berasal dari penelitian observasional, bukan uji klinis yang mengacak pasien untuk menerima amputasi atau limb salvage. Pasien yang mendapatkan amputasi sejak awal bisa saja memiliki tumor yang lebih besar atau lebih sulit ditangani.

  5. 5. Menyelamatkan anggota gerak juga bukan selalu pilihan yang lebih ringan

    Mempertahankan kaki atau tangan terdengar sebagai hasil yang paling ideal, tetapi operasi limb salvage merupakan prosedur besar.

    Pasien dapat membutuhkan rekonstruksi tulang yang kompleks, rehabilitasi panjang, dan terkadang operasi tambahan apabila prostesis atau cangkok mengalami infeksi, aus, longgar, atau patah.

    Metaanalisis mengenai fungsi dan kualitas hidup setelah osteosarkoma menemukan tidak ada perbedaan konsisten yang besar antara amputasi dan limb salvage. Pasien dari kedua kelompok dapat memiliki fungsi serta kualitas hidup yang baik setelah rehabilitasi.

    Maka dari itu, tujuan pengobatan bukan cuma mempertahankan bentuk anggota gerak. Dokter juga mempertimbangkan apakah kaki atau tangan yang diselamatkan nantinya dapat digunakan dengan baik, seberapa besar risiko operasi ulang, serta aktivitas yang ingin dilakukan pasien.

  6. 6. Jenis kanker tulangnya juga menentukan terapi

    Tim dokter berseragam bedah melakukan operasi di ruang operasi sebagai ilustrasi penanganan kanker tulang.
    ilustrasi tim dokter sedang melakukan operasi kanker tulang (unsplash.com/NCI)

    Sebagian besar data mengenai amputasi versus limb salvage berasal dari osteosarkoma ekstremitas, sehingga tidak bisa otomatis diterapkan pada semua jenis kanker tulang.

    Pada osteosarkoma derajat tinggi, pengobatan biasanya menggabungkan kemoterapi dan pembedahan.

    Pada sarkoma Ewing, kemoterapi merupakan bagian penting pengobatan dan pengendalian tumor lokal dapat melibatkan pembedahan, radioterapi, atau keduanya. Ini sebaiknya dilakukan oleh tim multidisiplin yang berpengalaman menangani sarkoma.

    Sementara pada kondrosarkoma, pembedahan menjadi terapi utama pada banyak kasus karena sebagian besar jenisnya tidak terlalu responsif terhadap kemoterapi.

    Jadi, dokter harus mengetahui jenis tumornya, lokasi, luas penyakit, dan apakah kanker sudah menyebar.

  7. Penanganan sebaiknya dilakukan di pusat yang berpengalaman menangani sarkoma

    Tumor tulang yang dicurigai ganas sebaiknya dinilai oleh tim yang berpengalaman menangani sarkoma, idealnya bahkan sebelum biopsi dilakukan.

    Pada sarkoma Ewing, NCI secara khusus menyebut ahli bedah ortopedi onkologi sebaiknya ikut merencanakan lokasi sayatan biopsi karena jalur biopsi dapat memengaruhi operasi definitif dan kemungkinan limb salvage nantinya.

    Hal serupa juga penting pada osteosarkoma. Penelitian menunjukkan prosedur atau operasi yang dilakukan tanpa perencanaan onkologi yang tepat dapat meningkatkan masalah kontrol tumor lokal dan membuat operasi berikutnya lebih kompleks.

    Jadi, kanker tulang tidak identik dengan amputasi. Untuk osteosarkoma pada kaki atau tangan, sebagian besar pasien sekarang dapat menjalani operasi yang mempertahankan anggota gerak. Amputasi tetap sangat penting ketika itulah cara paling aman untuk mengangkat tumor seluruhnya dan mempertahankan fungsi terbaik yang realistis.

    Referensi

    National Cancer Institute, “Osteosarcoma and Undifferentiated Pleomorphic Sarcoma of Bone Treatment (PDQ®)—Health Professional Version,” diakses September 2026.

    National Cancer Institute, “Bone Cancer,” NCI Dictionary of Cancer Terms, diakses September 2026.

    National Cancer Institute, “Bone Metastasis,” NCI Dictionary of Cancer Terms, diakses September 2026.

    American Cancer Society, “Surgery for Osteosarcoma,” diakses September 2026.

    Marcos R. Gonzalez, Angad Bedi, Daniel Karczewski, and Santiago A. Lozano-Calderon, “Are Pathologic Fractures in Patients With Osteosarcoma Associated With Worse Survival Outcomes? A Systematic Review and Meta-analysis,” Clinical Orthopaedics and Related Research 481, no. 12 (2023): 2433–2443, doi:10.1097/CORR.0000000000002687.

    Julio J. Jauregui, Vidushan Nadarajah, Joseph Munn, Robert Pivec, Bhaveen H. Kapadia, Daniel M. Lerman, and Aditya V. Maheshwari, “Limb Salvage Versus Amputation in Conventional Appendicular Osteosarcoma: A Systematic Review,” Indian Journal of Surgical Oncology 9, no. 2 (2018): 232–240, doi:10.1007/s13193-018-0725-y.

    Jiong Mei, Xiao-Zhong Zhu, Zhi-Yuan Wang, and Xuan-Song Cai, “Functional Outcomes and Quality of Life in Patients with Osteosarcoma Treated with Amputation versus Limb-Salvage Surgery: A Systematic Review and Meta-analysis,” Archives of Orthopaedic and Trauma Surgery 134, no. 11 (2014): 1507–1516, doi:10.1007/s00402-014-2086-5.

    National Cancer Institute, “Ewing Sarcoma Treatment (PDQ®)—Health Professional Version,” diakses September 2026.

    National Cancer Institute, “Chondrosarcoma,” diakses September 2026.

    Yunhao Wang et al., “Effect of Unplanned Therapy on the Prognosis of Patients with Extremity Osteosarcoma,” Scientific Reports 6 (2016).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More