5 Tanda Infeksi Parasit di Tubuh yang Harus Kamu Waspadai

Infeksi parasit bisa menyerang siapa aja tanpa disadari. Parasit ini bentuknya beragam, mulai dari cacing, protozoa, sampai kutu kecil yang hidup dengan cara numpang di tubuh manusia.
Masalahnya, gejalanya kadang mirip penyakit lain, jadi sering gak ketahuan. Nah, biar kamu lebih waspada, berikut lima tanda infeksi parasit di tubuh yang haru kamu tahu.
1. Masalah pencernaan yang gak kunjung sembuh

Salah satu gejala umum yang biasa dirasakan saat terkena infeksi parasit adalah diare, sembelit, perut kembung, mual, muntah, dan kram perut. Gejala ini muncul karena adanya parasit bernama Giardia (Giardiasis) yang menyerang usus hingga membuat sistem pencernaan terganggu. Penularannya bisa melalui air yang gak diolah (misalnya, air sungai, danau, atau kolam renang) atau makanan yang terkontaminasi.
Sayangnya, gak semua orang dengan infeksi ini menunjukkan gejala, dan mereka dapat menularkan infeksi pada orang lain tanpa sadar. Pada sebagian besar kasus, penderita giardiasis sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Kalau mengalami infeksi parah dan berkepanjangan, biasanya dokter akan meresepkan obat antiparasit, seperti metronidazol, nitazoxanide, dan tinidazole.
2. Ruam kulit

Ruam, gatal-gatal, dan berbagai masalah kulit lainnya bisa menjadi tanda bahwa ada parasit di dalam tubuh atau kulit kamu. Sarcoptes scabiei (tungau kudis), pediculus humanus (kutu), pthirus pubis (kutu kemaluan) adalah beberapa contoh parasit yang kerap menimbulkan masalah kulit.
Gatal di malam hari, ruam, atau ada bintil aneh bisa jadi reaksi terhadap toksin parasit atau gerak-gerik cacing di kulit. Untuk mencegah dan mengatasinya, kamu harus jaga kebersihan tubuh dan pakaian, hindari garukan, bisa juga pakai salep yang diresepkan dokter.
3. Tubuh lemas dan gampang capek

Infeksi parasit itu gak cuma bikin gatal, diare, atau masalah kulit aja. Banyak orang yang kena parasit justru ngalamin kelelahan kronis atau gampang capek. Ini karena parasit hidup dengan cara mengambil nutrisi dari makanan yang kita makan. Misalnya cacing usus menyerap vitamin, zat besi, dan protein. Makanya tubuh jadi kekurangan energi untuk aktivitas sehari-hari.
Kelelahan ekstrem ini biasanya bikin kamu sulit bangun pagi, pergi bekerja, melakukan aktivitas seperti biasa, dan menjalani hari. Rasanya seperti kamu sudah tidur dengan cukup, tapi kamu tetap gak merasa tubuhmu fresh. Untuk mengatasi ini, pengobatan yang paling efektif adalah dengan obat antiparasit sesuai jenisnya, ditambah asupan gizi dan pola hidup sehat supaya daya tahan tubuh pulih lagi.
4. Penurunan berat badan

Parasit bikin berat badan turun karena mereka mengambil nutrisi dari tubuh, bikin usus rusak, menyebabkan diare, dan mengurangi nafsu makan. Misalnya, parasit di usus seperti cacing pita (tapeworm) atau cacing gelang, mereka hidup dengan cara “makan bareng” sama kita. Jadi, meski kamu makan banyak, sebagian nutrisi langsung disedot si parasit. Akibatnya, tubuh gak dapat energi cukup.
Makanya, kalau berat badanmu turun tanpa alasan jelas dan disertai gejala lain, seperti, lemas, sering diare, gatal, atau perut gak nyaman, bisa jadi itu tanda infeksi parasit. Agar bisa cepat ditangani, kamu harus pantau berat badan secara rutin dan konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
5. Nafsu makan berubah

Parasit bisa menempel di usus dan bikin peradangan. Kondisi ini bikin pencernaan terganggu hingga membuat perut terasa kembung, sakit, atau mual. Beberapa parasit juga menghasilkan racun atau zat tertentu yang bisa memengaruhi hormon lapar dan kenyang. Inilah yang bikin nafsu makan bisa naik atau turun drastis.
Kalau kamu ngerasain gejala seperti yang dijelaskan di atas dalam waktu cukup lama, jangan ragu buat cek ke dokter biar bisa dapet pengobatan yang tepat. Jangan lupa juga buat selalu jaga kebersihan dan pola hidup sehat, ya!