- Tes antibodi biasanya baru akurat setelah 23–90 hari karena tubuh butuh waktu untuk membentuk antibodi.
- Tes antigen/antibodi mampu mendeteksi sebagian besar infeksi dalam rentang 18–45 hari.
- Tes RNA bisa mendeteksi virus jauh lebih cepat, yakni sekitar 9–14 hari setelah paparan.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes HIV setelah Aktivitas Berisiko?

- Window period adalah waktu sejak kamu terpapar HIV hingga virus atau antibodinya bisa terdeteksi oleh alat tes. Pada periode ini, kamu bisa saja sudah terinfeksi tetapi hasil tes masih negatif.
- Di era medis modern seperti sekarang, tersedia berbagai jenis tes HIV dengan kemampuan deteksi yang berbeda-beda.
- Otoritas kesehatan merekomendasikan tes bertahap, umumnya tiga kali, agar tidak ada infeksi yang terlewat.
Melakukan aktivitas berisiko, seperti hubungan seks tanpa kondom, berbagi jarum suntik, atau mengalami pajanan darah di tempat kerja bisa meningkatkan risiko tertular HIV.
Sayangnya, banyak orang masih bingung kapan waktu paling tepat untuk melakukan tes HIV setelah kejadian-kejadian di atas. Tes yang dilakukan terlalu cepat bisa saja menunjukkan hasil negatif palsu, padahal virus sebenarnya sudah masuk ke dalam tubuh.
Di era medis modern seperti sekarang, tersedia berbagai jenis tes HIV dengan kemampuan deteksi yang berbeda-beda. Ada yang bisa mendeteksi virus dalam hitungan hari, ada juga yang baru akurat setelah beberapa minggu atau bulan. Memahami window period dan jenis tes yang tepat tidak hanya membantu deteksi dini, tetapi juga memungkinkan penanganan lebih cepat serta mencegah penularan ke orang lain.
1. Mengenal window period HIV
Window period atau masa jendela adalah waktu sejak kamu terpapar HIV hingga virus atau antibodinya bisa terdeteksi oleh alat tes. Pada periode ini, kamu bisa saja sudah terinfeksi tetapi hasil tes masih negatif. Inilah yang membuat banyak orang keliru menganggap dirinya aman.
Setiap jenis tes memiliki masa jendela yang berbeda:
Karena adanya masa jendela ini, tes HIV sering kali perlu dilakukan lebih dari satu kali untuk memastikan hasil yang benar-benar akurat.
2. Jadwal tes HIV yang direkomendasikan setelah paparan
Otoritas kesehatan merekomendasikan tes bertahap agar tidak ada infeksi yang terlewat:
- Tes pertama: 2–4 minggu setelah paparan.
- Tes kedua: 12 minggu (3 bulan) setelah paparan, hasil biasanya sudah sangat akurat.
- Tes ketiga (jika perlu): 6 bulan untuk memastikan sepenuhnya.
Jika dalam 2–4 minggu setelah paparan muncul gejala seperti demam, ruam, pembengkakan kelenjar, atau nyeri tenggorokan, sebaiknya segera lakukan tes viral load atau tes RNA.
3. Pentingnya PEP sebagai perlindungan darurat setelah paparan

Jika kamu menyadari telah terpapar HIV, langkah darurat yang bisa diambil adalah post-exposure prophylaxis (PEP). PEP adalah obat antiretroviral (ARV) yang harus diminum selama 28 hari, dan harus dimulai maksimal 72 jam setelah paparan. Jika diminum tepat waktu, PEP bisa menurunkan risiko infeksi hingga lebih dari 80 persen.
Biasanya, dokter akan melakukan tes HIV awal sebelum PEP dimulai, lalu tes ulang pada 4–6 minggu dan 12 minggu setelah terapi. Bagi pengguna PrEP, penting untuk memberi tahu tenaga medis karena obat ini bisa memengaruhi waktu terdeteksinya HIV.
4. Siapa yang perlu tes HIV secara rutin?
Tidak semua orang perlu tes HIV setiap saat, tetapi beberapa kelompok dianjurkan untuk melakukan tes secara rutin setiap 3–6 bulan, seperti:
- Orang dengan lebih dari satu pasangan seksual.
- Mereka yang sering berhubungan seks tanpa kondom.
- Pengguna narkoba suntik.
- Orang yang pernah terdiagnosis infeksi menular seksual.
Deteksi dini terbukti mampu menurunkan risiko penularan hingga 40 persen karena orang yang tahu statusnya cenderung lebih berhati-hati dan segera memulai pengobatan.
5. Strategi pencegahan jangka panjang
Selain tes setelah paparan, pencegahan HIV sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Gunakan kondom secara konsisten, pertimbangkan PrEP bila berisiko tinggi, serta biasakan berdiskusi terbuka dengan pasangan tentang status kesehatan. Teknologi medis terus berkembang, tetapi tidak ada tes yang bisa langsung 100 persen akurat tepat di hari pertama paparan.
Jadi, jika kamu merasa pernah terpapar atau mengalami gejala mencurigakan, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Deteksi cepat bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitarmu.
Referensi
"Getting Tested for HIV." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada Desember 2025.
"When to Get an HIV Test After Unprotected Sex." Healthline. Diakses pada Desember 2025.
"Testing After Unsafe Sex." VA (U.S. Department of Veterans Affairs)/HIV VA. Diakses pada Desember 2025.
"When To Test For HIV?" HIVTest.eu. Diakses pada Desember 2025.
"HIV/AIDS Fact Sheet." WHO (World Health Organization). Diakses pada Desember 2025.



















