Akira Endo. (commons.wikimedia.org/ 大臣官房人事課)
Uji pada hewan lain, compactin menurunkan kadar kolesterol pada ayam petelur, anjing, dan monyet. Pada 1978, Endo bekerja sama dengan dokter Akira Yamamoto untuk menguji senyawa tersebut pada pasien dengan hiperkolesterolemia berat, termasuk seorang perempuan berusia 18 tahun dengan hiperkolesterolemia familial.
Catatan Endo menyebutkan bahwa kadar kolesterol pasien itu menurun, tetapi muncul perubahan pada enzim hati dan otot. Kondisi tersebut membaik setelah obat dihentikan. Pengalaman dari satu pasien belum cukup untuk menyimpulkan keamanan dan manfaat obat; compactin masih perlu melalui tahapan penelitian lanjutan.
Riset statin juga menghadapi kekhawatiran tentang keamanan pada hewan. Laporan mengenai tumor pada anjing yang menerima compactin dalam dosis tinggi ikut memengaruhi keputusan perusahaan farmasi untuk menunda pengembangan. Riwayat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencatat Merck sempat menghentikan uji klinis lovastatin setelah muncul kekhawatiran tentang kemungkinan kaitan tersebut. Perdebatan mengenai hasil pada hewan, dosis, dan risiko menunjukkan mengapa penemuan molekul potensial belum cukup untuk menjadikannya obat.
Compactin sendiri tidak menjadi statin pertama yang dipasarkan. Merck mengembangkan senyawa berbeda bernama lovastatin, yang diteliti sebagai obat penurun kolesterol. Setelah proses pengujian dan peninjauan, FDA menyetujui lovastatin untuk digunakan di Amerika Serikat pada 1987. Jadi, Endo dikenang atas penemuan statin pertama, sementara lovastatin menjadi statin pertama yang disetujui untuk penggunaan medis.
Lebih dari empat dekade kemudian, bukti manfaat terapi penurun LDL terus dikaji. Metaanalisis yang terbit pada 2024 menggabungkan 60 uji acak dengan lebih dari 408 ribu peserta. Peneliti menemukan bahwa penurunan LDL berkaitan dengan risiko kejadian pembuluh darah utama yang lebih rendah; hasilnya juga konsisten ketika analisis dibatasi pada uji statin.
Penemuan statin tidak terjadi dalam semalam. Endo harus melewati berbagai hambatan, termasuk kandidat obat yang gagal, hasil penelitian yang tidak sesuai harapan, dan kekhawatiran tentang keamanan. Itulah proses panjang yang harus dilakui sebelum sebuah temuan ilmiah dapat menjadi obat yang teruji.
Referensi
Akira Endo, “A Historical Perspective on the Discovery of Statins,” Proceedings of the Japan Academy, Series B 86, no. 5 (2010): 484–93, https://doi.org/10.2183/pjab.86.484.
Lasker Foundation, “Statins for Lowering LDL and Decreasing Heart Attacks,” diakses 6 November 2026.
Adrian Chester and Ahmed El Guindy, “From Fleming to Endo: The Discovery of Statins,” Global Cardiology Science and Practice 2021, no. 4 (2021): e202132, https://doi.org/10.21542/gcsp.2021.32.
Suzanne White Junod, “Statins: A Success Story Involving FDA, Academia and Industry,” U.S. Food and Drug Administration, originally published in Update, March–April 2007, https://www.fda.gov/files/about%20fda/published/Statins--A-Success-Story-Involving-FDA--Academia-and-Industry.pdf.
Pascal M. Burger et al., “Course of the Effects of LDL-Cholesterol Reduction on Cardiovascular Risk over Time: A Meta-Analysis of 60 Randomized Controlled Trials,” Atherosclerosis 396 (September 2024): 118540, https://doi.org/10.1016/j.atherosclerosis.2024.118540.