Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Studi: Album Musik yang Baru Rilis Dikaitkan dengan Kecelakaan Fatal
ilustrasi streaming musik di mobil (pexels.com/Viralyft)
  • Studi terhadap 233.809 kematian akibat kecelakaan lalu lintas di AS menemukan angka kematian 15,1 persen lebih tinggi pada hari perilisan album-album besar.

  • Pada hari yang sama, volume streaming musik melonjak sekitar 43 persen.

  • Studi tidak membuktikan mendengarkan musik menyebabkan kecelakaan. Distraksi karena mengoperasikan smartphone atau sistem infotainment diduga menjadi salah satu penjelasan utama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat album baru dari musisi favorit rilis, lagu pertama langsung diputar begitu masuk mobil. Tangan kemudia mulai mencari lagu berikutnya di layar, mengganti album, atau melihat daftar track.

Aktivitas yang tampaknya sepele ini ternyata menjadi perhatian peneliti Harvard Medical School. Studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open pada 17 Agustus 2026 ini menemukan hubungan antara lonjakan streaming musik pada hari perilisan album besar dan meningkatnya jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Amerika Serikat (AS).

Kematian di jalan naik 15,1 persen pada hari album besar rilis

Para peneliti menggunakan data Fatality Analysis Reporting System dan menganalisis 233.809 kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor di AS sepanjang tahun 2017–2022.

Mereka kemudian melihat 10 hari sebelum dan sesudah perilisan 10 album dengan jumlah streaming hari pertama tertinggi. Album tersebut antara lain berasal dari:

  • Taylor Swift.

  • Drake.

  • Bad Bunny.

  • Kendrick Lamar.

  • Harry Styles.

Pada hari perilisan, rata-rata streaming harian di platform yang dianalisis meningkat dari sekitar 86,1 juta menjadi 123,3 juta, atau melonjak 43 persen.

Di saat yang sama, jumlah kematian lalu lintas yang telah disesuaikan terhadap berbagai faktor mencapai rata-rata 139,1 kematian pada hari perilisan, dibandingkan 120,9 pada hari-hari sekitarnya.

Selisihnya sekitar 18,2 kematian per hari atau peningkatan relatif 15,1 persen. Untuk 10 tanggal perilisan yang diteliti, model memperkirakan terdapat sekitar 182 kematian.

Para peneliti juga melakukan sejumlah analisis tambahan untuk memastikan hasil tersebut bukan semata karena album biasanya diluncurkan pada Jumat atau bertepatan dengan periode perjalanan ramai. Analisis tersebut tidak menemukan bahwa pola hari dalam seminggu atau periode liburan menjelaskan temuan utama.

Mendengarkan musik bukan masalah utamanya

ilustrasi memutar musik di mobil (unsplash.com/Bruno Guerrero)

Para peneliti menduga berkendara sambil terdistraksi (distracted driving) menjadi salah satu penjelasan paling masuk akal. Saat streaming meningkat, pengemudi mungkin lebih sering menyentuh smartphone, mengganti lagu, mencari album, atau berinteraksi dengan layar infotainment.

Menariknya, peningkatan kematian pada hari perilisan album terlihat lebih besar pada pengemudi lebih muda, laki-laki, kendaraan berisi satu orang, pengemudi yang tidak terpengaruh alkohol, serta kendaraan yang memiliki sistem infotainment. Temuan subkelompok ini bersifat eksploratif sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan risiko individual.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mendefinisikan distracted driving sebagai aktivitas apa pun yang mengalihkan perhatian dari mengemudi, termasuk memainkan ponsel atau mengutak-atik stereo, sistem hiburan, dan navigasi.

Pada 2024, kecelakaan yang melibatkan pengemudi terdistraksi menyebabkan 3.208 kematian di AS.

Penelitian sebelumnya juga mendukung bahwa musik dapat memengaruhi performa berkendara. Metaanalisis dalam jurnal Transportation Research Part F menemukan bahwa efek musik bergantung pada berbagai faktor, termasuk karakteristik musik, kondisi berkendara, dan sejauh mana musik menjadi beban tambahan terhadap perhatian pengemudi.

Apakah sebaiknya tidak mendengarkan musik saat menyetir?

Studi ini tidak melarang mendengarkan musik di mobil. Para peneliti bahkan tidak dapat mengetahui apakah pengemudi yang terlibat dalam setiap kecelakaan sedang streaming musik. Mereka hanya menemukan bahwa kematian lalu lintas meningkat pada waktu ketika aktivitas streaming secara nasional melonjak.

Karena desainnya observasional dengan pendekatan quasi-experimental, hubungan tersebut juga tidak membuktikan sebab-akibat. Ada kemungkinan faktor lain yang belum sepenuhnya terukur ikut berperan.

Pesan dari studi ini, pilihlah album atau playlist sebelum kamu mulai menyetir untuk mengurangi kebutuhan berinteraksi dengan layar. Jika perlu mencari lagu atau melakukan pengaturan yang membutuhkan perhatian, paling amannya lakukan ketika kendaraan berhenti.

Referensi

Vishal R. Patel, Christopher M. Worsham, Michael Liu, and Anupam B. Jena, “Smartphones, Online Music Streaming, and Traffic Fatalities,” JAMA Network Open 9, no. 8 (2026): e2629282, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2026.29282.

National Highway Traffic Safety Administration, “Distracted Driving,” diakses Agustus 2026.

Benjamin Millet, S. Ahn, and J. Chattah, “The Impact of Music on Vehicular Performance: A Meta-Analysis,” Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour 60 (2019): 743–760, https://doi.org/10.1016/j.trf.2018.10.007.

Everyday Health, “Pop Music Could Raise Risk of Serious Car Crash,” diakses Agustus 2026.

Editorial Team

Related Article