ilustrasi memutar musik di mobil (unsplash.com/Bruno Guerrero)
Para peneliti menduga berkendara sambil terdistraksi (distracted driving) menjadi salah satu penjelasan paling masuk akal. Saat streaming meningkat, pengemudi mungkin lebih sering menyentuh smartphone, mengganti lagu, mencari album, atau berinteraksi dengan layar infotainment.
Menariknya, peningkatan kematian pada hari perilisan album terlihat lebih besar pada pengemudi lebih muda, laki-laki, kendaraan berisi satu orang, pengemudi yang tidak terpengaruh alkohol, serta kendaraan yang memiliki sistem infotainment. Temuan subkelompok ini bersifat eksploratif sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan risiko individual.
National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mendefinisikan distracted driving sebagai aktivitas apa pun yang mengalihkan perhatian dari mengemudi, termasuk memainkan ponsel atau mengutak-atik stereo, sistem hiburan, dan navigasi.
Pada 2024, kecelakaan yang melibatkan pengemudi terdistraksi menyebabkan 3.208 kematian di AS.
Penelitian sebelumnya juga mendukung bahwa musik dapat memengaruhi performa berkendara. Metaanalisis dalam jurnal Transportation Research Part F menemukan bahwa efek musik bergantung pada berbagai faktor, termasuk karakteristik musik, kondisi berkendara, dan sejauh mana musik menjadi beban tambahan terhadap perhatian pengemudi.