Kristoffer Grundtvig Skaarup, Daniel Modin, Lene Nielsen, Jens Ulrik Stæhr Jensen, dan Tor Biering-Sørensen, “Influenza and Cardiovascular Disease Pathophysiology: Strings Attached,” European Heart Journal Supplements 25, suppl. A (2023): A5–A11, https://doi.org/10.1093/eurheartjsupp/suac117.
Jeffrey C. Kwong et al., “Acute Myocardial Infarction after Laboratory-Confirmed Influenza Infection,” New England Journal of Medicine 378, no. 4 (2018): 345–53, https://doi.org/10.1056/NEJMoa1702090.
Annemarijn R. de Boer et al., “Influenza Infection and Acute Myocardial Infarction,” NEJM Evidence 3, no. 7 (2024): EVIDoa2300361, https://doi.org/10.1056/EVIDoa2300361.
Xia Zhou dan Li Feng, “The Association between Influenza Infection and Acute Myocardial Infarction: A Comprehensive Systematic Review and Meta-Analysis,” Virus Research 358 (2025): 199594, https://doi.org/10.1016/j.virusres.2025.199594.
National Heart, Lung, and Blood Institute, “Heart Attack—Symptoms,” diakses Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Studies Suggest Influenza Virus Infection Raises the Risk of Heart Attack,” diakses Oktober 2026.
Flu Bisa Memicu Serangan Jantung, Ini Alasannya

Flu dapat meningkatkan risiko serangan jantung untuk sementara, terutama pada pekan pertama setelah infeksi.
Peradangan, kecenderungan darah membeku, demam, dan denyut jantung yang lebih cepat diduga ikut membebani jantung.
Flu tidak otomatis menyebabkan serangan jantung. Namun, nyeri atau rasa tertekan di dada dan sesak napas yang baru muncul perlu segera diperiksa.
Take a Deeper Reads

Influenza atau flu sering dianggap sebagai penyakit ringan yang menyebabkan demam, menggigil, nyeri otot, dan lemas. Padahal, pada sebagian orang, terutama yang memiliki penyakit jantung, flu dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa infeksi flu dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Salah satu alasannya karena virus influenza memicu peradangan di dalam tubuh. Kondisi ini membuat jantung harus bekerja lebih keras dan dapat menambah beban pada jantung yang sudah lemah.
Table of Content
1. Peradangan dapat mengganggu plak di pembuluh darah
Serangan jantung umumnya terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat. Pada sebagian orang, penyumbatan terbentuk setelah plak—timbunan lemak dan zat lain di dinding pembuluh darah—pecah, lalu memicu terbentuknya gumpalan darah.
Saat sakit flu, tubuh melepaskan zat-zat peradangan untuk melawan virus. Respons ini diduga dapat mengganggu lapisan pembuluh darah dan membuat plak yang sudah rentan menjadi tidak stabil. Jika plak pecah dan terbentuk gumpalan, aliran darah menuju jantung bisa terhambat.
2. Demam dan detak jantung cepat menambah kerja jantung
Saat demam, tubuh membutuhkan lebih banyak energi dan jantung biasanya berdetak lebih cepat. Flu berat juga dapat membuat kadar oksigen dalam darah menurun. Akibatnya, jantung perlu bekerja lebih keras pada saat suplai oksigen ke otot jantung bisa terganggu.
Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan oksigen ini dapat memperberat kondisi jantung, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau penyempitan pembuluh darah.
Peneliti juga mempertimbangkan kemungkinan darah lebih mudah membeku selama infeksi, sehingga peluang terbentuknya sumbatan dapat meningkat.
3. Kenaikan risiko terutama terlihat pada pekan pertama

ilustrasi lansia diserang flu (pexels.com/SHVETS production) Sejumlah penelitian menemukan risiko serangan jantung meningkat sementara setelah infeksi flu.
Studi Kanada pada 2018, mencatat kejadian serangan jantung sekitar enam kali lebih sering pada tujuh hari setelah hasil tes influenza positif dibandingkan periode pembanding pada orang yang sama.
Studi berbasis data di Belanda pada 2024 menemukan pola yang mirip, bahwa kejadian serangan jantung lebih tinggi pada pekan pertama setelah flu terkonfirmasi lewat tes PCR.
Analisis gabungan pada 2025 juga menemukan kenaikan risiko paling jelas pada beberapa hari pertama setelah infeksi.
Meski demikian, studi-studi tersebut menggambarkan perbandingan kejadian dalam penelitian, juga tidak dapat memastikan penyebab pada setiap pasien. Temuannya menunjukkan adanya hubungan dan kemungkinan flu menjadi pemicu, bukan kepastian bahwa flu akan menyebabkan serangan jantung.
4. Flu tetap perlu diwaspadai meski tidak ada riwayat sakit jantung
Riwayat penyakit jantung tentu perlu diperhatikan saat seseorang terserang flu. Namun, tidak adanya diagnosis sebelumnya bukan jaminan pembuluh darah sepenuhnya sehat.
Dalam studi di Belanda, hubungan antara flu dan serangan jantung juga terlihat pada orang yang tidak memiliki riwayat rawat inap karena penyakit jantung koroner.
Maka dari itu, gejala yang tidak biasa saat flu, seperti nyeri dada atau sesak napas yang baru muncul, sebaiknya tidak dianggap sebagai gejala flu biasa dan perlu diperiksakan ke dokter.
5. Kenali gejala yang perlu segera ditangani
Serangan jantung dapat menimbulkan rasa tertekan, sesak, penuh, atau nyeri di dada. Rasa tidak nyaman juga dapat menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas.
Gejala lain bisa berupa keringat dingin, mual, pusing, atau sesak napas, yang dapat terjadi dengan atau tanpa nyeri dada.
Jika gejala-gejala tersebut muncul saat sedang flu, terasa berat, memburuk, atau berbeda dari gejala flu biasanya, segera cari pertolongan medis atau pergi ke IGD. Jangan menunggu sampai keluhan hilang sendiri.
Pada kondisi darurat, dokter dapat menilai apakah gejala berasal dari infeksi pernapasan, gangguan jantung, atau kondisi lain.
6. Vaksinasi membantu mencegah flu, terutama pada kelompok berisiko
Vaksin flu tidak menjamin seseorang bebas dari serangan jantung. Namun, vaksin dapat membantu mencegah flu dan mengurangi risiko komplikasinya.
Vaksin flu sangat dianjurkan bagi orang dengan penyakit jantung. Sejumlah penelitian mengaitkan vaksin flu dengan lebih sedikit kejadian kardiovaskular pada kelompok ini.
Orang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular dapat membicarakan vaksin flu dan langkah pencegahan flu dengan dokter.
Referensi


















![[QUIZ] Dari Rutinitasmu, Tubuhmu Lebih Butuh Stretching, Kardio, atau Strength Training?](https://image.idntimes.com/post/20240603/4-d9c16a8dcea16ed548a9742104a67458-87e22365a1c620decd736e449c83c00b.jpg)





