Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Studi: Antibodi Mpox Menurun dalam 2 Tahun

Studi: Antibodi Mpox Menurun dalam 2 Tahun
ilustrasi vaksinasi (freepik/artursafronovvvv)
Intinya sih...
  • Antibodi penetral mpox dapat menurun drastis hingga tak terdeteksi dalam dua tahun setelah infeksi atau vaksinasi.
  • Orang yang pernah terinfeksi mpox lebih sering mempertahankan antibodi dibanding penerima vaksin.
  • Perlindungan terhadap mpox kemungkinan tidak hanya bergantung pada antibodi, tetapi juga pada imunitas seluler.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antibodi penetral terhadap virus mpox (sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet/monkeypox) tidak bertahan selamanya. Dalam waktu sekitar dua tahun setelah infeksi alami maupun vaksinasi dengan vaksin modified vaccinia Ankara–Bavarian Nordic (Jynneos), kadar antibodi ini dapat menurun secara signifikan, bahkan sering kali tidak lagi terdeteksi.

Studi yang dipimpin oleh peneliti dari Vita-Salute San Raffaele University di Milan, Italia, ini melibatkan 90 pria dewasa. Sebanyak 48 peserta memiliki riwayat infeksi mpox, sementara 42 lainnya menerima vaksin Jynneos. Para peneliti mengukur kadar antibodi penetral spesifik terhadap virus mpox lebih dari dua tahun setelah infeksi atau vaksinasi.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada titik dua tahun, antibodi sering kali rendah atau tidak terdeteksi pada kedua kelompok. Meski demikian, peserta yang pernah terinfeksi mpox lebih mungkin masih memiliki antibodi yang terdeteksi dibanding mereka yang hanya divaksinasi (sekitar 69 persen vs 48 persen).

Para peneliti juga menemukan bahwa kadar antibodi enam bulan setelah infeksi atau vaksinasi dapat memprediksi daya tahannya di kemudian hari: makin tinggi kadar awalnya, makin besar peluang antibodi masih terdeteksi setelah dua tahun.

Perlindungan tak berhenti pada antibodi

Selama masa tindak lanjut, tercatat empat kasus mpox pada kelompok yang telah divaksinasi. Menariknya, tidak ada satu pun kasus mpox baru pada peserta yang sebelumnya pernah terinfeksi. Pengamatan ini juga sejalan dengan praktik klinis sehari-hari para peneliti, yang mana sebagian besar infeksi baru ditemukan pada orang tanpa riwayat mpox.

Meski antibodi menurun, tetapi kasus mpox pada individu yang telah divaksin umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri. Ini memberi petunjuk bahwa perlindungan terhadap mpox kemungkinan tidak hanya bergantung pada antibodi penetral yang terukur di darah. Respons imun lain, seperti imunitas seluler, serta kekebalan humoral yang tersisa dari vaksin cacar (smallpox) di masa lalu, diduga ikut berperan dalam menahan infeksi atau meringankan gejalanya.

Para peneliti menekankan bahwa pemahaman tentang imunitas mpox masih berkembang. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan penting: seberapa lama perlindungan bertahan setelah infeksi alami atau vaksinasi, dan mekanisme imun apa yang paling berperan ketika antibodi sudah tak lagi terdeteksi. Temuan ini menjadi pengingat bahwa sistem imun bekerja jauh lebih kompleks daripada sekadar angka antibodi di hasil laboratorium.

Referensi

Nicolò Moschetta, Elena Criscuolo, Angelo Roberto Raccagni, Nicolò Capra, Riccardo Lolatto, Gabriele Loi, Diana Canetti, Antonella Castagna, Silvia Nozza, Nicola Clementi, A humoral dilemma: reassessing monkeypox virus neutralizing antibodies at more than two years from Mpox or MVA-BN vaccination, The Journal of Infectious Diseases, 2026;, jiag009, https://doi.org/10.1093/infdis/jiag009.

"Mpox antibodies wane 2 years after infection or vaccination, study finds." CIDRAP. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Delvia Y Oktaviani
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Dari Genre Film Favoritmu, Ini Tipe Overthinking Kamu

10 Jan 2026, 21:05 WIBHealth