Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Amandel Berlubang? Ini Penjelasannya
ilustrasi amandel (IDN Times/NRF)
  • Apa yang disebut sebagai amandel berlubang biasanya mengacu pada kripta tonsil, yaitu lekukan atau celah alami pada permukaan amandel.

  • Lubang ini bisa menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan, lendir, bakteri, dan sel mati, lalu membentuk batu amandel.

  • Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa menyebabkan bau mulut, rasa mengganjal, dan infeksi berulang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penjelasan dalam artikel ini menunjukkan bahwa struktur amandel yang tampak berlubang sebenarnya memiliki fungsi alami dan penting bagi sistem imun tubuh. Dengan memahami bahwa kripta tonsil membantu menangkap bakteri dan partikel asing, pembaca dapat melihat kondisi ini bukan sebagai kelainan, melainkan bagian dari mekanisme perlindungan alami yang mendukung kesehatan tenggorokan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Permukaan amandel atau tonsil sebenarnya tidak benar-benar halus. Kalau dilihat lebih dekat, amandel memiliki banyak lekukan, celah, dan lipatan kecil yang membuat permukaannya tampak seperti berlubang.

Banyak orang baru menyadari bentuk ini saat bercermin karena melihat seperti ada lubang di amandel, terutama setelah mengalami radang tenggorokan atau ketika muncul bintik putih kecil. Kondisi ini sering disebut sebagai amandel berlubang, meski sebenarnya yang terlihat adalah bagian alami dari struktur amandel.

Apa yang dimaksud dengan amandel berlubang?

Istilah medis untuk amandel berlubang adalah tonsillar crypts atau crypts tonsils (kripta tonsil). Ini adalah celah kecil alami yang ada di permukaan amandel.

Fungsi kripta sebenarnya membantu amandel “menangkap” bakteri, virus, dan partikel asing yang masuk lewat mulut dan hidung. Amandel merupakan bagian dari sistem imun, sehingga strukturnya memang dibuat berlekuk-lekuk agar area permukaannya lebih luas.

Pada sebagian orang, kripta ini tampak lebih dalam atau lebih besar. Hal ini bisa terjadi karena faktor bawaan, bentuk anatomi, atau akibat infeksi amandel berulang yang membuat permukaan amandel menjadi lebih tidak rata.

Kenapa lubang di amandel bisa jadi masalah?

Lubang atau celah di amandel bisa menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan, lendir, sel kulit mati, dan bakteri.

Lama-kelamaan, material ini bisa mengeras dan membentuk batu amandel. Bentuknya biasanya kecil, warnanya putih atau kekuningan, dan kadang mengeluarkan bau tidak sedap.

Batu amandel sering mengandung bakteri penghasil sulfur, sehingga dapat menyebabkan bau mulut kronis atau rasa tidak enak di mulut.

Apa gejala amandel berlubang?

ilustrasi sakit tenggorokan (freepik.com/Lifestylememory)

Tidak semua orang dengan kripta tonsil akan merasakan keluhan. Banyak orang baru menyadarinya secara tidak sengaja saat melihat ke dalam mulut. Namun, jika lubangnya cukup dalam atau sering terbentuk batu amandel, gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Bau mulut yang tidak hilang.

  • Rasa mengganjal di tenggorokan.

  • Sulit menelan.

  • Rasa seperti ada benda yang tersangkut.

  • Sakit tenggorokan ringan berulang.

  • Batuk kecil yang terus muncul.

  • Nyeri telinga tanpa infeksi telinga.

  • Bintik putih atau kuning di amandel.

Batu amandel juga kadang bisa keluar sendiri saat batuk, bersin, berkumur, atau menyikat gigi.

Apakah amandel berlubang berbahaya?

Pada kebanyakan orang, kondisi ini tidak berbahaya. Kripta tonsil adalah bagian normal dari anatomi tubuh.

Masalah biasanya muncul jika kripta terlalu dalam, sering terjadi infeksi, atau batu amandel terbentuk berulang kali. Infeksi amandel kronis dapat membuat permukaan amandel menjadi lebih kasar dan berlubang dibanding sebelumnya.

Pada kasus yang jarang, batu amandel yang sangat besar bisa menyebabkan nyeri, kesulitan menelan, atau rasa tidak nyaman yang cukup parah.

Bagaimana cara mengurangi masalah akibat amandel berlubang?

Karena kripta adalah bagian alami dari amandel, “lubangnya” sendiri biasanya tidak bisa hilang begitu saja. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi keluhan:

  • Menyikat gigi dan membersihkan lidah secara rutin.

  • Berkumur dengan air garam.

  • Menggunakan mouthwash antibakteri.

  • Minum cukup air.

  • Mengurangi rokok.

  • Membersihkan batu amandel secara hati-hati jika terlihat.

  • Mengatasi alergi atau postnasal drip jika ada.

Dokter mungkin akan menggunakan alat seperti irrigator atau laser cryptolysis untuk mengurangi kedalaman kripta pada kasus tertentu. Jika infeksi dan batu amandel terjadi terus-menerus, operasi amandel bisa menjadi pilihan terakhir.

Kapan perlu ke dokter?

ilustrasi pasien sedang konsultasi dengan dokter (pexels.com/cottonbro studio)

Periksa ke dokter THT jika:

  • Bau mulut tidak membaik.

  • Batu amandel sering muncul.

  • Tenggorokan sering sakit.

  • Sulit menelan.

  • Amandel sering bengkak.

  • Ada darah, nyeri berat, atau benjolan yang tidak biasa.

Jadi, amandel berlubang bukan kondisi aneh atau berbahaya. Sebagian besar orang memang punya lekukan alami di permukaan amandel. Namun, jika lubang menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan bakteri, gejalanya bisa mengganggu, terutama bau mulut dan rasa mengganjal. Menjaga kebersihan mulut dan tenggorokan penting untuk mengurangi masalah akibat kondisi ini.

Referensi

“Anatomy and Physiology of the Tonsils.” dalam Scott-Brown's Otorhinolaryngology and Head and Neck Surgery, 8th ed. (London: CRC Press, 2018).

“Tonsil Stones: Symptoms, Causes, Removal & Treatment." Cleveland Clinic. Diakses April 2026.

“Tonsillitis: Symptoms and Causes." Mayo Clinic. Diakses April 2026.

Midori Tsuneishi et al., “Composition of the Bacterial Flora in Tonsilloliths,” Microbes and Infection 8, no. 9–10 (July 4, 2006): 2384–89, https://doi.org/10.1016/j.micinf.2006.04.023.

Nuwan Meegalla and Brian W. Downs, “Anatomy, Head and Neck, Palatine Tonsil (Faucial Tonsils),” StatPearls - NCBI Bookshelf, June 5, 2023, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538296/.

Editorial Team