Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa yang Terjadi pada Pasien Virus Nipah dalam 72 Jam Pertama?

Seorang pasien dirawat di rumah sakit.
ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)
Intinya sih...
  • Virus Nipah memiliki masa inkubasi 4–14 hari; gejala awal sering mirip flu sehingga mudah terlewat.
  • Dalam 72 jam pertama setelah gejala muncul, pasien biasanya mengalami demam, nyeri, dan bisa berkembang ke gejala neurologis.
  • Perhatian pada tanda lebih serius seperti kebingungan atau kantuk berlebihan sangat penting karena infeksi virus Nipah dapat berkembang cepat menjadi ensefalitis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika seseorang terinfeksi virus Nipah (NiV), perjalanan penyakitnya memiliki rentang yang bervariasi antara individu. Akan tetapi, ada pola gejala umum yang sangat penting untuk dikenali sejak dini.

Mengetahui apa yang mungkin terjadi dalam 72 jam pertama sejak munculnya gejala dapat membantu pasien mendapatkan perawatan yang cepat dan meminimalkan risiko komplikasi berat.

Table of Content

Hari 0: masa inkubasi

Hari 0: masa inkubasi

Sebelum gejala muncul, virus biasanya “tidur” dalam tubuh selama 4 sampai 14 hari setelah paparan. Rentang waktu ini disebut periode inkubasi. Dalam beberapa kasus yang jarang, masa ini bisa lebih panjang lagi. Selama periode ini, seseorang mungkin tidak merasakan apa-apa meskipun virus telah berkembang biak di dalam tubuh.

Hari 1–2: gejala awal mirip flu

Partikel virus Nipah.
ilustrasi partikel virus Nipah (commons.wikimedia.org/NIAID)

Saat gejala akibat infeksi virus Nipah mulai muncul, banyak pasien melaporkan gejala non spesifik yang mirip infeksi lainnya. Inilah yang bisa membuat diagnosis tertunda.

Pada dua hari pertama, ciri-ciri yang paling umum meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga sakit tenggorokan.

Demam dan sakit kepala bisa terasa terus-menerus atau bertambah berat dari waktu ke waktu. Karena gejalanya mirip flu atau penyakit virus umum lainnya, banyak orang cenderung menganggapnya “flu berat” dan menunda kunjungan ke fasilitas kesehatan.

Beberapa pasien juga mengalami batuk atau kesulitan bernapas pada fase awal ini, walaupun tidak semua orang menunjukkannya. Ketika virus Nipah memengaruhi paru-paru, gejala pernapasan bisa muncul lebih awal dan menjadi tanda bahwa perjalanan penyakit ini bisa lebih serius.

Hari ke-3: perubahan mental dan tanda neurologis

Memasuki hari ketiga sejak gejala pertama muncul, perjalanan klinis infeksi virus Nipah sering berubah dari yang tampak ringan menjadi lebih serius, terutama jika virus mulai menyerang sistem saraf pusat. Hal ini ditandai dengan gejala seperti pusing, kantuk berlebihan, bingung, dan perubahan keadaan mental lainnya.

Ini menandai fase virus dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak), komplikasi yang sering dikaitkan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi pada infeksi virus Nipah. Pada fase ini, pasien cenderung makin lemah, menunjukkan respons yang lambat, atau sulit bangun.

Gejala neurologis seperti kebingungan mental, kurang responsif, atau perubahan perilaku harus dianggap serius karena berkembangnya kerusakan otak dapat cepat dan berat.

Hari 3–5: risiko komplikasi berat

Seorang pasien dirawat secara intensif di rumah sakit.
ilustrasi pasien dirawat di rumah sakit (freepik.com/freepik)

Apabila virus terus berkembang tanpa perawatan yang tepat, komplikasi serius dapat terjadi dalam 72 jam pertama setelah gejala neurologis muncul. Ensefalitis terkait virus Nipah sering berkembang sehingga pasien mengalami linglung, kejang, atau bahkan koma dalam 24–48 jam setelah tanda neurologis mulai muncul.

Selain masalah otak, beberapa kasus menunjukkan pasien dapat mengalami masalah pernapasan berat seperti pneumonia atau gangguan pernapasan akut. Perpaduan gejala neurologis dan pernapasan adalah tanda bahwa kondisi pasien masuk fase kritis.

Pada fase ini, perawatan intensif sangat penting. Tidak ada obat atau vaksin yang secara spesifik menyembuhkan infeksi, sehingga fokus utama penanganan adalah mendukung fungsi pernapasan, menstabilkan kondisi neurologis, dan pemantauan ketat untuk mencegah kondisi memburuk.

Pentingnya mengenali gejala sedini mungkin

Karena gejala awal sering mirip dengan penyakit virus umum lain, mengenali gejala awal infeksi akibat virus Nipah, terutama perubahan mental atau tanda neurologis, bisa menjadi kunci untuk mendapatkan bantuan medis cepat. Terlambat mengenali dan merespons gejala sering kali berujung pada komplikasi yang lebih sulit diatasi.

Selain itu, virus Nipah dapat menyebar bukan hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga dari orang ke orang dalam kontak dekat, terutama jika tidak ada tindakan pencegahan infeksi yang ketat di fasilitas kesehatan atau rumah tangga.

Dengan memahami tahapan gejala infeksi virus Nipah, masyarakat dan tenaga kesehatan bisa lebih cepat bertindak untuk mencegah penularan lebih luas.

Referensi

"Nipah virus infection." World Health Organization (WHO). Diakses Januari 2026.

"Nipah virus infection - Bangladesh." WHO. Diakses Januari 2026.

"Nipah virus: Facts for Clinicians." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Iklan Makanan di Sekolah: Ancaman yang Sering Disepelekan

01 Feb 2026, 16:55 WIBHealth