Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah ASI akan Berkurang saat Ibu Menyusui Berpuasa?

Apakah ASI akan Berkurang saat Ibu Menyusui Berpuasa?
ilustrasi ibu menyusui (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Penelitian menunjukkan puasa umumnya tidak menurunkan volume ASI secara signifikan pada ibu sehat dengan nutrisi cukup.

  • Komposisi beberapa nutrisi ASI dapat sedikit berubah, tetapi biasanya tidak memengaruhi kesehatan bayi.

  • Hidrasi, asupan energi, dan frekuensi menyusui menjadi faktor penting agar produksi ASI tetap optimal saat puasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi banyak ibu menyusui, Ramadan sering menghadirkan dilema. Di satu sisi ingin puasa, tetapi di sisi lain khawatir apakah produksi ASI akan berkurang dan memengaruhi kebutuhan nutrisi bayi.

Kekhawatiran ini wajar. Produksi ASI memang sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh ibu, mulai dari hidrasi, asupan energi, hingga frekuensi menyusui. Ketika berpuasa selama lebih dari 12 jam tanpa makan dan minum, banyak ibu bertanya-tanya apakah tubuh masih mampu memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup.

Kabar baiknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada sebagian besar ibu yang sehat dan memiliki asupan nutrisi yang memadai, puasa tidak secara signifikan menurunkan produksi ASI. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami agar ibu tetap bisa menyusui dengan aman selama puasa Ramadan.

1. Apakah puasa mengurangi produksi ASI?

Sejumlah penelitian menunjukkan puasa Ramadan tidak selalu berdampak signifikan terhadap volume ASI. Tubuh ibu memiliki mekanisme adaptasi metabolik yang memungkinkan produksi ASI tetap berlangsung meskipun terjadi perubahan pola makan sementara.

Sebuah penelitian menemukan puasa tidak menyebabkan perubahan signifikan pada volume ASI maupun pertumbuhan bayi pada ibu menyusui yang sehat.

Studi lain yang meneliti ibu menyusui selama Ramadan juga menemukan bahwa produksi ASI relatif stabil, meskipun ada sedikit perubahan pada beberapa komponen nutrisi ASI. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh ibu dapat menyesuaikan metabolisme untuk mempertahankan produksi susu.

Namun, kondisi ini sangat bergantung pada status nutrisi ibu sebelum dan selama puasa. Jika ibu mengalami kekurangan energi atau dehidrasi berat, produksi ASI berpotensi menurun.

2. Perubahan yang bisa terjadi pada komposisi ASI

Ilustrasi ibu menyusui.
ilustrasi ibu menyusui (pexels.com/RDNE Stock project)

Walaupun volume ASI sering tetap stabil, tetapi beberapa penelitian menunjukkan komposisi nutrisi ASI dapat mengalami sedikit perubahan selama puasa.

Sebagai contoh, puasa dapat memengaruhi kadar beberapa mikronutrien dalam ASI, seperti zink, magnesium, dan kalium. Namun, perubahan tersebut biasanya masih berada dalam rentang yang aman bagi bayi.

Kualitas ASI secara umum tetap baik selama ibu menyusui mendapatkan nutrisi yang cukup.

Dengan kata lain, tubuh ibu memiliki mekanisme biologis yang cukup kuat untuk melindungi kualitas ASI, bahkan ketika pola makan berubah sementara.

3. Faktor yang lebih berpengaruh terhadap produksi ASI

Dalam praktiknya, produksi ASI tidak hanya ditentukan oleh asupan makanan, tetapi juga oleh beberapa faktor lain yang sering kali lebih dominan.

  • Frekuensi menyusui

Produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand. Semakin sering bayi menyusu atau ASI diperah, makin banyak hormon prolaktin yang diproduksi untuk merangsang produksi susu.

  • Keseimbangan energi tubuh

Ibu menyusui membutuhkan tambahan energi sekitar 330–400 kkal per hari untuk memproduksi ASI. Jika kebutuhan energi ini tidak terpenuhi dalam jangka panjang, produksi ASI bisa menurun.

  • Hidrasi

Dehidrasi berat dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk produksi ASI. Namun, dehidrasi ringan biasanya tidak langsung menurunkan produksi ASI.

4. Tanda produksi ASI mungkin tidak cukup

Ilustrasi ibu menyusui.
ilustrasi ibu menyusui (pexels.com/RDNE Stock project)

Ibu yang berpuasa tetap perlu memantau tanda-tanda apakah bayi mendapatkan ASI yang cukup.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Bayi tampak sangat rewel setelah menyusu.
  • Jumlah popok basah berkurang.
  • Berat badan bayi tidak naik sesuai usia.
  • Bayi tampak lesu.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, pertimbangkan untuk membatalkan puasa atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

5. Tips aman berpuasa bagi ibu menyusui

Agar produksi ASI tetap optimal selama Ramadan, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan.

1. Maksimalkan hidrasi saat sahur dan berbuka

Usahakan minum cukup cairan antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.

2. Pilih makanan padat nutrisi

Prioritaskan makanan yang mengandung:

  • Protein tinggi.
  • Lemak sehat.
  • Karbohidrat kompleks.
  • Sayur dan buah.

Nutrisi ini membantu tubuh tetap memiliki energi yang cukup untuk memproduksi ASI.

3. Tetap menyusui atau memerah ASI secara rutin

Jangan mengurangi frekuensi menyusui meski sedang berpuasa, karena ini justru dapat mengurangi produksi ASI.

4. Istirahat yang cukup

Kelelahan dan stres juga dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam produksi ASI.

5. Perhatikan kondisi tubuh

Jika ibu merasa sangat lemas, pusing, atau mengalami tanda dehidrasi, kesehatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas utama.

Secara umum, puasa Ramadan tidak secara signifikan menurunkan produksi ASI pada ibu yang sehat dan asupan nutrisinya yang cukup. Tubuh punya kemampuan adaptasi metabolik yang memungkinkan produksi ASI tetap berlangsung meski terjadi perubahan pola makan sementara.

Namun, kondisi setiap ibu menyusui berbeda. Faktor seperti hidrasi, asupan energi, dan frekuensi menyusui berperan dalam menjaga produksi ASI. Karena itu, perhatikan kondisi tubuh dan kebutuhan bayi secara cermat. Jika muncul tanda bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup, kesehatan ibu dan bayi harus selalu menjadi prioritas.

Referensi

Mine Başıbüyük et al., “Effect of Ramadan Fasting on Breast Milk,” Breastfeeding Medicine 18, no. 8 (August 1, 2023): 596–601, https://doi.org/10.1089/bfm.2023.0144.

Neslişah Rakicioğlu et al., “The Effect of Ramadan on Maternal Nutrition and Composition of Breast Milk,” Pediatrics International 48, no. 3 (May 24, 2006): 278–83, https://doi.org/10.1111/j.1442-200x.2006.02204.x.

Bo Lönnerdal, “Effects of Maternal Dietary Intake on Human Milk Composition,” Journal of Nutrition 116, no. 4 (April 1, 1986): 499–513, https://doi.org/10.1093/jn/116.4.499.

Section On Breastfeeding et al., “Breastfeeding and the Use of Human Milk,” PEDIATRICS 129, no. 3 (February 28, 2012): e827–41, https://doi.org/10.1542/peds.2011-3552.

Institute of Medicine. "Dietary Reference Intakes for Energy, Carbohydrate, Fiber, Fat, Fatty Acids, Cholesterol, Protein, and Amino Acids." Washington, DC: National Academies Press, 2005.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Misrohatun H
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More