“Berdasarkan berbagai artikel penelitian, risiko terkena herpes zoster memang lebih tinggi pada kelompok tertentu yaitu kondisi immunokompromi, seperti penderita HIV/AIDS, pasien dengan penyakit keganasan, serta mereka yang berusia lanjut, riwayat keluarga dengan herpes zoster dan jenis kelamin perempuan,” ujar dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.Ven.
Survei: 78 Persen Orang Khawatir Cacar Api Ganggu Aktivitas Harian

Survei GSK terhadap 6.000 responden usia 50 tahun ke atas menunjukkan 78 persen khawatir cacar api mengganggu aktivitas dan 72 persen takut harus dirawat lama di rumah sakit.
Penyakit kronis seperti jantung, diabetes, ginjal, PPOK, HIV/AIDS, kanker, dan autoimun terbukti meningkatkan risiko cacar api, terutama pada lansia dengan kekebalan tubuh menurun.
Data BPJS mencatat 390.000 kasus cacar api di Indonesia periode 2015–2022 dengan biaya penanganan mencapai Rp27,1 miliar pada 2021, menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini.
GSK merilis survei global terbarunya sebagai bagian dari kampanye Shingles Action Week, sekaligus mendukung Hari Kesehatan Dunia. Temuannya, 78 persen responden khawatir cacar api (herpes zoster) dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan 72 persen risau penyakit ini bisa menyebabkan rawat inap jangka panjang di rumah sakit. Sayangnya, lebih dari separuhnya (54 persen) belum pernah membicarakan cacar api dengan dokter.
Temuan survei GSK ini menunjukkan bahwa cacar api perlu mendapat perhatian dalam pembahasan tentang penyakit kronis, serta penting bagi pasien dengan penyait penyerta untuk berdiskusi langsung dengan dokter
Survei tersebut melibatkan 6.000 orang dewasa berusia 50 tahun ke atas di 10 negara, dengan tujuan meneliti tingkat pengetahuan dan pengalaman tentang cacar api, khususnya pada orang dengan penyakit kronis.
Table of Content
Penyakit kronis meningkatkan risiko cacar api
Data survei menyoroti pentingnya edukasi kesehatan masyarakat yang lebih baik tentang risiko dan dampak cacar api, khususnya bagi orang dewasa berusia 50 tahun ke atas yang hidup dengan penyakit kronis.
Ini penting karena 42 persen orang yang pernah mengalami penyakit ini mengalami nyeri berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari, dan 33 persen menyebut penyakit ini mengganggu aktivitas dan produktivitas harian.
Cacar api dapat menyerang 1 dari 3 orang dewasa dalam hidup mereka. Menurut penelitian global, studi klinis menunjukkan bahwa beberapa penyakit kronis meningkatkan risiko terkena cacar api, seperti penyakit jantung (penyakit kardiovaskular) sebesar 34 persen, penyakit ginjal (PGK) 29 persen, diabetes (38 persen), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau asma hingga 41 persen.
Di Indonesia, beberapa penyakit komorbid dan faktor tertentu meningkatkan risiko cacar api. Risiko tertinggi ditemukan pada orang dengan HIV/AIDS (3,22 kali), diikuti kanker (2,17 kali) dan penyakit autoimun (1,3–2 kali).
Risiko juga meningkat pada pasien PPOK (1,41 kali), penyakit kardiovaskular (1,34 kali), dan diabetes (1,24 kali).
Selain penyakit penyerta, faktor lain seperti usia lanjut, riwayat cacar api sebelumnya, stres serta jenis kelamin perempuan juga berperan dalam meningkatkan risiko mengalaim cacar api.
Beban kesehatan dan ekonomi

Dalam periode 2015 hingga 2022, tercatat setidaknya 390.000 kasus cacar api di sepuluh provinsi besar di Indonesia, berdasarkan data BPJS Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (seperti puskesmas dan klinik). Jumlah kasus tersebut tidak hanya mencerminkan beban dari sisi kesehatan, tetapi juga mengindikasikan adanya implikasi ekonomi yang perlu diperhatikan.
Pada tahun 2021 sendiri, pengeluaran BPJS untuk penanganan kasus (rawat jalan dan rawat inap) ini mencapai Rp27,1 miliar—tertinggi sepanjang periode pengamatan. Di tingkat individu, biaya perawatan juga tidak ringan, dengan rawat inap mencapai Rp10 juta per kasus dan rawat jalan hingga Rp3 juta. Besarnya beban ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan sejak dini.
Meskipun ada banyak kekhawatiran akan komplikasi cacar api yang lebih berat di antara responden, tetapi kesadaran akan hubungan antara kekebalan tubuh rendah, gangguan kesehatan kronis yang buruk dan reaktivasi cacar api masih agak rendah. Satu dari empat orang masih mempercayai bahwa gangguan kesehatan kronis mereka tidak memengaruhi sistem kekebalan tubuh atau risiko cacar api dan hampir setengah tidak menyadari bahwa gangguan kesehatan kronis mereka dapat meningkatkan risiko cacar api dengan gejala yang berat.
Perlunya perhatian khusus
Dalam keterangan tertulis, Reswita Dery Gisriani, Director of Market Access, Communication and Government Affairs GSK Indonesia menyebut bahwa banyak orang dewasa sudah memahami bahwa kondisi kesehatan kronis memerlukan manajemen rutin. Namun, tidak semua menyadari bahwa cacar api juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
"Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh memang menurun secara alami dan dapat diperburuk oleh berbagai penyakit kronis seperti kardiovaskular, diabetes, gangguan ginjal, dan PPOK, yang secara umum diketahui meningkatkan risiko terkena cacar api,” katanya.
Di Indonesia sendiri, risiko ini menjadi makin relevan dengan adanya kondisi seperti HIV/AIDS, kanker, dan penyakit autoimun, yang juga berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan terhadap cacar api. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga beban biaya yang tidak kecil.
Padahal ini adalah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, memahami faktor risiko ini menjadi langkah penting untuk mendorong upaya pencegahan dan menempatkan cacar api sebagai bagian dari perhatian dalam healthy ageing.
Hasil survei ini menyoroti perlunya edukasi kesehatan masyarakat yang lebih masif mengenai bagaimana gangguan kesehatan kronis dan kekebalan tubuh yang menurun dapat meningkatkan risiko cacar api, membingkai ulang kesadaran cacar api sebagai bagian penting dari penjagaan kesehatan rutin untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas yang hidup dengan kondisi kesehatan kronis tertentu.
![[QUIZ] Seberapa Lelah Matamu? Cek dengan Tebak Tokoh Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250530/upin-ipin-1-87f35002d1686dda73e55d82638c9f56-7771c6a2ddf99d5c2b32499897f284cd.jpg)
![[QUIZ] Dari Warna Sepatu Olahragamu, Kami Tebak Cara Kamu Hadapi Tantangan](https://image.idntimes.com/post/20220409/pexels-run-ffwpu-2526878-231598487f96cc977f2f775a83051a8e-0f10c519478ccc720c29106b6975c7b5.jpg)
















![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Karakter BoBoiBoy Ini?](https://image.idntimes.com/post/20240801/kuis-tebak-karakter-boboiboy-1-379de1fdec70bf3502995773a048338d.jpg)