Ana L. Flores-Mireles et al., “Urinary Tract Infections: Epidemiology, Mechanisms of Infection and Treatment Options,” Nature Reviews Microbiology 13, no. 5 (April 8, 2015): 269–84, https://doi.org/10.1038/nrmicro3432.
Jose L. Flores, Gillean A. Cortes, and Stephen W. Leslie, “Physiology, Urination,” StatPearls - NCBI Bookshelf, September 13, 2023, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562181/.
Stephen W. Leslie and Preeti Rout, “Male Urinary Retention: Acute and Chronic,” StatPearls - NCBI Bookshelf, April 20, 2024, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538499/.
Stephen W. Leslie, Prashanth Rawla, and Joseph M. Dougherty, “Female Urinary Retention,” StatPearls - NCBI Bookshelf, May 30, 2023, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538497/.
Ana L. Flores-Mireles et al., “Urinary Tract Infections: Epidemiology, Mechanisms of Infection and Treatment Options,” Nature Reviews Microbiology 13, no. 5 (April 8, 2015): 269–84, https://doi.org/10.1038/nrmicro3432.
Gary C. Curhan, “Epidemiology of Stone Disease,” Urologic Clinics of North America 34, no. 3 (August 1, 2007): 287–93, https://doi.org/10.1016/j.ucl.2007.04.003.
William C. De Groat, Derek Griffiths, and Naoki Yoshimura, “Neural Control of the Lower Urinary Tract,” Comprehensive Physiology 5, no. 1 (January 1, 2015): 327–96, https://doi.org/10.1002/j.2040-4603.2015.tb00596.x.
Jangan Ditahan, Ini Bahaya Sering Menahan Kencing saat Haji

Menahan kencing terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, gangguan kandung kemih, hingga masalah ginjal.
Pada kondisi haji—panas, dehidrasi, dan akses toilet terbatas—risiko ini bisa meningkat lebih cepat dan lebih berat.
Kebiasaan menahan kencing berulang dapat memengaruhi fungsi kandung kemih dalam jangka panjang, termasuk kesulitan buang air kecil.
Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, kebutuhan dasar seperti buang air kecil sering tertunda. Antrean panjang, jarak toilet yang jauh, kondisi berdesakan, hingga keinginan untuk tidak merepotkan rombongan membuat beberapa jemaah memilih menahan kencing lebih lama dari biasanya.
Sekilas, ini terlihat terdengar sepele. Namun, di balik keputusan tersebut, ada konsekuensi bagi kesehatan.
Perlu diingat bahwa kandung kemih bukan cuma tempat penampungan urine, melainkan organ yang sensitif terhadap tekanan, volume, dan waktu. Jika menahan kencing sering dilakukan, terutama dalam kondisi panas dan dehidrasi seperti saat haji, risikonya bagi kesehatan bisa meningkat secara signifikan.
Table of Content
1. Infeksi saluran kemih
Menahan kencing terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada perempuan.
Secara normal, buang air kecil membantu membilas bakteri keluar dari saluran kemih. Ketika menahan kencing, bakteri memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang biak di dalam kandung kemih.
Stagnasi urine (penumpukan atau tertahannya urine di kandung kemih atau retensi urine) merupakan salah satu faktor utama yang mempermudah kolonisasi bakteri, terutama Escherichia coli, yang merupakan penyebab paling umum ISK.
Kondisi ini menjadi lebih berisiko pada lingkungan panas seperti haji, yang mana dehidrasi membuat urine lebih pekat, sehingga lingkungan dalam kandung kemih menjadi lebih “ramah” bagi pertumbuhan bakteri.
Gejala ISK bisa dimulai dari rasa perih saat buang air kecil, sering ingin kencing, hingga nyeri di perut bagian bawah. Dalam kondisi haji, gejala ini sering diabaikan atau dianggap sebagai kelelahan. Padahal, jika tidak ditangani, infeksi bisa menyebar ke ginjal (pielonefritis), kondisi yang jauh lebih serius.
Pada jemaah haji, risiko ISK juga meningkat karena kombinasi faktor lain, seperti kelelahan, kebersihan yang mungkin tidak optimal, serta penggunaan toilet umum dalam jumlah besar. Karena itu, kebiasaan menahan kencing menjadi salah satu faktor risiko yang bisa dicegah.
2. Overdistensi kandung kemih (kandung kemih terlalu penuh)

Kandung kemih dirancang untuk menampung urine dalam batas tertentu. Jika terlalu sering dipaksa menahan hingga penuh, dinding kandung kemih akan meregang berlebihan (overdistensi). Apabila terjadi berulang, ini dapat mengganggu fungsi normal otot kandung kemih.
Overdistensi kronis dapat menyebabkan penurunan kemampuan kontraksi kandung kemih, yang berarti seseorang bisa kesulitan mengosongkan urine secara tuntas. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan retensi urine, yakni kondisi ketika urine tertinggal di dalam kandung kemih setelah buang air kecil.
Pada situasi haji, di mana akses toilet terbatas, banyak jemaah menahan kencing hingga benar-benar tidak tertahankan. Jika ini terus-terusan terjadi selama beberapa hari, risiko gangguan fungsi kandung kemih meningkat.
Dampaknya tidak selalu langsung terasa. Beberapa orang baru menyadari masalah ketika mulai sulit buang air kecil, aliran urine melemah, atau merasa tidak tuntas setelah kencing. Ini bisa menjadi tanda awal bahwa fungsi kandung kemih mulai terganggu.
3. Risiko infeksi naik ke ginjal
ISK yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi infeksi ginjal. Kondisi ini terjadi ketika bakteri naik dari kandung kemih ke ureter dan akhirnya mencapai ginjal.
Infeksi ginjal dapat menyebabkan gejala yang jauh lebih berat, seperti demam tinggi, nyeri pinggang hebat, mual, muntah, hingga gangguan fungsi ginjal.
Pada jemaah haji, kondisi ini bisa menjadi sangat berbahaya. Dehidrasi, kelelahan, dan akses terbatas ke fasilitas kesehatan dapat memperburuk kondisi dengan cepat. Infeksi ginjal juga dapat memerlukan perawatan intensif, termasuk antibiotik intravena.
Risiko ini makin tinggi pada lansia, orang dengan diabetes, dan orang dengan riwayat penyakit ginjal. Oleh karena itu, kebiasaan tidak menahan kencing punya peran besar dalam mencegah komplikasi serius.
4. Pembentukan batu saluran kemih

Menahan kencing sering berkaitan dengan kebiasaan minum yang kurang, terutama karena seseorang berusaha menghindari keinginan buang air kecil. Dalam kondisi panas seperti haji, ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Dehidrasi membuat urine menjadi lebih pekat, sehingga zat-zat seperti kalsium, oksalat, dan asam urat lebih mudah mengkristal dan membentuk batu. Volume urin yang rendah merupakan salah satu faktor risiko utama pembentukan batu ginjal.
Selain itu, kebiasaan menahan kencing dapat menyebabkan urine tertahan lebih lama di saluran kemih, yang memberi waktu lebih bagi kristal untuk terbentuk dan berkembang menjadi batu.
Gejala batu saluran kemih bisa sangat menyakitkan, mulai dari nyeri hebat di pinggang, mual, hingga sulit buang air kecil. Dalam kondisi haji, ini bisa sangat mengganggu ibadah dan butuh penanganan medis segera.
5. Gangguan fungsi kandung kemih jangka panjang
Kebiasaan menahan kencing dalam jangka panjang dapat mengubah cara kerja kandung kemih. Tubuh bisa kehilangan sensitivitas terhadap sinyal kandung kemih penuh, atau sebaliknya, menjadi terlalu sensitif.
Kebiasaan menahan kencing dapat memengaruhi refleks saraf yang mengatur buang air kecil. Ini bisa menyebabkan berbagai gangguan, seperti urgensi (tiba-tiba sangat ingin kencing), inkontinensia (tidak bisa menahan kencing), atau kesulitan mengosongkan kandung kemih.
Pada jemaah haji, kebiasaan ini sering terjadi berulang dalam waktu singkat, tetapi intens. Meski tampak sementara, tetapi efeknya bisa bertahan lama, terutama pada orang yang sudah memiliki masalah kandung kemih sebelumnya.
Dalam jangka panjang, gangguan ini dapat memengaruhi kualitas hidup, karena seseorang menjadi lebih sering ke toilet atau justru kesulitan buang air kecil secara normal.
Menahan kencing sering dianggap sepele, terutama dalam situasi seperti haji. Namun, tubuh tidak melihatnya sebagai hal sepele. Setiap urine ditahan terlalu lama, ada proses biologis yang berubah. Mulai dari tekanan dalam kandung kemih hingga peningkatan risiko infeksi.
Menahan kencing sesekali mungkin bukan masalah besar. Namun, karena ada risiko kesehatan seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera cari toilet jika muncul keinginan untuk buang air kecil. Pada akhirnya, menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah haji tetap aman, nyaman, dan optimal.
Referensi












![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Karakter BoBoiBoy Ini?](https://image.idntimes.com/post/20240801/kuis-tebak-karakter-boboiboy-1-379de1fdec70bf3502995773a048338d.jpg)
![[QUIZ] Pilih Menu Daging Sapi Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20240909/nita-anggraeni-goenawan-9tuldya614i-unsplash-821ce2475cd585cc2e4fd266e0d41fa4.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Perlu Diet Gula? Cari Tahu Lewat Kuis Berikut](https://image.idntimes.com/post/20251114/pexels-andres-ayrton-6551415_cba3b81a-b873-4715-a107-d9f700b5f96a.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Sosiopat? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20251210/upload_b88a7679909294c6775cb37581d91e9a_88c96729-91b8-4ca9-a6de-866450381d3a.jpg)

