ilustrasi mencuci tangan dengan benar (uUnsplash.com/ Sean Horsburgh)
Karena penyebab bisul adalah bakteri yang dapat berpindah melalui kontak, pencegahan berfokus pada kebersihan dan perlindungan luka.
Para ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mencegah penyebaran infeksi:
Rutin cuci tangan.
Menutup bisul dengan perban bersih.
Tidak memencet atau memecahkan bisul sendiri.
Tidak berbagi barang pribadi, seperti handuk atau pakaian.
Mencuci pakaian atau seprai yang terkena cairan dari bisul.
Menjaga area kulit tetap bersih dan kering juga membantu mengurangi risiko infeksi berulang.
Bisul bukan penyakit menular seperti flu, tetapi bakteri penyebabnya dapat menyebar melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi. Jika bakteri tersebut masuk ke dalam luka kecil di kulit, infeksi dapat berkembang menjadi bisul.
Menjaga kebersihan luka dan tidak berbagi barang pribadi penting untuk mencegah penyebaran bakteri. Dengan perawatan yang tepat dan kebersihan yang baik, sebagian besar bisul bisa sembuh tanpa komplikasi dan risiko penularannya dapat diminimalkan.
Referensi
American Academy of Dermatology. “Boils: Overview.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Staph Infections.” Diakses Maret 2026.
Mayo Clinic. “Boils and Carbuncles.” Diakses Maret 2026.
National Health Service. “Boils.” Diakses Maret 2026.
Steven Y. C. Tong et al., “Staphylococcus Aureus Infections: Epidemiology, Pathophysiology, Clinical Manifestations, and Management,” Clinical Microbiology Reviews 28, no. 3 (May 28, 2015): 603–61, https://doi.org/10.1128/cmr.00134-14.